Kata “manajemen” tentu saja bukanlah kata yang asing bagi arsitek. Manajemen merupakan bagian yang memiliki porsi yang sama pentingnya dengan kemampuan mendesain. Manajemen, dalam pengartiannya sebagai penggunaan sumber daya untuk mencapai sasaran, merupakan suatu prosedur yang terdiri dari berbagai prinsip. Biro arsitektur yang kurang baik dalam manajemen akan menemui berbagai masalah, mulai dari masalah dalam proyek hingga masalah hubungan interpersonal dalam tim. Bagi Anda, pembaca yang berprofesi sebagai arsitek dan pemilik biro arsitektur, mari menyimak ulasan mengenai prinsip manajemen dalam dunia arsitektur!

1. Objectives

Prinsip pertama dalam manajemen biro arsitektur yang harus diupayakanadalah kejelasan visi atau tujuan dalam praktik yang dilakukan dalam biro. Terdapat 2 macam visi yang menjadi latar belakang praktik arsitektur yaitu visi pribadi dan visi biro. Arsitek prinsipal dan tim manajemen harus memastikan kedua visi ini saling mendukung satu sama lain.

Sebuah biro tentu sudah memiliki visi perusahaan mengenai bagaimana praktik yang dilakukan dalam biro dan serta kontribusi dalam lingkup sosial. Arsitek yang bekerja mungkin memiliki visi lain, yaitu meningkatkan pengalaman dan membangun karir. Dalam keberlangsungan biro, sangat penting untuk menjaga agar setiap visi ini dapat terjawab supaya permasalahan dalam prinsip desain dan arah tumbuh biro Anda di kemudian hari bisa dihindari.

Tips tambahan! Seleksi dalam perekrutan juga memiliki andil untuk memastikan tim yang bergabung memiliki visi yang sejalan dengan perusahaan.

2. Leadership

Prinsip kedua adalah kepemimpinan. Dalam praktiknya, seorang arsitek akan dituntut untuk menerapkan kemampuannya dalam memimpin di berbagai kesempatan — baik dalam skala kecil seperti memimpin rapat, maupun dalam skala yang lebih besar ketika arsitek memimpin tim di bawahhnya.

Memiliki kemampuan untuk memimpin sangat penting dalam biro untuk menentukan tujuan, memberi arahan kepada tim, dan menentukan ritme kerja. Pemimpin yang baik harus mampu melakukan berbagai tanggung jawab tersebut dengan rendah hati. Ungkapan “leading from behind” menjadi deskripsi yang tepat untuk menggambarkan bagaimana pemimpin harus memposisikan diri di dalam tim.

Sebagai partner atau director dalam biro, principal architect bertugas untuk memastikan bahwa segala sesuatu berjalan sesuai dengan semestinya untuk mempermudah architect-in-charge dalam mengerjakan pekerjaan selanjutnya. Kepemimpinan yang sukses terjadi ketika staf dibawahnya memiliki performa yang maksimal tanpa merasa tertekan dengan arahan dari pemimpinnya.

3. Communication

Prinsip ketiga, dan yang paling penting, adalah komunikasi. Sebagai hal yang paling vital dalam keseluruhan managemen perusahaan, sebuah biro harus memastikan bahwa metode komunikasi yang digunakan selalu sesuai dalam setiap kesempatan.

Dalam praktik berarsitektur, komunikasi harus diperhatikan terutama dalam presentasi desain. Komunikasi yang tidak efektif dapat menyebabkan desain yang bagus terlihat kurang menarik. Ketika arsitek gagal menyampaikan pesan dari konsep yang dibuat, resikonya adalah kehilangan kesempatan membangun proyek konsep yang ia rancang tersebut.

Begitu pula dengan relasi pihak-pihak yang terlibat dalam sebuah proyek, permasalahan yang terjadi antar pemangku kepentingan dan permasalahan terkait kontrak bisa disebabkan karena buruknya komunikasi. Hal yang perlu disadari dalam komunikasi adalah apabila pesan yang disampaikan gagal dipahami, maka kesalahan terletak pada pemberi pesan. Untuk itu penting sekali bagi arsitek untuk berkomunikasi baik dalam tim maupun secara eksternal dengan jelas dan hati-hati.

4. Delegation

Prinsip keempat, adalah kesediaan membagi beban pekerjaan. Hal ini mungkin terkesan mudah, namun banyak orang mengalami keraguan ketika membagi beban pekerjaan kepada partner dalam tim. Memastikan bahwa pembagian delegasi tugas dilakukan secara merata dapat membuat kinerja tim menjadi lebih efektif dan efisien.

Dengan mendelegasikan tugas, proses kerja di studio dapat menjadi lebih efektif

Foto: Dengan mendelegasikan tugas, proses kerja di studio dapat menjadi lebih efektif. ©Helloquence, unsplash

Kunci penting dalam memberikan delegasi tugas adalah kesediaan untuk memberikan beban pekerjaan kepada anggota tim yang memiliki kemampuan, meskipun belum pernah mengerjakan tugas itu sebelumnya. Hal ini dapat memberi kesempatan bagi staf untuk berkembang dan belajar dalam karirnya, serta meningkatkan kemampuan staf dalam bekerja di proyek selanjutnya.

Untuk diingat oleh arsitek: pastikan Anda selalu mempertimbangkan dengan matang porsi pekerjaan apa, kapan, dan kepada siapa pembagian beban kerja akan diberikan!

Baca Juga: 6 Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja Arsitek

5. Motivation

Prinsip kelima, yang paling akhir, adalah perhatian terhadap motivasi dalam biro. Motivasi kuat yang dimiliki setiap pribadi akan sangat penting karena hal ini dapat memicu setiap anggota dalam tim untuk menjadi self-starter seorang yang dapat menggerakkan dirinya sendiri dalam bekerja. Perlu diingat bahwa kepedulian mengenai motivasi orang lain juga sangat penting bagi setiap anggota tim dalam biro, supaya terbentuk suasana saling mendukung dalam tim.

Bagi arsitek pimpinan, sangat penting untuk mempelajari motivasi anggota tim di bawahnya. Sebagai pimpinan, Anda harus mencari tau apa yang diinginkan oleh staf dan memberikan contoh bagaimana Anda dapat memperoleh berbagai pencapaian lewat pekerjaan yang dilakukan.

Pemimpin harus menjadi motivator yang memberikan penghargaan terhadap anggota tim. Pemimpin juga harus menunjukkan bagaimana kontribusi dari setiap individu dalam tim membantu pencapaian sebuah prestasi.

Penulis: Catharina Kartika Utami

Showcase your portfolio and let more people know about your company!

You May Also Like

Kain Furnitur Terkena Noda! Apa yang Harus dilakukan?

Bayangkan jika kain sofa Anda terkena noda seperti tumpahan kopi, teh atau jus. Noda tersebut akan merusak keindahan dan keawetan sofa Anda jika tidak dibersihkan dengan cara yang benar. Jadi bagaimana cara membersihkan noda tersebut dengan benar? Tiffani Casa Moda akan membagikan beberapa tips untuk membersihkan noda natural dari kain furnitur Anda dengan menggunakan produk yang mudah ditemukan di rumah Anda.

Sponsored Article

Tips Sukses Job Interview di Biro Arsitektur

Bagi fresh graduates dari Jurusan Arsitektur atau orang yang baru pertama kali akan menjalani tahap wawancara di biro arsitektur, tentu pernah memikirkan bagaimana wawancara akan terlaksana. Selain prosedur standar seperti perkenalan dan tanya jawab, terdapat beberapa keunikan yang dapat Anda temui dalam tahap wawancara di biro arsitektur. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hal ini, mari simak ulasan berikut!

17 November 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

6 Alasan Anda Memilih Menjadi Seorang Arsitek

Memilih untuk berkarir dalam dunia arsitektur merupakan keputusan bagi sebagian orang yang memang mendambakannya. Tentunya dibalik keputusan itu, pasti ada alasan-alasan tertentu yang mendasari hingga seseorang benar-benar ingin berkecimpung di dalam dunia arsitektur—sebuah bidang yang dikenal akan memakan banyak jam tidur untuk menyelesaikan berbagai macam gambar atau maket. Buku Architect: A Candid Guide to the Profession karya Roger K. Lewis memuat beberapa alasan-alasan yang banyak membuat orang tertarik untuk mendalami profesi ini.

3 November 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

Event Highlights - IYA Exhibition 2017 - 1 Are House

Pada tanggal 28 Oktober lalu, pameran Rumah 1 Are oleh Indonesian Young Architect dibuka. Berlokasi di Uma Seminyak Bali, pameran konsep arsitektur oleh 40 tim arsitek ini bertujuan untuk memberi pemahaman bahwa lahan yang terbatas pun dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi dan skenario. Pameran Rumah 1 Are akan berlangsung sampai pada tanggal 12 November 2017. Rangkaian kegiatan seperti Architalks, project visit, dan presentasi karya juga akan terus diadakan di setiap akhir minggu sampai pameran ini berakhir.

31 October 2017 / ARCHITECTURE / By Bluprin

4 Tips Memaksimalkan Komunikasi Dalam Proyek Arsitektur

Komunikasi adalah proses pertukaran informasi yang berlangsung secara dua arah. Prinsip umum komunikasi yaitu bagaimana menyampaikan pesan agar dapat diterima tanpa ada salah paham di antara kedua belah pihak yang terlibat. Jika terjadi kesalahpahaman, maka dapat dipastikan bahwa ada yang salah dengan proses komunikasi yang berlangsung. Komunikasi menjadi suatu hal vital dalam sebuah proyek yang ditangani oleh arsitek. Sebagai seorang konseptor, arsitek harus mampu mengomunikasikan gagasan desainnya dengan baik tanpa terjadi salah paham dengan pihak stakeholder seperti klien, kontraktor, atau tukang. Dengan begitu, desain yang nantinya terbangun akan sesuai dengan konsep awal arsitek.

30 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio