Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan Lemongrass dan Bottega Ristorante yang menjadi restoran dengan desain unik dan berkelas. Adalah Einstein dan Associates yang menjadi desainer di balik semua detail desainnya. Berikut hasil wawancara dengan Einstein dari Einstein and Associates.

Sejak kapan berkecimpung dalam dunia arsitektur?

Mulai kuliah di jurusan Arsitektur Universitas Pelita Harapan pada tahun 2004. Sekitar semester 6 saya internship di PT. Inamatari dikenal dengan Shie Fen Architect yang merupakan konsultan arsitek legendaris di Indonesia. Setelah lulus saya sempat bekerja di 2 konsultan arsitektur, yaitu Atelier Cosmas Gozali dan Wilis Kusuma Architect selama kurang lebih 4 tahun sebelum memutuskan untuk memulai Einstein and Associates.

Wilshire Senopati oleh William Kalengkongan

Foto: Wilshire Senopati ©William Kalengkongan

Apa latar belakang mendalami bidang desain bangunan?

Awalnya karena seringkali ke rumah kakek yang merupakan karya dari Shie Fen Architect yang terkenal dengan tangga melingkar dan proporsi ruang yang bagus. Saya mendapatkan inspirasi dan banyak belajar pengalaman ruang dari sana. Saya sendiri diberikan kebebasan untuk memilih jurusan dan menentukan masa depan sendiri, tidak diharuskan untuk melanjutkan studi ke bidang bisnis, walaupun latar belakang keluarga sebenarnya pebisnis.

“Desain adalah sebuah proses belajar dan tidak bisa instan.”

Kapan tepatnya Einstein and Associates didirikan dan seberapa besar timnya saat ini?

Diawali dengan proyek Wilshire pada akhir tahun 2013 yang dikerjakan bersama rekan, Su Yenni, tetapi lebih ke hubungan kolaborasi. Untuk staf sebenarnya tidak ada, semua hal dalam keberjalanan konsultan ini menjadi tanggung jawab saya sendiri, mulai dari bertemu klien, perancangan konsep, detail, gambar perancangan, semua produk desain hingga pengawasan proyek. Selama ini saya masih perfeksionis dan menikmati bekerja sendiri.

Wilshire Senopati oleh William Kalengkongan

Foto: Wilshire Senopati ©William Kalengkongan

Berlatar belakang arsitektur, mengapa lebih memilih mendirikan konsultan desain interior?

Saya orangnya lebih suka pada detail jadi cenderung eksplorasi di proyek interior. Jangka waktu proyek interior pun lebih singkat sehingga tidak terlalu banyak memakan waktu. Walaupun begitu, tetap ada proyek arsitektur yang saya desain, salah satunya proyek rumah tinggal.

Mengapa proyek yang dikerjakan lebih banyak pada fungsi komersial dan mayoritas pada f&b?

Beberapa kali memang ada penawaran untuk mengerjakan proyek tipologi lain, tetapi untuk saat ini passion saya cenderung ke desain restoran, bar, dan lounge. Selain itu, fungsi restoran sekarang ini tidak hanya menjadi tempat yang menawarkan cita rasa makanan, tetapi juga dituntut untuk menjadi tempat yang nyaman, berestetika dan instagramable. Saya tertarik dengan proyek yang memiliki tantangan desain dan juga attention to detail. Ini dapat diterapkan secara maksimal saat merancang restoran.

Lemongrass oleh William Kalengkongan

Foto: Lemongrass ©William Kalengkongan

Adakah pengalaman menarik pada proyek yang dikerjakan?

Setiap proyek pasti menarik karena memiliki karakter dan ide desain yang berbeda dari setiap klien. Kolaborasi konsep dan solusi desain antara klien dan saya sebagai desainer menjadi pengalaman menarik di setiap proyeknya.

“Saya masih ingin fokus untuk berkarya di Indonesia. Masih banyak elemen dan material asal Indonesia yang bisa dieksplorasi.”

Lalu, adakah duka ataupun pengalaman buruk sebagai desainer interior?

Pasti ada, misalnya saat restoran atau tempat yang saya desain telah beroperasi dan digunakan tidak dirawat dengan baik dalam keberjalanannya. Hal ini seolah tidak menghargai desain. Untuk meminimalisir hal ini, biasanya saya akan survey ke proyek-proyek sebelumnya yang sudah beroperasi untuk memastikan kondisinya. Apabila ada bagian yang harus diperbaharui saya akan langsung menghubungi klien untuk saran memperbaikinya dan ini bagian dari after service.

Nam Thai Kitchen & Bar oleh Einstein and Associates

Foto: Nam Thai Kitchen & Bar ©Einstein and Associates

Mengapa sering menggunakan mosaic? Adakah kesan khusus yang ingin ditimbulkan?

Saya ingin mengenalkan bahwa mosaic dapat menghadirkan kombinasi warna yang beragam dan detail mosaic membuat kesan yang lebih mewah dan elegan. Kebanyakan orang hanya familiar dengan mosaic monokrom satu warna. Padahal mosaic fleksibel dan dapat dieksplorasi membentuk motif yang eye-catching, seperti desain pada Bottega Ristorante yang didominasi warna gelap dan mosaic yang membentuk motif merak dijadikan aksen warna pada ruang.

Bottega Ristorante oleh Bluprin

Foto: Bottega Ristorante ©Bluprin

Setelah dikenal dalam kancah Internasional, apakah ada tawaran proyek yang datang dari negara lain?

Setelah proyek Lemongrass dimuat pada website Archdaily, beberapa tawaran proyek Internasional mulai berdatangan. Tetapi saya masih ingin fokus untuk berkarya di Indonesia. Masih banyak elemen dan material asal Indonesia yang bisa dieksplorasi. Keunikan dan ciri khas furnitur dengan detail kerajinan Indonesia masih perlu diperkenalkan kepada publik.

Apa harapannya untuk dunia arsitektur dan desain interior ke depannya?

Attention to detail. Para pelaku desain bangunan untuk lebih memperhatikan detail dalam mendesain. Selain itu, arsitek maupun desainer interior untuk lebih memprioritaskan kualitas desain dan kepuasan klien dan tidak hanya mementingkan kuantitas dan income proyek.

La Fusion oleh Einstein and Associates

Foto: La Fusion ©Einstein and Associates

Apa pesan untuk mahasiswa ataupun fresh graduate arsitek dan desainer interior untuk menghadapi praktik profesional dalam ranah desain bangunan?

Bekerja dengan serius dan maksimal, tidak hanya mementingkan penghasilan. Rasa memiliki proyek harus diterapkan dan dianggap sebagai bayi yang harus diperhatikan di setiap prosesnya. Desain adalah sebuah proses belajar dan tidak bisa instan. Proses ini mengajarkan untuk lebih bijaksana dalam mendesain dan menghadapi klien. Sampai sekarang pun saya masih terus belajar.

Penulis: Aisya Putri

Showcase portfolio and let more people know about your company!

You May Also Like

MINT Design Studio - Arsitektur yang Berkarakter

Berangkat dari pengalaman berkarya dalam satu konsultan desain arsitektur, bekerjasama menjadi keseharian bagi Felandro Madjid, Rangga Indrajaya, dan Titis Nurabadi, serta Ellyana Tse sebagai kolaborator desainer interior. Memiliki kesepahaman desain yang sama membuat mereka memutuskan untuk berkarya mandiri lewat konsultan arsitektur Mint Design Studio sejak tahun 2011. MINT sendiri merupakan singkatan nama belakang para pendirinya (Madjid, Indrajaya, Nurabadi, Tse).

20 July 2017 / ARCHITECTURE / By Aisya Putri

Vindo Design - Mencerahkan Rumah Dengan Desain Pop Art

Dalam mendesain sebuah ruang, setiap desainer interior tentunya memiliki ciri khasnya tersendiri agar ruangan dapat terlihat lebih menarik. Bagi Eduardus Tri Aryo, desainer interior sekaligus pendiri Vindo Design, aksen dari warna cerah menjadi ciri khas yang bisa membuat sesisi ruang terasa lebih ceria.

3 February 2017 / ARCHITECTURE / By Bluprin

Ashari Architect - Desain Kontekstual Sesuai Iklim Indonesia

Desain yang menarik selalu berawal dari konsep yang baik. Melalui proses yang tidak instan, dibutuhkan pemahaman dan pemikiran akan fungsi ruang yang sesuai dengan kebutuhan pemilik. Dalam hal ini, Emir Ashari, pendiri dari Ashari Architect selalu mengedepankan desain sederhana yang fungsional untuk kemudian dituangkan ke dalam bentuk-bentuk estetis yang juga dapat mendeskripsikan kepribadian klien.

6 November 2016 / ARCHITECTURE / By Heni Nurmawanti

Cubix Design Studio - Kombinasi Antara Teknik dan Seni

Diawali dengan kerja bersama disalah satu perusahaan desain di daerah Jakarta, kini Cubix Design Studio telah berdiri sendiri dalam menciptakan berbagai karya komersial dan hunian yang dapat dinikmati masyarakat luas. Didirikan oleh dua desainermuda Prieta Ayu Nugrahani lulusan dari FSRD - Desain Interior Universitas Trisakti dan rekannya Jessica Patria yang merupakan lulusan Teknik Arsitektur Universitas Indonesia, Cubix Studio Design merupakan perusahaan yang berfokus pada arsitektur dan desain interior sejak tahun 2010.

17 October 2016 / ARCHITECTURE / By Heni Nurmawanti