Apakah Anda sedang melamar pekerjaan di biro arsitektur? Bagi sarjana lulusan jurusan arsitektur yang sedang mencari pekerjaan atau arsitek yang berencana untuk bekerja di biro arsitektur lain, tentu telah mempersiapkan curriculum vitae (CV). Apa sebenarnya makna dari “curriculum vitae”? Berdasarkan akar latin-nya, curriculum vitae memiliki makna course of life. Artinya, CV Anda harus memuat pengalaman yang Anda pernah jalani. Ketika sebuah biro meminta CV dalam proses perekrutan, informasi yang dibutuhkan adalah data pengalaman karier dari pelamar kerja. Hal ini penting dipahami oleh arsitek pelamar kerja, supaya seluruh informasi yang ada dalam CV relevan dengan kebutuhan biro arsitektur tempat ia melamar pekerjaan.

Contoh layout CV satu halaman yang memuat berbagai informasi yang jelas dan tepat

Foto: Contoh layout CV satu halaman yang memuat berbagai informasi yang jelas dan tepat. ©Mats-Peter Forss, behance

Terdapat beberapa informasi standar dalam menyusun CV yang baik. CV yang ideal tidak lebih panjang dari satu halaman A4. Format CV bisa disesuaikan menurut preferensi penulisnya, namun layout dalam CV harus dirancang agar seluruh informasi dapat terbaca dengan jelas dan nyaman. Selain syarat-syarat umum di atas, hal-hal penting di bawah ini juga harus diperhatikan oleh arsitek saat membuat CV:

1. Professional qualifications

Dalam CV arsitek, gelar akademik, sertifikasi, dan bukti kualifikasi profesional wajib dicantumkan. Hal-hal tersebut pada umumnya adalah indikator yang menentukan apakah pelamar perkerjaan memenuhi syarat dan kualifikasi yang diperlukan dalam perusahaan. Data pencapaian berupa nilai tidak harus selalu dicantumkan, kecuali nilai tersebut menggambarkan kemampuan arsitek dalam keahlian di luar bidang arsitektur. Salah satu keahlian yang memerlukan pencantuman nilai adalah keahlian berbahasa asing.

2. Achievements

Saat membuat CV, arsitek harus menekankan penjelasan mengenai pencapaian yang pernah diraih sebelumnya. Belum pernah mendapatkan penghargaan atau memenangkan kompetisi? Anda dapat menjelaskan peran yang Anda ambil dan pengaruhnya dalam kinerja tim di tempat Anda bekerja sebelumnya. Tips khusus untuk menyusun bagian ini adalah menjaga teks sesingkat dan sejelas mungkin sehingga informasi yang diterima pembaca berupa keterangan yang tepat dan mudah dimengerti.

3. Motivation and reasoning

Pada penjabaran pengalaman Anda, sangat penting untuk memperhatikan pencantuman motivasi dalam CV. Selain dalam cover letter, motivasi arsitek dalam lamarannya bekerja dalam suatu biro arsitektur juga dapat ditunjukkan dengan CV yang ia buat. Bagi arsitek yang sebelumnya berpraktik secara pribadi dan memutuskan untuk bekerja dalam sebuah biro arsitektur tertentu, sangat penting untuk menuliskan secara singkat motivasi Anda dalam CV. Penjelasan ini akan berguna bagi biro arsitektur tempat Anda melamar kerja untuk mengenali ketertarikan Anda dalam bekerja di biro arsitektur mereka. Dalam kasus tertentu, hal tersebut juga dapat  juga menghindarkan Anda dari kemungkinan dugaan bahwa praktik arsitektur yang sebelumnya gagal karena kurangnya kemampuan Anda sebagai Arsitek.

Dalam kasus perpindahan tempat kerja, alasan perpindahan dari tempat kerja terakhir tidak perlu disampaikan dalam CV. Apabila dipertanyakan, hal tersebut dapat dijelaskan pada saat wawancara. Hal ini berguna untuk menjaga integritas Anda dalam berpraktik secara profesional. Langkah ini juga mencegah munculnya asumsi-asumsi yang salah dari tim rekrut yang membaca CV Anda.

4. Additional information

Informasi penunjang seperti hobi, ketertarikan, dan keahlian khusus yang dicantumkan dalam CV harus relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Pilihlah informasi yang menunjukkan potensi Anda yang kelak akan berguna bagi tim Anda. Ketertarikan dalam organisasi dan proyek sosial, contohnya, merupakan informasi baik yang mengindikasikan semangat bersosialisasi yang berguna dalam kinerja tim.

5. Content update and customization

Seperti telah disebukan beberapa kali dalam artikel ini, relevansi data CV Anda dengan kebutuhan perusahaan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam CV Anda. Untuk memastikan CV Anda merupakan versi yang paling sesuai, selalu perbaharui CV Anda setiap jangka waktu tertentu. Pembaharuan CV dengan penambahan atau pengurangan konten dapat memberikan gambaran yang tepat terhadap kemampuan profesional Anda saat Anda melamar pekerjaan. Tambahkan informasi mengenai keahlian-keahlian baru yang Anda dapat dari pengalaman kerja sebelumnya dan hilangkan keterangan mengenai proyek yang sudah berlalu terlalu lama.

Hal lain yang perlu diingat oleh arsitek dalam membuat CV adalah menyesuaikan konten CV untuk setiap lamaran kerja secara spesifik. Anda perlu memastikan CV Anda mengekspos nilai-nilai yang dibutuhkan oleh biro arsitektur tempat Anda melamar pekerjaan. CV yang terlalu umum dan kurang spesifik menyinggung kebutuhan perusahaan menjadi kurang menarik dan mengurangi kemungkinan berlanjutnya lamaran pekerjaan ke tahap selanjutnya.

 .

Hal-hal yang telah disebutkan di atas hanya bersifat panduan. Anda tentu saja bisa menyesuaikan konten CV Anda sesuai dengan preferensi pribadi. Pertimbangan dan sentuhan personal dalam CV sangat penting untuk ditunjukkan untuk memberikan kesan yang berbeda pada dokumen lamaran Anda. Proses melamar pekerjaan perlu dijalani dengan sabar dan cermat. Terdapat kemungkinan bahwa waktu panjang yang Anda habiskan untuk menyusun CV Anda mungkin berbanding terbalik dengan singkatnya waktu pembacaan yang dilakukan oleh tim rekrut. Oleh karena itu, Anda harus memastikan seluruh informasi yang Anda ingin sampaikan dapat dipahami dengan mudah dalam waktu secepat mungkin. CV yang terlalu pajang dan kurang ringkas akan terlalu melelahkan untuk dibaca bagi tim rekrut.

Penulis: Catharina Kartika Utami

Showcase your portfolio and let more people know about your company!

You May Also Like

Panduan Jitu Mengatur Struktur Organisasi Biro Arsitektur

Sebuah biro arsitekur pasti memiliki staf yang bekerja di dalamnya. Semakin besar sebuah biro arsitektur, maka akan lebih banyak pula staf yang dimilikinya. Pada biro yang sudah berukuran besar, pekerjaan masing-masing staf juga akan semakin spesifik. Semua staf yang ada dalam biro arsitektur, baik jumlahnya sedikit atau banyak, tetap harus diorganisasikan. Dengan membuat sebuah struktur organisasi, setiap staf akan memahami tugas pokoknya masing-masing sehingga overlapping pekerjaan dapat diminimalisir dan kinerja biro akan semakin efektif. Selain itu dengan adanya struktur organisasi, jalur koordinasi dan garis komando antar staf dalam biro juga akan semakin jelas.

20 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

4 Jenis Klien yang Akan Anda Hadapi Sebagai Arsitek

Sebagai seorang arsitek, pasti Anda akan mendapatkan berbagai jenis proyek desain bangunan bersama dengan kliennya masing-masing untuk ditangani. Perlu Anda ketahui bahwa setiap klien tidak akan sama dengan klien yang lain. Walaupun tidak akan ada klien yang sama persis, klien bisa dikelompokkan secara garis besar berdasarkan status dan kemungkinan proyek yang ditawarkan. Pengelompokan ini berguna bagi Anda untuk menentukan bagaimana Anda bersikap dan membawa diri di hadapan klien tersebut.

16 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

6 Kriteria Klien Dalam Memilih Arsitek

Mendapatkan proyek dari seorang klien merupakan suatu hal yang diharapkan terus terjadi dalam keberlangsungan sebuah biro arsitektur. Untuk itulah arsitek pasti akan selalu meningkatkan kualitas desain dan pekerjaannya agar kepercayaan klien dapat tetap terjaga. Sering kali karena terlalu fokus pada pekerjaannya, banyak arsitek kurang menyadari apa yang dicari klien pada diri seorang arsitek.

6 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

Penting! Mengapa Biro Arsitektur Memerlukan Business Plan dan Bagaimana Cara Menyusunnya

Membuat biro yang berkembang, merancang berbagai proyek impian, dan memberikan sumbangan bagi dunia arsitektur tentu menjadi cita-cita besar dari arsitek saat merintis sebuah biro arsitektur. Ketika cita-cita itu sudah ada, bagaimana arsitek dapat menentukan langkah untuk mencapai tujuannya? Meskipun fokus utama biro arsitektur adalah penyediaan jasa konsultan perancangan, biro arsitektur juga merupakan badan usaha yang pengembangannya perlu direncanakan dengan cermat. Apabila Anda adalah arsitek yang sedang berencana membangun sebuah biro arsitektur, tentu Anda memiliki visi untuk biro Anda sendiri. Business plan adalah dokumen berupa deskripsi tertulis dari visi yang Anda miliki bagi biro arsitektur Anda di masa depan. Dengan business plan, Anda dapat membuat langkah yang rinci untuk mengembangkan biro arsitektur Anda, contohnya membuat strategi bagaimana biro yang pada awalnya beranggotakan dua orang arsitek menjadi biro besar dengan proyek berskala internasional. Business plan sebaiknya sudah dipersiapkan pada awal mendirikan biro arsitektur sebagai badan usaha.

2 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio