Mendapatkan proyek dari seorang klien merupakan suatu hal yang diharapkan terus terjadi dalam keberlangsungan sebuah biro arsitektur. Untuk itulah arsitek pasti akan selalu meningkatkan kualitas desain dan pekerjaannya agar kepercayaan klien dapat tetap terjaga. Sering kali karena terlalu fokus pada pekerjaannya, banyak arsitek kurang menyadari apa yang dicari klien pada diri seorang arsitek.

Dengan mengetahui kriteria klien dalam memilih arsitek, Anda dapat menyesuaikan diri sebagai arsitek yang diinginkan kebanyakan klien—tentunya tanpa kehilangan karakter masing-masing pribadi diri Anda. Sehingga, kesempatan Anda untuk mendapatkan proyek akan semakin terbuka luas. Berikut ini beberapa kriteria klien dalam memilih arsitek yang dihimpun dari buku Architect: A Candid Guide to the Profession karya Roger K. Lewis.

1.     Profesional, bersertifikat, dan berpengalaman

Tentunya klien akan memilih untuk memercayakan proyeknya kepada biro arsitektur yang profesional, terlebih bagi klien dengan proyek berskala besar. Di Indonesia, untuk menangani suatu proyek, Sertifikat Keahlian Arsitektur (SKA) yang diterbitkan oleh IAI sudah menjadi syarat wajib setiap arsitek. Apalagi dengan diresmikannya UU Arsitek baru-baru ini, bangunan yang dirancang arsitek tanpa sertifikat akan sangat mungkin tidak lolos IMB. Untuk itu, mengurus sertifikasi ini menjadi hal yang wajib dilakukan oleh setiap arsitek.

2.     Kreatif, pandai, dan punya style

Arsitek dianggap sebagai sebuah profesi yang membutuhkan kreativitas tinggi. Untuk itu, sudah pasti kreativitas serta kepandaian dalam mengolah ruang menjadi kriteria tersendiri bagi klien dalam memilih seorang arsitek. Biasanya klien akan melihat dari karya-karya terdahulu. Cara yang paling mudah bagi mereka adalah dengan mengunjungi website resmi dari biro arsitektur. Maka dari itu, penting bagi sebuah biro arsitektur untuk memiliki sebuah website resmi yang berisi proyek-proyek terdahulu mereka. Dari sanalah klien dapat menilai track record keberhasilan desain dari sebuah biro arsitektur.

Selain kreativitas dan kepandaian dalam mendesain, klien juga akan memilih arsitek berdasarkan style yang mereka sukai. Misalnya, klien yang menyukai bangunan bergaya modern tentunya akan mencari arsitek yang sering menghasilkan desain dengan gaya modern juga.

3.     Memiliki integritas dan attitude yang baik

Integritas dan attitude yang baik juga menjadi salah satu kriteria klien dalam memilih arsitek. Integritas dan attitude ini bisa dinilai dari keseriusan arsitek dalam mendesain, kegigihannya dalam mewujudkan kebutuhan dan keinginan klien, serta caranya memperlakukan klien. Informasi terkait dengan integritas dan attitude seorang arsitek bisa diketahui dari cerita-cerita klien-klien terdahulu yang pernah ditangani oleh arsitek tersebut. Bisa dibilang bahwa profesi sebagai arsitek lebih banyak berkembang dari ‘word of mouth’. Klien yang memiliki impresi baik terhadap integritas dan attitude seorang arsitek, pasti akan menceritakannya kepada orang lain. Dari sanalah nama baik seorang arsitek akan terbangun.

Sikap yang baik penting untuk menumbuhkan impresi yang baik dari klien

Foto: Sikap yang baik penting untuk menumbuhkan impresi yang baik dari klien. ©rawpixel

4.     Performa baik dan bisa memenuhi keinginan klien

Performa seorang arsitek merupakan hal yang sangat krusial bagi klien. Biasanya, performa ini erat kaitannya dengan kemampuan arsitek dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan klien melalui desain yang ia ajukan. Selain itu, performa yang baik di mata klien juga bisa dikaitkan dengan timeline pekerjaan yang tepat waktu dan juga kemampuan membangun dengan batasan dana yang disetujui. Performa baik arsitek juga dapat dibuktikan dari daftar panjang klien-klien terdahulu yang sudah puas dengan hasil desainnya.

5.     Biaya jasa desain yang sesuai

Masalah biaya memang menjadi kriteria yang cukup sensitif baik bagi klien maupun arsitek. Di satu sisi, klien yang paling ideal bagi seorang arsitek yaitu mereka yang bersedia membayar berapa pun untuk proyek yang telah disepakati. Namun di sisi lain, untuk mewujudkan kebutuhan dan keinginannya, sering kali klien kurang memahami bahwa arsitek memerlukan biaya yang tidak sedikit. Semakin banyak permintaan klien yang harus diwujudkan arsitek, semakin banyak juga biaya yang diperlukan untuk membangun. Menurut Tabel Honorarium Arsitek yang disusun oleh IAI Jakarta, ada persentase tertentu di luar biaya membangun yang harus dibayarkan sebagai jasa desain untuk arsitek. Sehingga, dengan meningkatnya biaya membangun, akan bertambah juga fee arsitek.

