Foto: ©FuturarcPrize2017

Berangkat dari semangat kompetisi masing-masing individu, tim sayembara lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Arsitektur angkatan 2012 ini berhasil menjadi pemenang sayembara FuturArc Competitions Asia's Leading Green Design 2017, untuk Kategori Mahasiswa. Tim sayembara dipimpin oleh Inas Raras Maheningtyas dan beranggotakan empat orang: Asmita Puspasari, Bimo Wicaksana, Fadhil Hafizh Sadewo, serta Muhammad Ridho Kharisma Putra.


Foto: ©Bimo Wicaksana

Tema sayembara yang mengutamakan isu lingkungan ini menjadi motivasi awal salah satu anggota tim, Asmita, untuk turut berpartisipasi dengan mengajak keempat orang temannya. Kekompakkan dari anggota yang baru pertama kali bekerja sama sebagai tim ini ternyata membuahkan hasil.


Foto: ©FuturarcPrize2017

Didukung dengan latar belakang kuliah di Bandung, analisis permasalahan lahan yang telah mereka pahami dengan baik menjadi latar belakang pengembangan konsep desain bangunan. Dengan niat mengkritisi isu lingkungan dan pembangunan bangunan tinggi di lahan sekitar Alun-Alun Bandung yang dirasa tidak tepat, fokus ditujukan pada keberlanjutan aspek lingkungan, kesejahteraan masyarakat Bandung dan pengunjung alun-alun, juga aspek komersial. Hal ini menghasilkan sebuah konsep desain berjudul PORO (CITY).

Artikel Lainnya: Perlukah Jasa Arsitek dalam Membangun Rumah Tinggal?

 

Foto: ©FuturarcPrize2017

Bandung yang notabene terletak di cekungan antara Gunung Bukittunggul dan Gunung Malabar dengan intensitas hujan yang tinggi, memiliki potensi besar akan banjir dan longsor. Hal ini merupakan masalah utama yang diangkat, ditambah dengan kepadatan bangunan dan minimnya vegetasi. Solusi yang diperlukan adalah untuk memfasilitasi kota dengan bangunan serta jalur pejalan kaki yang berpori.

 

Foto: ©FuturarcPrize2017

Sistem pori bangunan mengoptimalkan penyerapan, penyaringan, dan penampungan air untuk kemudian dikelompokkan dan digunakan sesuai fungsinya, sama halnya dengan sistem pori pejalan kaki berfungsi. Area yang berfungsi sebagai penampung air dirancang secara detail  dengan struktur yang terdiri dari 6 lapisan, masing-masingnya memiliki fungsi tersendiri.


Foto: ©FuturarcPrize2017

Secara spesifik, pengembangan desain bangunan disesuaikan dengan konteks sekitar, yaitu alun-alun Bandung dengan menganalisis hubungan antar lahan eksisting, bangunan ini menjadi alur yang menjembatani bagian utara dan selatan, serta barat dengan timur lahan. Tidak hanya itu, analisis mendalam dihadirkan melalui total 10 aspek yang digambarkan konseptual dalam diagram. Berikut poster lengkap hasil sayembara desain kelima arsitek muda berbakat ini!

Artikel Lainnya: Apakah Arsitektur Minimalis itu Murah Karena Pemakaian Kata Minimal?




Artikel Lainnya: Apakah Arsitektur Minimalis itu Murah Karena Pemakaian Kata Minimal?

You May Also Like

Panduan Jitu Mengatur Struktur Organisasi Biro Arsitektur

Sebuah biro arsitekur pasti memiliki staf yang bekerja di dalamnya. Semakin besar sebuah biro arsitektur, maka akan lebih banyak pula staf yang dimilikinya. Pada biro yang sudah berukuran besar, pekerjaan masing-masing staf juga akan semakin spesifik. Semua staf yang ada dalam biro arsitektur, baik jumlahnya sedikit atau banyak, tetap harus diorganisasikan. Dengan membuat sebuah struktur organisasi, setiap staf akan memahami tugas pokoknya masing-masing sehingga overlapping pekerjaan dapat diminimalisir dan kinerja biro akan semakin efektif. Selain itu dengan adanya struktur organisasi, jalur koordinasi dan garis komando antar staf dalam biro juga akan semakin jelas.

20 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

4 Jenis Klien yang Akan Anda Hadapi Sebagai Arsitek

Sebagai seorang arsitek, pasti Anda akan mendapatkan berbagai jenis proyek desain bangunan bersama dengan kliennya masing-masing untuk ditangani. Perlu Anda ketahui bahwa setiap klien tidak akan sama dengan klien yang lain. Walaupun tidak akan ada klien yang sama persis, klien bisa dikelompokkan secara garis besar berdasarkan status dan kemungkinan proyek yang ditawarkan. Pengelompokan ini berguna bagi Anda untuk menentukan bagaimana Anda bersikap dan membawa diri di hadapan klien tersebut.

16 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

5 Hal yang Harus Diperhatikan Arsitek Saat Menyusun CV

Apakah Anda sedang melamar pekerjaan di biro arsitektur? Bagi sarjana lulusan jurusan arsitektur yang sedang mencari pekerjaan atau arsitek yang berencana untuk bekerja di biro arsitektur lain, tentu telah mempersiapkan curriculum vitae (CV). Apa sebenarnya makna dari “curriculum vitae”? Berdasarkan akar latin-nya, curriculum vitae memiliki makna course of life. Artinya, CV Anda harus memuat pengalaman yang Anda pernah jalani. Ketika sebuah biro meminta CV dalam proses perekrutan, informasi yang dibutuhkan adalah data pengalaman karier dari pelamar kerja. Hal ini penting dipahami oleh arsitek pelamar kerja, supaya seluruh informasi yang ada dalam CV relevan dengan kebutuhan biro arsitektur tempat ia melamar pekerjaan.

9 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

6 Kriteria Klien Dalam Memilih Arsitek

Mendapatkan proyek dari seorang klien merupakan suatu hal yang diharapkan terus terjadi dalam keberlangsungan sebuah biro arsitektur. Untuk itulah arsitek pasti akan selalu meningkatkan kualitas desain dan pekerjaannya agar kepercayaan klien dapat tetap terjaga. Sering kali karena terlalu fokus pada pekerjaannya, banyak arsitek kurang menyadari apa yang dicari klien pada diri seorang arsitek.

6 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio