Foto: ©startupstockphotos


Sejak duduk di bangku kuliah, mahasiswa arsitektur sering dikaitkan dengan aktivitas bergadang untuk menyelesaikan tugas kuliah. Dengan bangga, sesama mahasiswa arsitektur juga menyatakan bahwa bila seorang mahasiswa arsitektur tidak bergadang berarti orang tersebut belum dapat diakui sebagai mahasiswa arsitektur yang sesungguhnya. Kebiasaan yang kurang menyehatkan ini bahkan sering kali dibawa sampai ke lingkungan kerja. Yang menjadi pertanyaan, apakah memang kuantitas pekerjaan begitu banyak sampai-sampai arsitek tidak memiliki cukup waktu dan harus bergadang? Atau malah disebabkan karena arsitek bekerja kurang efektif dan tidak efisien? Sering kali jawabannya adalah karena arsitek bekerja kurang efektif dan efisien sehingga tidak produktif dan berakhir bergadang setiap malamnya.

Bayangkan, setiap arsitek, bahkan setiap orang, memiliki waktu yang sama, yaitu 24 jam dalam satu hari. Namun, kita dapat melihat perbedaan hasil kerja antara yang satu dengan yang lain. Seseorang dengan waktu satu jam bisa saja menyelesaikan jumlah pekerjaan yang sama dengan seseorang yang mengerjakannya dalam waktu lebih dari itu. Tentunya yang membedakan adalah produktivitas kerja yang satu dengan lainnya. Lantas, bagaimana agar seorang arsitek dapat meningkatkan produktivitas kerjanya?

1.     Fokus

Di zaman yang sangat maju ini, berbagai informasi dengan mudah masuk melalui smartphone atau perangkat yang anda gunakan untuk bekerja. Masuknya sejumlah informasi tersebut dapat menjadi gangguan (distraction) terhadap ritme kerja anda. Sebut saja e-mail, social media, dan aplikasi WhatsApp, LINE, dll yang tidak henti-hentinya masuk. Banyak di antara kita yang pasti beranggapan bahwa kita memiliki kemampuan multitasking—sembari mengecek notifikasi, kita juga dapat terus bekerja. Namun perlu diketahui, ketika fokus anda terus menerus dialihkan, ritme kerja anda akan terganggu dan anda kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaan. Hasilnya, pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu singkat bisa terhambat dan akhirnya membutuhkan waktu yang jauh lebih lama.

Untuk mengatasi hal tersebut, cara yang paling tepat adalah mematikan notifikasi dalam bentuk apapun yang dapat mengalihkan fokus anda. Alih-alih mengecek perangkat anda setiap saat, anda dapat membagi waktu-waktu tertentu yang dapat dikhususkan untuk hal tersebut. Dengan demikian, ketika saatnya untuk menyelesaikan pekerjaan, anda dapat fokus dan tidak terganggu dengan notifikasi yang masuk.


2.     Analisis langkah-langkah anda dalam menyelesaikan pekerjaan

Ketika anda hendak memulai pekerjaan anda dalam satu hari, coba buat daftar pekerjaan yang harus diselesaikan pada hari itu. Setelahnya, buatlah langkah-langkah mendetail untuk setiap pekerjaannya. Melalui pembuatan list pekerjaan dan langkah-langkah yang menyeluruh, anda dapat menganalisisnya kembali dan memilah mana langkah-langkah yang bisa ditiadakan untuk lebih menghemat waktu. Bila dalam beberapa pekerjaan terdapat langkah-langkah yang sama, anda dapat menyelesaikan bagian pekerjaan yang serupa sehingga anda dapat lebih fokus untuk mengerjakannya.

Misalkan ketika dalam satu hari anda berurusan dengan lima proyek yang berbeda. Dalam kelima proyek tersebut anda akan melakukan review, revisi, dan menggambar detail. Akan lebih efisien bila anda terlebih dahulu me-review semua proyek, setelah itu merevisi masing-masing proyek, dan barulah menggambar detail setiap proyek.


3.     Tentukan prioritas pekerjaan

Dari daftar pekerjaan yang anda buat ketika anda mulai bekerja, alangkah baiknya untuk menentukan prioritas pekerjaan yang harus diselesaikan. Anda dapat membuat prioritas berdasarkan nilai pekerjaan dari yang paling penting hingga yang minor. Anda juga dapat mengurutkan pekerjaan berdasarkan kesukaan anda terhadap pekerjaan-pekerjaan yang ada. Seperti peribahasa: “Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”, ada baiknya anda mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang anda paling tidak sukai atau yang paling sukar. Barulah setelah itu anda dapat mengerjakan pekerjaan yang lebih anda senangi.

 

4.     Otomatisasi pekerjaan bila memungkinkan

Bila dalam sebuah pekerjaan terdapat langkah-langkah yang berulang dan memakan waktu yang banyak, sebaiknya anda mencari tahu apakah langkah-langkah tersebut dapat diotomatisasi. Dengan otomatisasi, anda dapat menghemat banyak waktu dan fokus untuk mengerjakan hal lainnya. Contoh paling sederhana adalah bila anda sering mengirim e-mail dengan isi yang mirip, anda dapat membuat template e-mail tersebut, sehingga Anda tidak perlu membuat e-mail yang sama dari awal setiap kali anda ingin mengirimnya.

 

5.     Tingkatkan keahlian aplikasi yang dipakai

Sebagai arsitek, kita memakai cukup banyak aplikasi tergantung pada keperluan/kepentingan pekerjaan. Aplikasi seperti AutoCAD dan SketchUp tentunya bukan hal yang asing lagi bagi arsitek. Ketika awal mempelajarinya, tidak sedikit dari arsitek yang mempelajarinya secara otodidak. Hasilnya adalah pengetahuan yang terbatas terhadap aplikasi yang membatasi kinerja kita. Maka dari itu, ada baiknya anda mencari tahu atau mempelajari lebih lanjut tentang aplikasi yang sering anda pakai. Bisa jadi, banyak tools dalam aplikasi yang tidak anda ketahui dan ternyata dapat memudahkan dalam mengerjakan pekerjaan anda. Selain tools, anda juga dapat menguasai lebih banyak shortcut yang mempercepat kinerja anda.

Selain meningkatkan keahlian aplikasi yang sering anda pakai, ada baiknya anda mempelajari aplikasi-aplikasi lainnya yang memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas. Aplikasi BIM (Building Information Modeling) seperti Revit atau ArchiCAD yang mencakup beberapa nomor pekerjaan melalui satu proses pengerjaan patut dipelajari lebih lanjut.

 

Foto: ArchiCAD adalah salah satu software yang dapat meningkatkan produktivitas ©martinremco, wikimedia commons


6.     Bentuk sebuah kebiasaan yang baik

Sebuah kebiasaan adalah hal yang kita kerjakan berulang-ulang secara otomatis tanpa harus ada usaha untuk memulainya. Bila kita terbiasa untuk jogging setiap pagi, tanpa disuruh dan berusaha, kita akan tetap melakukannya setiap hari. Bila kita terbiasa untuk mengundur pekerjaan yang seharusnya kita kerjakan, tanpa kita sadari hal itu akan terus kita lakukan setiap saat ada hal yang harus dikerjakan. Oleh sebabnya, alangkah baiknya kita membiasakan hal-hal yang dapat meningkatkan produktivitas kita dalam bekerja.


Penulis: Daniel Jiang

Showcase portfolio and let more people know about your company!

You May Also Like

Kain Furnitur Terkena Noda! Apa yang Harus dilakukan?

Bayangkan jika kain sofa Anda terkena noda seperti tumpahan kopi, teh atau jus. Noda tersebut akan merusak keindahan dan keawetan sofa Anda jika tidak dibersihkan dengan cara yang benar. Jadi bagaimana cara membersihkan noda tersebut dengan benar? Tiffani Casa Moda akan membagikan beberapa tips untuk membersihkan noda natural dari kain furnitur Anda dengan menggunakan produk yang mudah ditemukan di rumah Anda.

Sponsored Article

Tips Sukses Job Interview di Biro Arsitektur

Bagi fresh graduates dari Jurusan Arsitektur atau orang yang baru pertama kali akan menjalani tahap wawancara di biro arsitektur, tentu pernah memikirkan bagaimana wawancara akan terlaksana. Selain prosedur standar seperti perkenalan dan tanya jawab, terdapat beberapa keunikan yang dapat Anda temui dalam tahap wawancara di biro arsitektur. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hal ini, mari simak ulasan berikut!

17 November 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

6 Alasan Anda Memilih Menjadi Seorang Arsitek

Memilih untuk berkarir dalam dunia arsitektur merupakan keputusan bagi sebagian orang yang memang mendambakannya. Tentunya dibalik keputusan itu, pasti ada alasan-alasan tertentu yang mendasari hingga seseorang benar-benar ingin berkecimpung di dalam dunia arsitektur—sebuah bidang yang dikenal akan memakan banyak jam tidur untuk menyelesaikan berbagai macam gambar atau maket. Buku Architect: A Candid Guide to the Profession karya Roger K. Lewis memuat beberapa alasan-alasan yang banyak membuat orang tertarik untuk mendalami profesi ini.

3 November 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

Event Highlights - IYA Exhibition 2017 - 1 Are House

Pada tanggal 28 Oktober lalu, pameran Rumah 1 Are oleh Indonesian Young Architect dibuka. Berlokasi di Uma Seminyak Bali, pameran konsep arsitektur oleh 40 tim arsitek ini bertujuan untuk memberi pemahaman bahwa lahan yang terbatas pun dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi dan skenario. Pameran Rumah 1 Are akan berlangsung sampai pada tanggal 12 November 2017. Rangkaian kegiatan seperti Architalks, project visit, dan presentasi karya juga akan terus diadakan di setiap akhir minggu sampai pameran ini berakhir.

31 October 2017 / ARCHITECTURE / By Bluprin

4 Tips Memaksimalkan Komunikasi Dalam Proyek Arsitektur

Komunikasi adalah proses pertukaran informasi yang berlangsung secara dua arah. Prinsip umum komunikasi yaitu bagaimana menyampaikan pesan agar dapat diterima tanpa ada salah paham di antara kedua belah pihak yang terlibat. Jika terjadi kesalahpahaman, maka dapat dipastikan bahwa ada yang salah dengan proses komunikasi yang berlangsung. Komunikasi menjadi suatu hal vital dalam sebuah proyek yang ditangani oleh arsitek. Sebagai seorang konseptor, arsitek harus mampu mengomunikasikan gagasan desainnya dengan baik tanpa terjadi salah paham dengan pihak stakeholder seperti klien, kontraktor, atau tukang. Dengan begitu, desain yang nantinya terbangun akan sesuai dengan konsep awal arsitek.

30 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio