Bagi arsitek yang sedang merintis biro arsitekturnya sendiri, membentuk brand dalam biro arsitekturnya menjadi pekerjaan yang sangat penting. Hal ini disebabkan karena brand dapat menunjukkan siapa Anda, apa visi Anda dalam mengembangkan praktek arsitektur dalam biro, dan bagaimana biro Anda akan dikenal. Berbeda dengan marketing yang strateginya dapat berubah sewaktu-waku sesuai kebutuhan, brand merupakan dasar yang mendefinisikan biro Anda sejak awal dibangun. Berbagai biro arsitektur terkemuka, contohnya LABO, telah membuktikan bagaimana membentuk identitas biro arsitektur sangat penting dalam membangun biro arsitektur yang sukses. Berikut ini adalah beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh arsitek dalam membentuk brand identity dari biro arsitektur yang dimilikinya.

1.     Nama

Salah satu keputusan pertama dan paling penting dalam merintis biro arsitektur Anda sendiri adalah menentukan bagaimana publik akan menyebut biro arsitektur Anda. Banyak biro arsitektur dinamakan sesuai dengan nama arsitek prinsipal. Banyak juga biro arsitektur yang memilih menciptakan nama baru yang mudah diingat, misalnya dengan menggunakan singkatan atau kata yang unik.  

Deddy Wahjudi, arsitek prinsipal LABO, pernah menceritakan bagaimana ia menentukan nama biro arsitekturnya dalam acara ARCHINESIA Academy yang digelar di Surabaya, 6 April 2017. Menurut beliau, nama LABO diambil karena maknanya sebagai laboratorium, sesuai dengan visi awal pendirian biro arsitektur ini untuk mengkorelasikan karya arsitektur dan riset. Kata-kata ‘labo’ juga sering digunakan di biro arsitektur Jepang, sehingga cocok dengan keinginan prinsipal LABO yang ingin membawa unsur Jepang dalam praktek arsitekturnya.

Nama dapat secara langsung mempengaruhi persepsi calon klien terhadap suatu biro arsitektur bahkan sebelum ia melihat karya biro tersebut. Oleh karena itu, nama yang dipilih untuk suatu biro arsitektur harus orisinal, mudah diucapkan, mudah diingat, dan merepresentasikan karakter biro arsitektur tersebut.

2.     Logo

Logo merupakan suatu bagian yang sangat lekat dengan pembentukan identitas sebuah perusahaan. Sebagai arsitek, Anda tentu menyadari peran logo sebagai representasi karakter dari suatu biro arsitektur. Kekuatan logo sangat dipengaruhi pemilihan bentuk, geometri, warna, dan jenis tulisan. Logo harus dirancang sehingga pesan mengenai citra biro arsitektur yang ingin disampaikan biro arsitektur kepada klien dapat tersampaikan.

Logo merupakan salah satu unsur penting untuk branding biro arsitektur

Foto: Logo merupakan salah satu unsur penting untuk branding biro arsitektur. ©rawpixel

Disamping mengandalkan kemampuan pribadi arsitek dalam mendesain, kolaborasi pembuatan logo dengan desainer grafis perlu dipertimbangkan. Kolaborasi dengan desainer grafis dalam pembuatan logo dan promotional tools lainnya, seperti kartu nama, dapat membantu seorang arsitek untuk mempertegas citra biro arsitektur kepada klien. Logo dengan proses studi yang lebih mendalam dan proses perancangan yang seksama akan bertahan lama dan memberikan identitas yang lebih kuat dalam membentuk brand identity suatu biro arsitektur.

3.     Keunikan

Identitas dapat dibentuk dengan mengekspos keunikan yang ada dalam suatu biro arsitektur. Keunikan yang dengan mudah dapat membedakan suatu biro arsitektur dengan biro arsitektur lainnya adalah keunikan yang berasal dari orang-orang yang bekerja dalam biro tersebut. Menggunakan latar belakang atau karakter khas dari orang-orang yang bekerja dalam biro dapat menunjukkan bagaimana pola pikir, integritas, dan cara kerja suatu biro arsitektur.

Ada berbagai pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengangkat suatu karakter sebagai brand identity biro arsitektur. Kita dapat menemukan banyak biro yang menjadi besar dengan membawa nama prinsipalnya sebagai persona yang menjadi perwakilan karakter biro secara keseluruhan. Ada juga biro-biro yang menunjukkan eksitensi dalam bentuk tim. Biasanya biro yang melakukan pendekatan ini adalah biro yang dibentuk dari kerja sama lebih dari satu arsitek prinsipal. 

4.     Karakter desain

Berbagai hal dapat membentuk identitas biro arsitektur, namun karakter desain menjadi salah satu aspek yang dapat dengan jelas membedakan berbagai biro arsitektur yang berdiri saat ini. Letak geografis biro beroperasi dan pedekatan perancangan dapat menjadi aspek yang membedakan karakter desain biro arsitektur Anda dengan pesaing lainnya.

Beberapa biro arsitektur menjadikan arsitektur tropis sebagai pendekatan khas yang dilakukan dalam praktek arsitekturnya. Biro Arsitektur Das Quadrat di Surabaya adalah salah satu biro yang memilih pendekatan modern tropis dan modern minimalis  dalam perancangan proyek yang dikerjakan. Desain yang compact atau mengacu kepada prinsip-prinsip desain tertentu juga dapat menjadi karakter desain yang menarik untuk membentuk identitas biro arsitektur Anda.

Arsitek ternama seperti Frank Gehry memiliki karakter desain yang dikenal semua orang

Foto: Arsitek ternama seperti Frank Gehry memiliki karakter desain yang dikenal semua orang. ©Anthony Menecola, unsplash

5.     Tipologi dan skala proyek

Mengarahkan fokus biro arsitektur pada proyek-proyek dengan tipologi tertentu dapat menjadi salah satu cara membentuk brand identity. Proyek khusus seperti konservasi, rumah sakit, atau urban design sering menjadi pilihan proyek yang dijadikan spesialisasi suatu biro arsitektur. Proyek-proyek ini biasanya memiliki kriteria dan syarat khusus yang memerlukan pemahaman lebih serta belum banyak dikerjakan oleh biro lainnya. Spesialisasi terhadap proyek-proyek berskala lebih kecil, contohnya rumah tinggal, juga dapat menjadi ruang eksplorasi suatu biro arsitektur untuk membentuk brand identity yang kuat.

Selain hal-hal yang sudah disebutkan di atas, masih banyak lagi pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam membentuk brand identity suatu biro arsitektur. Seiring dengan berjalannya waktu, identitas biro akan menjadi lebih kuat. Tentunya, dengan memberikan identitas khusus pada awal sebuah biro arsitektur dirintis akan sangat membantu proses perkembangan biro arsitektur tersebut.

Penulis: Catharina Kartika Utami

Showcase your portfolio and let more people know about your company!

You May Also Like

Panduan Jitu Mengatur Struktur Organisasi Biro Arsitektur

Sebuah biro arsitekur pasti memiliki staf yang bekerja di dalamnya. Semakin besar sebuah biro arsitektur, maka akan lebih banyak pula staf yang dimilikinya. Pada biro yang sudah berukuran besar, pekerjaan masing-masing staf juga akan semakin spesifik. Semua staf yang ada dalam biro arsitektur, baik jumlahnya sedikit atau banyak, tetap harus diorganisasikan. Dengan membuat sebuah struktur organisasi, setiap staf akan memahami tugas pokoknya masing-masing sehingga overlapping pekerjaan dapat diminimalisir dan kinerja biro akan semakin efektif. Selain itu dengan adanya struktur organisasi, jalur koordinasi dan garis komando antar staf dalam biro juga akan semakin jelas.

20 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

4 Jenis Klien yang Akan Anda Hadapi Sebagai Arsitek

Sebagai seorang arsitek, pasti Anda akan mendapatkan berbagai jenis proyek desain bangunan bersama dengan kliennya masing-masing untuk ditangani. Perlu Anda ketahui bahwa setiap klien tidak akan sama dengan klien yang lain. Walaupun tidak akan ada klien yang sama persis, klien bisa dikelompokkan secara garis besar berdasarkan status dan kemungkinan proyek yang ditawarkan. Pengelompokan ini berguna bagi Anda untuk menentukan bagaimana Anda bersikap dan membawa diri di hadapan klien tersebut.

16 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

5 Hal yang Harus Diperhatikan Arsitek Saat Menyusun CV

Apakah Anda sedang melamar pekerjaan di biro arsitektur? Bagi sarjana lulusan jurusan arsitektur yang sedang mencari pekerjaan atau arsitek yang berencana untuk bekerja di biro arsitektur lain, tentu telah mempersiapkan curriculum vitae (CV). Apa sebenarnya makna dari “curriculum vitae”? Berdasarkan akar latin-nya, curriculum vitae memiliki makna course of life. Artinya, CV Anda harus memuat pengalaman yang Anda pernah jalani. Ketika sebuah biro meminta CV dalam proses perekrutan, informasi yang dibutuhkan adalah data pengalaman karier dari pelamar kerja. Hal ini penting dipahami oleh arsitek pelamar kerja, supaya seluruh informasi yang ada dalam CV relevan dengan kebutuhan biro arsitektur tempat ia melamar pekerjaan.

9 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

6 Kriteria Klien Dalam Memilih Arsitek

Mendapatkan proyek dari seorang klien merupakan suatu hal yang diharapkan terus terjadi dalam keberlangsungan sebuah biro arsitektur. Untuk itulah arsitek pasti akan selalu meningkatkan kualitas desain dan pekerjaannya agar kepercayaan klien dapat tetap terjaga. Sering kali karena terlalu fokus pada pekerjaannya, banyak arsitek kurang menyadari apa yang dicari klien pada diri seorang arsitek.

6 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio