Foto: a House ©Studiopapa

Apakah arsitektur rumah minimalis itu murah karena pemakaian kata minimal? Pemakaian kata minimal tidak secara mentah diartikan sebagai sesuatu yang murah karena minimnya eksplorasi desain. Justru, minimalis adalah salah satu cara mengaplikasikan desain sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Beberapa tahun belakangan ini, tren atau gaya arsitektur di Indonesia juga cenderung mengarah ke minimalis. Sebenarnya, apa yang disebut Minimalisme itu?


Foto: DJ House ©Sontang M Siregar

Rumah minimalis menekankan bentuk desain yang lugas, polos, sederhana, tidak rumit, kompak, dan efisiensi ruang. Mahal murah suatu bangunan sangat ditentukan oleh pemakaian bahan material yang digunakan dari desain yang diusulkan. Adapun biaya struktur bangunan rumah umumnya memakai harga standar pasaran. Penyelesaian pekerjaan yang rapi dan penuh kehati-hatian menuntut tenaga tukang yang terampil, jeli, dan berpengalaman sehingga membuat biaya tukang di atas harga pasaran.

Artikel Lainnya: Desain Interior Minimalis berkonsep Monokrom Hitam-Putih


Foto: DDYW Residence ©Ivan Priatman Architecture

Kesan minimalis juga tampil pada sikap arsitek, atas persetujuan klien sebagai calon penghuni rumah, untuk “sukarela" mereduksi berbagai kebutuhan yang tidak penting. Hanya bagian esensial fungsi rumah saja yang tetap dipertahankan sehingga jika rumah tersebut berkesan minimalis, itu hanyalah merupakan hasil dari sebuah proses. Bukan tujuan akhir. Keindahan rumah minimalis secara optimal terjadi dari kemurnian fungsi itu sendiri.


Foto: Light House ©Gap Architects

Rumah minimalis adalah sebuah gaya arsitektur bangunan yang tengah menjadi tren di metropolitan. Karya arsitektur bangunan, termasuk rumah minimalis, merupakan pilihan-pilihan terhadap bentuk arsitektur sebagai akibat budaya. Bukan sekadar latah ikut-ikutan tren minimalis adalah pola berpikir, bekerja, dan suatu cara hidup. Sebuah cara pandang baru dalam melihat desain sebagai refleksi cara hidup masyarakat urban yang serba praktis, ringan, efisien, dan penuh kesederhanaan.


Foto: RS House ©Axial Studio

Di Indonesia, kecenderungan orang memilih desain arsitektur minimalis, semata-mata sebagai reaksi kejenuhan terhadap model bangunan yang cenderung monoton, banyak ornamen, susah dibersihkan dan lain-lain. Di lain sisi, tren minimalis juga dipengaruhi oleh gaya arsitektur dunia pada umumnya yang cenderung mengutamakan kesan praktis, sederhana namun tidak mengurangi fungsi dasar dan keindahannya.

Artikel Lainnya: Konsep 'Urban Minimalist' untuk Desain Interior yang Modern dan Efisien


Foto: White box house ©Indra Tata Adilaras

Apakah bentuk minimal selalu kotak sederhana atau ada bentuk lain?

Bentuk rumah minimalis tidak selalu harus kotak sederhana, tetapi juga dapat berbentuk platonik geometri menjadi bagian dari lanskap yang “tiba-tiba" muncul ke atas. Namun, jika rumah tersebut memang hanya diperlukan bentuk kotak, maka bentuk kotak merupakan hasil dari suatu proses kebutuhan fungsi, bukan karena pemaksaan ataupun latah mengikuti tren.


Foto: Rumah Box Frame ©RDA

Minimum is ultimate ornament. Minimum menjadi tujuan sekaligus ornamen itu sendiri yang sederhana dan murni (simple and pure). Garis-garis lurus, bidang-bidang datar yang mulus, terkadang kasar, dan pertemuan bidang yang serba siku tegak lurus. Blocking massa, material, pencahayaan, pengulangan, sirkulasi ringkas, optimalisasi multifungsi ruang dan berurut.


Foto: Bintaro House ©Archapadha Studio

Nah, dari paparan diatas rumah minimalis akan terus berkembang seiring dengan kreativitas arsitek, inovasi desain, dan ditunjang kecanggihan teknologi, membuat penampilan rumah minimalis akan selalu hadir dengan berbagai terobosan baru yang segar, detail yang makin sempurna, dan harga yang semakin terjangkau. Kehadiran rumah minimalis justru menjadi media komunikasi antara arsitektur dan lanskap dengan bentuk kekontrasannya antara alam dan sesuatu buatan manusia (budaya).

Artikel Lainnya: YAK01-House: Model Rumah Minimalis di Bangkok, Thailand

#tanyabluprin tanpa biaya!

You May Also Like

5 Hal yang Bisa Dilakukan Mahasiswa Arsitektur Setelah Lulus Kuliah

Anda telah menyelesaikan pendidikan arsitektur. Upacara kelulusan sudah di depan mata. Inilah waktu untuk menentukan langkah yang akan dituju selanjutnya. Dalam memulai perjalanan karir Anda sebagai arsitek, anda dapat memilih berbagai jalan. Berikut lima alternatif yang dapat anda pertimbangkan sebagai langkah lanjutan setelah lulus dari jurusan arsitektur. Pilihan ini tidak hanya membantu anda berkembang menjadi arsitek yang kebih baik, namun juga dapat membuka peluang baru dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.

21 August 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

6 Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja Arsitek

Sejak duduk di bangku kuliah, mahasiswa arsitektur sering dikorelasikan dengan aktivitas bergadang untuk menyelesaikan tugas kuliah. Dengan bangga, sesama mahasiswa arsitektur juga menyatakan bahwa bila seorang mahasiswa arsitektur tidak bergadang berarti orang tersebut belum dapat diakui sebagai mahasiswa arsitektur yang sesungguhnya. Kebiasaan yang kurang menyehatkan ini bahkan sering kali dibawa sampai ke lingkungan kerja. Yang menjadi pertanyaan, apakah memang kuantitas pekerjaan begitu banyak sampai-sampai arsitek tidak memiliki cukup waktu dan harus bergadang? Atau malah disebabkan karena arsitek bekerja kurang efektif dan tidak efisien? Sering kali jawabannya adalah karena arsitek bekerja kurang efektif dan efisien sehingga tidak produktif dan berakhir bergadang setiap malamnya.

15 August 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

Tips Pakar: 3 Hal Yang Arsitek Harus Lakukan Untuk Mendapatkan Klien

Arsitek Achmad Noerzaman membuka rahasia bagaimana caranya arsitek dapat membuka “pintu” klien. Pada presentasi arsitektur di Forum Arsitektur Archinesia ke-26 di Jakarta Design Center 6 Juli 2017 lalu, arsitek yang juga direktur utama biro arsitektur ARKONIN, perusahaan biro arsitektur besar dengan 300 staf dan sudah berusia 50 tahun ini menyebutkan tiga hal penting yang haris dilakukan arsitek:1. Menyiapkan Portofolio2. Mengikuti sayembara arsitektur3. Melakukan publikasi

14 August 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

Penting! 3 Alasan Mengapa Calon Arsitek Harus Magang

Sesuai dengan Undang-Undang (UU) Arsitek yang telah disahkan beberapa waktu lalu, untuk bisa menjadi seorang arsitek di Indonesia diharuskan memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek. Salah satu syarat untuk memperoleh Surat Tanda Registrasi yaitu dengan mengikuti program magang paling singkat selama dua tahun bagi para lulusan program pendidikan Arsitektur. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) sebagai salah satu pihak yang cukup berperan dalam terwujudnya UU sebelumnya juga telah menetapkan ketentuan magang bagi para sarjana arsitek yang ingin mendapatkan sertifikasi arsitek di Indonesia.

10 August 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio