Kata sayembara pada umumnya digunakan untuk menyebutkan sebuah kompetisi dengan keterlibatan penyelenggara dalam menentukan pemenang. Dalam praktik arsitektur, sayembara merupakan hal yang sangat lumrah dilakukan. Adapun jenis-jenis sayembara arsitektur adalah seperti sayembara yang terbuka untuk umum dan sayembara yang sifatnya tertutup (hanya diikuti oleh invited architecture firm saja).

Banyak biro-biro arsitektur yang memanfaatkan sayembara sebagai salah satu strategi marketing-nya. Dengan memenangkan sebuah sayembara bergengsi, sebuah biro arsitektur memperoleh sebuah nilai tambah. Bahkan tidak jarang karya pemenang sayembara akan benar-benar direalisasikan untuk dibangun. Lalu, bagaimana tips untuk memenangkan sebuah sayembara arsitektur?

1.     Tentukan sayembara arsitektur yang akan Anda ikuti

Dari sekian banyak sayembara arsitektur, Anda harus memilih mana yang akan diikuti. Pertama-tama kenali diri terlebih dahulu, kira-kira sub bidang arsitektur apa yang menjadi minat dan bakat unggulan Anda apakah itu lanskap, struktur, atau high rise. Memilih sayembara yang sesuai dengan minat dan bakat akan sangat membantu dalam pengerjaannya nanti. Selain lebih bersemangat, biasanya ide seorang arsitek akan lebih mudah mengalir jika mengerjakan proyek yang disukainya.

2.     Tim yang solid dengan kemampuan sesuai kebutuhan

Walaupun sayembara arsitektur bisa diikuti oleh individu, namun dengan beban yang cukup besar biasanya para peserta lebih memilih untuk bekerja dalam tim. Sebuah tim yang solid akan mendukung kelancaran proses pengerjaan materi desain untuk sayembara arsitektur. Selain itu, Anda juga harus mengenali kemampuan tiap-tiap anggota tim. Pilihlah anggota tim dengan kemampuan yang memang Anda butuhkan. Misalnya pilihlah teman yang ahli lanskap sebagai anggota tim saat mengikuti sayembara arsitektur lanskap atau pilihlah teman yang ahli dalam bidang komputasi arsitektur saat membutuhkan pemodelan yang rumit dalam sayembara arsitektur.

Memilih tim yang tepat sangat membantu keberlangsungan proses pengerjaan sayembara

Foto: Memilih tim yang tepat sangat membantu keberlangsungan proses pengerjaan sayembara. ©startupstockphotos

3.     Perhatikan kit sayembara dan persiapkan segala hal dengan matang

Setelah tim mendaftar sebagai peserta sayembara, panitia akan memberikan kit sayembara. Kit ini pada umunya berisi Terms of References (TOR), keterangan lokasi, timeline, dan ketentuan-ketentuan lain terkait dengan sayembara. Hal-hal yang sudah diberikan oleh panitia harus diperhatikan dengan seksama. Selain itu, agar persiapan Anda lebih matang, site visit harus dilakukan. Site visit sangat penting, karena dengan datang langsung ke lokasi proyek, Anda akan lebih memahami konteks lingkungan sekitar dari lahan yang akan dibangun. Bahkan tidak jarang ide awal desain justru muncul saat site visit.

4.     Totalitas dalam presentasi hasil akhir

Pada sebuah sayembara arsitektur, terutama sayembara yang sifatnya terbuka, tidak menutup kemungkinan akan ada sangat banyak karya yang masuk. Anda harus melakukan sesuatu agar para juri tertarik untuk memperhatikan karya Anda di antara ratusan karya lainnya. Oleh karena itu, buatlah presentasi yang baik dan eye-catching sehingga karya Anda menarik perhatian juri. Beberapa tips untuk membuat presentasi yang eye-catching adalah dengan membuat wide angle perspective, detailed section yang di-render dengan visualisasi yang baik sehingga menampilkan potongan yang menggambarkan suasana di dalam bangunan, atau video animasi yang menggambarkan suasana ruang yang Anda desain.

Opsi lain adalah dengan membuat model maket yang representatif. Jika diizinkan oleh panitia, Anda bisa membawa model maket tersebut sebagai bahan presentasi di depan juri Anda juga bisa melakukan pemotretan terhadap maket model Anda. Dengan lighting yang baik, Anda akan menghasilkan gambar perspektif dari maket dan menghasilkan kualitas gambar yang berbeda dengan hasil render. Jangan lupa untuk memilih angle yang tepat untuk menegaskan desain Anda.

5.     Pentingnya penilaian oleh orang lain

Sebelum melakukan submission karya kepada panitia sayembara, penting bagi Anda untuk mengetahui pendapat orang lain terhadap karya Anda. Cara pandang orang yang tidak mengikuti proses desain dari awal bisa jadi sama sekali berbeda dengan Anda dan tim. Perlu diingat bahwa juri yang nantinya menilai juga merupakan orang yang benar-benar awam terhadap desain Anda. Anda juga bisa meminta tolong teman atau saudara yang bukan berlatar belakang arsitek untuk memberikan pendapatnya terhadap desain Anda. Pendapat dari orang dengan sudut pandang yang berbeda biasanya menarik dan bisa jadi menjadi masukan yang baik untuk diterapkan.

Mempresentasikan-karya-Anda-kepada-orang-awam-dapat-menambah-ide-ide-baru-yang-menarik

Foto: Mempresentasikan karya Anda kepada orang awam dapat menambah ide-ide baru yang menarik. ©rawpixel

Selain itu, Anda perlu mengenali juri dan pihak penyelenggara. Dengan mengenali juri dan pihak penyelenggara, Anda bisa mengetahui preferensi mereka dalam memilih pemenang sayembara. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan yaitu dengan melihat-lihat desain pemenang sayembara sejenis yang pernah diselenggarakan oleh pihak yang sama atau dinilai oleh juri yang sama.

 .

Beberapa tips di atas bisa menjadi referensi Anda sebelum mendaftarkan diri pada sebuah sayembara Arsitektur. Walaupun nantinya penilaian akhir tetap ada di pihak juri, menang dan kalah merupakan hal yang wajar dalam sebuah sayembara. Jika Anda belum berkesempatan untuk menjadi pemenang atau finalis, Anda tidak perlu berkecil hati. Paling tidak, dengan banyak mengikuti sayembara arsitektur mental dan skill Anda dalam berpraktek akan semakin terlatih.

Penulis: Raudina Rachmi

Showcase your portfolio and let more people know about your company!

You May Also Like

Panduan Jitu Mengatur Struktur Organisasi Biro Arsitektur

Sebuah biro arsitekur pasti memiliki staf yang bekerja di dalamnya. Semakin besar sebuah biro arsitektur, maka akan lebih banyak pula staf yang dimilikinya. Pada biro yang sudah berukuran besar, pekerjaan masing-masing staf juga akan semakin spesifik. Semua staf yang ada dalam biro arsitektur, baik jumlahnya sedikit atau banyak, tetap harus diorganisasikan. Dengan membuat sebuah struktur organisasi, setiap staf akan memahami tugas pokoknya masing-masing sehingga overlapping pekerjaan dapat diminimalisir dan kinerja biro akan semakin efektif. Selain itu dengan adanya struktur organisasi, jalur koordinasi dan garis komando antar staf dalam biro juga akan semakin jelas.

20 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

4 Jenis Klien yang Akan Anda Hadapi Sebagai Arsitek

Sebagai seorang arsitek, pasti Anda akan mendapatkan berbagai jenis proyek desain bangunan bersama dengan kliennya masing-masing untuk ditangani. Perlu Anda ketahui bahwa setiap klien tidak akan sama dengan klien yang lain. Walaupun tidak akan ada klien yang sama persis, klien bisa dikelompokkan secara garis besar berdasarkan status dan kemungkinan proyek yang ditawarkan. Pengelompokan ini berguna bagi Anda untuk menentukan bagaimana Anda bersikap dan membawa diri di hadapan klien tersebut.

16 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

5 Hal yang Harus Diperhatikan Arsitek Saat Menyusun CV

Apakah Anda sedang melamar pekerjaan di biro arsitektur? Bagi sarjana lulusan jurusan arsitektur yang sedang mencari pekerjaan atau arsitek yang berencana untuk bekerja di biro arsitektur lain, tentu telah mempersiapkan curriculum vitae (CV). Apa sebenarnya makna dari “curriculum vitae”? Berdasarkan akar latin-nya, curriculum vitae memiliki makna course of life. Artinya, CV Anda harus memuat pengalaman yang Anda pernah jalani. Ketika sebuah biro meminta CV dalam proses perekrutan, informasi yang dibutuhkan adalah data pengalaman karier dari pelamar kerja. Hal ini penting dipahami oleh arsitek pelamar kerja, supaya seluruh informasi yang ada dalam CV relevan dengan kebutuhan biro arsitektur tempat ia melamar pekerjaan.

9 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

6 Kriteria Klien Dalam Memilih Arsitek

Mendapatkan proyek dari seorang klien merupakan suatu hal yang diharapkan terus terjadi dalam keberlangsungan sebuah biro arsitektur. Untuk itulah arsitek pasti akan selalu meningkatkan kualitas desain dan pekerjaannya agar kepercayaan klien dapat tetap terjaga. Sering kali karena terlalu fokus pada pekerjaannya, banyak arsitek kurang menyadari apa yang dicari klien pada diri seorang arsitek.

6 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio