Pada artikel 3 Hal yang Arsitek Harus Lakukan untuk Mendapatkan Klien, disebutkan bahwa seorang arsitek harus menyiapkan portofolio untuk membantu arsitek agar dapat terhubung dengan klien-klien baru. Portofolio merupakan media bagi arsitek untuk menggambarkan ciri khas dan keahliannya melalui karya yang ditampilkan. Selain itu portofolio akan menunjukkan kepada klien apakah arsitek tersebut cocok dengan proyek yang direncanakan oleh klien.

Sebagai salah satu marketing tools, portofolio dapat dijadikan andalan untuk mempromosikan kemampuan biro arsitektur dan menunjukkan kesiapan sebuah biro dalam menangani proyek yang akan datang. Bagi Anda yang berprofesi sebagai arsitek, portofolio akan meningkatkan bargaining position Anda di hadapan klien saat melakukan negosiasi mengenai sebuah proyek. Portofolio dapat membuka berbagai peluang bagi arsitek, mulai dari mendapatkan proyek yang sejenis, maupun proyek-proyek yang lebih menantang.

Dengan begitu besarnya peran portofolio dalam membantu perkembangan sebuah biro membuat portofolio biro arsitektur menjadi suatu keharusan. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana membuat portofolio biro yang representatif dan profesional? Apa yang harus dilakukan agar portofolio biro arsitektur yang dibuat dapat secara efektif menarik calon klien untuk bekerja sama dalam proyek selanjutnya? Berikut cara-cara paling efektif untuk membuat portofolio biro yang menarik bagi calon klien.

1.     Usahakan untuk menunjukkan proyek nyata dan terbangun

Berbeda dengan portofolio lamaran kerja calon arsitek yang cenderung memuat karya-karya konseptual, portofolio biro arsitektur perlu menekankan pada proyek nyata dan terbangun. Perbedaan ini disebabkan karena pada portofolio lamaran kerja, portofolio yang dibuat akan disampaikan kepada sesama arsitek yang lebih memahami berbagai konsep dan prinsip arsitektur. Sedangkan pada portofolio biro arsitektur, portofolio ditunjukkan kepada klien yang kemungkinan besar tidak memiliki latar belakang berarsitektur. Baik melalui presentasi visual yang dicetak maupun kunjungan langsung, proyek-proyek nyata dapat menunjukkan kemampuan dan pengalaman Anda menangani sebuah proyek sampai selesai.

Proyek terbangun menjadi portofolio yang permanen dan paling efektif ditunjukkan kepada calon klien

Foto: Proyek terbangun menjadi portofolio yang permanen dan paling efektif ditunjukkan kepada calon klien. Rumah Miring ©Andy Rahman

Keuntungan mengutamakan proyek nyata sebagai bagian dari portofolio adalah terdapatnya kesempatan bagi calon klien merasakan langsung berada dalam bangunan karya arsitek tersebut. Dari pengalaman itu, calon klien akan memperoleh keyakinan akan kualitas pekerjaan arsitek tersebut.. Hal ini disebabkan karena dengan menampilkan proyek nyata, calon klien dapat mengenal siapa klien yang pernah dilayani sebelumnya, bagaimana wujud bangunan ketika proses pembangunan sudah selesai, dan bagaimana proses yang terjadi dari awal perancangan hingga akhir.

2.     Pilihlah media yang tepat

Pada masa kini terdapat berbagai media yang dapat digunakan oleh  arsitek untuk memberikan expose pada karya-karya yang sudah dibuat. Publikasi lewat media massa nasional dan internasional, memanfaatkan website perusahaan untuk memuat ulasan singkat mengenai karya, atau menggunakan jejaring sosial merupakan beberapa alternatif media yang dapat dimanfaatkan oleh arsitek. Lewat publikasi dan pemanfaatan website, peluang untuk menjangkau calon klien dapat terbuka lebih luas. Selain itu, klien-klien yang didapat dari publikasi dan website kebanyakan sudah tertarik dengan rancangan arsitek yang mereka temukan karyanya sebelum mengenal arsitek itu secara pribadi.

Website seperti Bluprin.com dapat menjadi platform tambahan untuk menampilkan portofolio

Foto: Website seperti Bluprin.com dapat menjadi platform tambahan untuk menampilkan portofolio.

Selain memanfaatkan publikasi di media massa, beberapa biro arsitek juga membuat buku sebagai portofolio karya yang dapat diberikan kepada calon klien, contohnya ABODAY dan monografi karya arsitektur mereka selama delapan tahun: F. Dengan membuat buku, informasi yang diterima calon klien bukan saja pembahasan mengenai proyek yang dirancang, namun juga memberikan sudut pandang tambahan mengenai cara kerja biro arsitektur tersebut. Sudut pandang ini dapat menjadi media komunikasi yang baik untuk mendukung pertimbangan klien untuk bekerja sama dengan suatu biro arsitektur.

3.     Perhatikan kualitas presentasi

Unsur yang tidak kalah penting dalam menyusun portofolio tentunya sajian grafis yang diberikan. Portofolio harus disajikan dengan gambar yang jelas dan mudah dimengerti oleh klien. Komunikasi dengan pembaca melalui elemen visual yang tidak hanya menarik, namun mudah dimengerti menjadi syarat penyusunan portofolio arsitektur yang baik.   Salah satu tanda kesuksesan sebuah portofolio adalah ketika portofolio tersebut mampu menjelaskan seluruh proyek di dalamnya kepada pembaca tanpa diperlukan kehadiran arsitek untuk menambahkan penjelasan secara lisan.

Selain mengandalkan kemampuan desain arsitek sendiri dalam menyusun portofolio, tips yang perlu dipertimbangkan oleh arsitek untuk meningkatkan kualitas portofolio biro adalah dengan bekerja sama dengan fotografer arsitektur profesional. Kualitas komunikasi visual yang dihasilkan dari hasil foto fotografer arsitektur profesional pada umumnya sudah terjamin. Sebelum pemotretan, ada baiknya arsitek berdiskusi dengan fotografer mengenai konsep rancangan dalam karya yang dibuat. Dengan melakukan diskusi, fotografer arsitektur dapat memahami sudut-sudut penting dalam bangunan yang perlu ditangkap dan dikomunikasikan lewat foto.

4.     Lakukan pembaharuan secara berkala

Sangat penting bagi arsitek untuk memastikan kualitas portofolionya selalu prima dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, sebaiknya portofolio secara berkala selalu diperbaharui. Dengan terus menerus memperbaharui portofolio, arsitek dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan desain dan dapat terus menyesuaikan konten dengan materi mengenai proyek-proyek terbaru. Proyek yang sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan praktek suatu biro arsitektur, namun tetap dimuat dalam portofolio, akan mengurangi fokus dari pesan yang ingin disampaikan arsitek  kepada calon klien.


Portofolio yang berkualitas akan mencerminkan tingkat profesionalitas arsitek. Bagi Anda yang sedang merintis biro arsitektur, rencana membuat portofolio biro perlu ditetapkan dari awal. Portofolio akan membantu Anda untuk berkomunikasi dengan klien dan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan proyek dari klien-klien baru.

Penulis: Catharina Kartika Utami

Showcase your portfolio and let more people know about your company!

You May Also Like

Kain Furnitur Terkena Noda! Apa yang Harus dilakukan?

Bayangkan jika kain sofa Anda terkena noda seperti tumpahan kopi, teh atau jus. Noda tersebut akan merusak keindahan dan keawetan sofa Anda jika tidak dibersihkan dengan cara yang benar. Jadi bagaimana cara membersihkan noda tersebut dengan benar? Tiffani Casa Moda akan membagikan beberapa tips untuk membersihkan noda natural dari kain furnitur Anda dengan menggunakan produk yang mudah ditemukan di rumah Anda.

Sponsored Article

Tips Sukses Job Interview di Biro Arsitektur

Bagi fresh graduates dari Jurusan Arsitektur atau orang yang baru pertama kali akan menjalani tahap wawancara di biro arsitektur, tentu pernah memikirkan bagaimana wawancara akan terlaksana. Selain prosedur standar seperti perkenalan dan tanya jawab, terdapat beberapa keunikan yang dapat Anda temui dalam tahap wawancara di biro arsitektur. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hal ini, mari simak ulasan berikut!

17 November 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

6 Alasan Anda Memilih Menjadi Seorang Arsitek

Memilih untuk berkarir dalam dunia arsitektur merupakan keputusan bagi sebagian orang yang memang mendambakannya. Tentunya dibalik keputusan itu, pasti ada alasan-alasan tertentu yang mendasari hingga seseorang benar-benar ingin berkecimpung di dalam dunia arsitektur—sebuah bidang yang dikenal akan memakan banyak jam tidur untuk menyelesaikan berbagai macam gambar atau maket. Buku Architect: A Candid Guide to the Profession karya Roger K. Lewis memuat beberapa alasan-alasan yang banyak membuat orang tertarik untuk mendalami profesi ini.

3 November 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

Event Highlights - IYA Exhibition 2017 - 1 Are House

Pada tanggal 28 Oktober lalu, pameran Rumah 1 Are oleh Indonesian Young Architect dibuka. Berlokasi di Uma Seminyak Bali, pameran konsep arsitektur oleh 40 tim arsitek ini bertujuan untuk memberi pemahaman bahwa lahan yang terbatas pun dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi dan skenario. Pameran Rumah 1 Are akan berlangsung sampai pada tanggal 12 November 2017. Rangkaian kegiatan seperti Architalks, project visit, dan presentasi karya juga akan terus diadakan di setiap akhir minggu sampai pameran ini berakhir.

31 October 2017 / ARCHITECTURE / By Bluprin

4 Tips Memaksimalkan Komunikasi Dalam Proyek Arsitektur

Komunikasi adalah proses pertukaran informasi yang berlangsung secara dua arah. Prinsip umum komunikasi yaitu bagaimana menyampaikan pesan agar dapat diterima tanpa ada salah paham di antara kedua belah pihak yang terlibat. Jika terjadi kesalahpahaman, maka dapat dipastikan bahwa ada yang salah dengan proses komunikasi yang berlangsung. Komunikasi menjadi suatu hal vital dalam sebuah proyek yang ditangani oleh arsitek. Sebagai seorang konseptor, arsitek harus mampu mengomunikasikan gagasan desainnya dengan baik tanpa terjadi salah paham dengan pihak stakeholder seperti klien, kontraktor, atau tukang. Dengan begitu, desain yang nantinya terbangun akan sesuai dengan konsep awal arsitek.

30 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio