Delution Architect  merupakan sebuah perusahaan perencanaan arsitektur dan desain interior serta konstruksi yang didirikan oleh tiga arsitek muda yaitu Muhammad Egha, Sunjaya Askaria, dan Hezby Ryandi. Mereka sepakat mendirikan Delution pada tahun 2013 dan pada tahun berikutnya rekan mereka Fahmy Desrizal turut bergabung membangun Delution. Selain itu, ternyata Delution juga memiliki arti lain “Delution itu sebenernya singkatan dari Design Revolution, jadi kita ingin membangun sebuah konsultan yang mendesain, baik arsitektur maupun interior, dan hasilnya itu revolusioner. Sebagai contoh membuat rumah tidak hanya menjadi rumah biasa, tetapi juga rumahnya unik dan beda sesuai dengan arti dari revolution” Ujar Egha.

Delution Architect

Splow House ©Fernando Gomulya

Meskipun terbilang masih baru dalam dunia arsitektur dan desain interior, namun Delution telah menorehkan prestasi yang membanggakan. Mereka berhasil memenangkan Asia Pacific Design Award 2015 untuk kategori “Corporate Space Small” melalui proyek kantor BBDO Indonesia. Proyek tersebut juga mendapat sorotan luas dari beberapa media cetak dan dunia internasional seperti China, Perancis, hingga Rusia.

Delution Architect 2

Kantor BBDO Indonesia ©Fernando Gomulya

Dalam mendesain, Delution selalu memastikan untuk membuat klien merasa  puas dan kagum dengan hasil karyanya sehingga itu dapat menjadi sarana untuk mempromosikan hasil karya mereka secara tidak langsung. “Kita selalu menekankan 3 aspek utama dalam mendesain yaitu  ‘Branding Identity’ yang artinya semua desain kita selalu merepresentasikan klien, kemudian ‘Green Design’ dalam hal ini gak selalu serba green, tapi kita terapin konsep hemat energi, dan yang terakhir  ‘Fit to Behavior’ yaitu menyesuaikan dengan pengguna,” terang pria lulusan Teknik Arsitektur Universitas Bina Nusantara ini. Penerapan aspek utama dari desain Delution dapat pula dilihat pada proyek Kantor SPPI yang merupakan pengembangan visualisasi dari logo perusahaan sebagai upaya Branding Identity.

Artikel terkait: Kantor SPPI oleh Delution Architect

Delution Architect 3

Kantor SPPI ©Bluprin 

Delution dan tim ingin lebih mengembangkan bisnis ini setelah membangun perusahaan yang berfokus pada bidang arsitektur dan desain interior, serta konstruksi (dengan nama Conclution). Mereka  juga menargetkan untuk mengembangkan perusahaannya dalam bidang properti dan furnitur. Dengan begitu, Delution akan mampu memenuhi kebutuhan klien dari awal hingga akhir dalam tiap proyek yang ditanganinya.

Delution Architect 4

© Delution Architect

Tidak ada strategi khusus bagi Delution untuk menghadapi pesaingan dalam bisnis ini. Egha mengatakan “Yang terpenting dari perusahaan jasa, yaitu service dan produk, itu aja kalau kita buat keduanya berjalan baik dan bagus harusnya kita gak perlu takut dengan competitor, kita tunjukin di bukti konkritnya, yaitu desain dan hasilnya” . Ia juga menambahkan bagi para arsitek muda yang ingin terjun secara profesional dalam bisnis arsitektur dan desain interior agar jangan takut dengan persaingan yang ada. Menurutnya, arsitek muda di Indonesia saat ini sudah banyak yang memiliki kemampuan yang sangat bagus dan berpotensi untuk go international. Namun, sering kali yang menjadi kendala adalah kurangnya kepercayaan diri.

Delution Architect 5

Kantor Anglo Euro ©Bluprin

Egha juga mengatakan bahwa kini era sudah berubah, “Dulu publikasi susah, sekarang media sosial sudah banyak dan gampang diakses, seperti Instagram, facebook, dll. Sebagai arsitek ini positif karena mereka akan membantu untuk mempublikasikan kita bahkan mungkin bisa dapat klien dari sana ya ditambah dengan Bluprin yang lebih spesifik ke arsitektur dan desain interior itu sangat membantu kami”. Kini terdapat media promosi yang lebih mudah melalui internet yang dapat dimanfaatkan oleh banyak arsitek muda sehingga bisa mengembangkan usahanya dari sedini mungkin tanpa perlu bekerja bertahun-tahun pada perusahaan orang lain sebelum bisa meraih kesuksesan.

 

 

Artikel lainnya: Perlukah Jasa Arsitek dalam membangun Rumah Tinggal?

You May Also Like

Kain Furnitur Terkena Noda! Apa yang Harus dilakukan?

Bayangkan jika kain sofa Anda terkena noda seperti tumpahan kopi, teh atau jus. Noda tersebut akan merusak keindahan dan keawetan sofa Anda jika tidak dibersihkan dengan cara yang benar. Jadi bagaimana cara membersihkan noda tersebut dengan benar? Tiffani Casa Moda akan membagikan beberapa tips untuk membersihkan noda natural dari kain furnitur Anda dengan menggunakan produk yang mudah ditemukan di rumah Anda.

Sponsored Article

Mengenal Einstein and Associates: Desain dengan ‘Attention to Detail’

Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan Lemongrass dan Bottega Ristorante yang menjadi restoran dengan desain unik dan berkelas. Adalah Einstein dan Associates yang menjadi desainer di balik semua detail desainnya. Berikut hasil wawancara dengan Einstein dari Einstein and Associates.

10 August 2017 / ARCHITECTURE / By Aisya Putri

MINT Design Studio - Arsitektur yang Berkarakter

Berangkat dari pengalaman berkarya dalam satu konsultan desain arsitektur, bekerjasama menjadi keseharian bagi Felandro Madjid, Rangga Indrajaya, dan Titis Nurabadi, serta Ellyana Tse sebagai kolaborator desainer interior. Memiliki kesepahaman desain yang sama membuat mereka memutuskan untuk berkarya mandiri lewat konsultan arsitektur Mint Design Studio sejak tahun 2011. MINT sendiri merupakan singkatan nama belakang para pendirinya (Madjid, Indrajaya, Nurabadi, Tse).

20 July 2017 / ARCHITECTURE / By Aisya Putri

Vindo Design - Mencerahkan Rumah Dengan Desain Pop Art

Dalam mendesain sebuah ruang, setiap desainer interior tentunya memiliki ciri khasnya tersendiri agar ruangan dapat terlihat lebih menarik. Bagi Eduardus Tri Aryo, desainer interior sekaligus pendiri Vindo Design, aksen dari warna cerah menjadi ciri khas yang bisa membuat sesisi ruang terasa lebih ceria.

3 February 2017 / ARCHITECTURE / By Bluprin

Ashari Architect - Desain Kontekstual Sesuai Iklim Indonesia

Desain yang menarik selalu berawal dari konsep yang baik. Melalui proses yang tidak instan, dibutuhkan pemahaman dan pemikiran akan fungsi ruang yang sesuai dengan kebutuhan pemilik. Dalam hal ini, Emir Ashari, pendiri dari Ashari Architect selalu mengedepankan desain sederhana yang fungsional untuk kemudian dituangkan ke dalam bentuk-bentuk estetis yang juga dapat mendeskripsikan kepribadian klien.

6 November 2016 / ARCHITECTURE / By Heni Nurmawanti