Apa yang harus dilakukan oleh seorang arsitek dalam menghadapi tarik menarik harga dari dua pihak tadi? Arsitek harus membiasakan diri untuk selalu menjelaskan rincian biaya yang dibutuhkan kepada kliennya secara gamblang. Memang tidak mudah memberikan pengertian kepada klien terutama terkait dengan biaya, untuk itulah selain kemampuan desain, arsitek juga harus mampu bernegosiasi dan melakukan pendekatan kepada klien terkait masalah biaya.

6.     Kantor yang baik, rapi, dan mudah diakses

Penilaian klien terhadap kantor arsitek bisa menjadi sebuah nilai tambah tersendiri. Penilaian ini biasanya terkait dengan kerapian dan juga aksesibilitas kantor. Kantor yang mudah diakses klien memiliki keunggulan tersendiri karena ini memudahkannya dalam mengikuti meeting bila diadakan kantor. Untuk menambah kenyamanan klien, arsitek juga bisa menyediakan ruang meeting yang rapi dan bersih. Dengan begitu, pandangan yang baik dari klien terhadap sebuah biro arsitektur akan terbentuk saat melakukan meeting.

Dengan memiliki kantor yang baik, klien dapat menjadi yakin dan bangga terhadap arsitek yang di-hire

Foto: Dengan memiliki kantor yang baik, klien dapat menjadi yakin dan bangga terhadap arsitek yang di-hire. ©Nastuh Abootale, unsplash

.

Enam hal di atas merupakan kriteria-kriteria yang diperhatikan oleh kebanyakan klien dalam memilih arsitek. Bisa dilihat bahwa informasi terkait sebagian besar kriteria di atas seperti kreativitas, integritas, dan performa bisa didapatkan calon klien dari klien-klien terdahulu. Kriteria-kriteria di atas bisa Anda jadikan pedoman untuk memosisikan diri Anda menjadi seorang arsitek yang sesuai dengan keinginan klien pada umumnya. Dengan begitu, akan lebih banyak lagi klien yang datang kepada Anda dengan berbagai macam proyeknya. Tapi harus diingat kembali bahwa Anda juga harus tetap mempertahankan ciri khas masing-masing sebagai seorang arsitek.

Penulis: Raudina Rachmi

Showcase your portfolio and let more people know about your company!

You May Also Like

Kain Furnitur Terkena Noda! Apa yang Harus dilakukan?

Bayangkan jika kain sofa Anda terkena noda seperti tumpahan kopi, teh atau jus. Noda tersebut akan merusak keindahan dan keawetan sofa Anda jika tidak dibersihkan dengan cara yang benar. Jadi bagaimana cara membersihkan noda tersebut dengan benar? Tiffani Casa Moda akan membagikan beberapa tips untuk membersihkan noda natural dari kain furnitur Anda dengan menggunakan produk yang mudah ditemukan di rumah Anda.

Sponsored Article

Tips Sukses Job Interview di Biro Arsitektur

Bagi fresh graduates dari Jurusan Arsitektur atau orang yang baru pertama kali akan menjalani tahap wawancara di biro arsitektur, tentu pernah memikirkan bagaimana wawancara akan terlaksana. Selain prosedur standar seperti perkenalan dan tanya jawab, terdapat beberapa keunikan yang dapat Anda temui dalam tahap wawancara di biro arsitektur. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hal ini, mari simak ulasan berikut!

17 November 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

6 Alasan Anda Memilih Menjadi Seorang Arsitek

Memilih untuk berkarir dalam dunia arsitektur merupakan keputusan bagi sebagian orang yang memang mendambakannya. Tentunya dibalik keputusan itu, pasti ada alasan-alasan tertentu yang mendasari hingga seseorang benar-benar ingin berkecimpung di dalam dunia arsitektur—sebuah bidang yang dikenal akan memakan banyak jam tidur untuk menyelesaikan berbagai macam gambar atau maket. Buku Architect: A Candid Guide to the Profession karya Roger K. Lewis memuat beberapa alasan-alasan yang banyak membuat orang tertarik untuk mendalami profesi ini.

3 November 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

Event Highlights - IYA Exhibition 2017 - 1 Are House

Pada tanggal 28 Oktober lalu, pameran Rumah 1 Are oleh Indonesian Young Architect dibuka. Berlokasi di Uma Seminyak Bali, pameran konsep arsitektur oleh 40 tim arsitek ini bertujuan untuk memberi pemahaman bahwa lahan yang terbatas pun dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi dan skenario. Pameran Rumah 1 Are akan berlangsung sampai pada tanggal 12 November 2017. Rangkaian kegiatan seperti Architalks, project visit, dan presentasi karya juga akan terus diadakan di setiap akhir minggu sampai pameran ini berakhir.

31 October 2017 / ARCHITECTURE / By Bluprin

4 Tips Memaksimalkan Komunikasi Dalam Proyek Arsitektur

Komunikasi adalah proses pertukaran informasi yang berlangsung secara dua arah. Prinsip umum komunikasi yaitu bagaimana menyampaikan pesan agar dapat diterima tanpa ada salah paham di antara kedua belah pihak yang terlibat. Jika terjadi kesalahpahaman, maka dapat dipastikan bahwa ada yang salah dengan proses komunikasi yang berlangsung. Komunikasi menjadi suatu hal vital dalam sebuah proyek yang ditangani oleh arsitek. Sebagai seorang konseptor, arsitek harus mampu mengomunikasikan gagasan desainnya dengan baik tanpa terjadi salah paham dengan pihak stakeholder seperti klien, kontraktor, atau tukang. Dengan begitu, desain yang nantinya terbangun akan sesuai dengan konsep awal arsitek.

30 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio