Arsitek                      : SUB

Lokasi Proyek          : Bintaro IX, Tangerang Selatan

Luas Tanah              : 95 m2

Tahun Terbangun     : 2015

Fotografer                : Sefval Mogalana

Deskripsi oleh SUB

SUB Office yang berlokasi di Bintaro di area perkampungan warga memiliki akses jalan yang sempit dari perumahan besar Bintaro Jaya. Kaveling kecil dengan pemandangan sekitar ke arah perkampungan dengan tipologi rumah tinggal dan lanskap yang masih asri, juga berbatasan langsung dengan pagar perumahan mewah.

SUB Office - process

Ide dasar studio ini adalah membuat ruang kerja untuk 12 orang arsitek dengan postur massa bangunan yang ramping dan kompak. Bentuk dasar box dengan material bata kampung yang diangkat, dengan menyisakan ruang terbuka hijau di depan dan belakang massa untuk mendapatkan penghawaan dan sirkulasi udara yang baik.

SUB Office 01

Ruang-ruang di lantai dasar terdiri dari area parkir, teras, tangga, dapur, ruang meeting, WC dan kamar mandi. Ruang servis seolah dipendam yang merupakan bagian dari lanskap dan tangga ke lantai dua. Di siang hari tangga ini berfungsi sebagai area tempat makan siang dan meeting point seluruh arsitek. Tangga ini juga berfungsi sebagai amfiteater untuk presentasi rekan-rekan arsitek atau pun mahasiswa yang berkunjung. Material yang digunakan di lantai dasar dominan menggunakan material beton dan semen ekspos juga kayu sebagai partisi dan pintu.

SUB Office 02

Lantai 2 terdiri dari studio, tangga dan powder room. Sirkulasi menuju studio melewati jembatan penghubung antar dua area di lantai tersebut. Jembatan ini juga berfungsi sebagai wind tunnel yang mengalirkan udara dari area depan ke belakang kaveling. Ruang studio didesain secara open plan, sehingga memberikan kesan lapang pada area yang ramping.

SUB Office 03

Orientasi bukaan ke arah taman belakang untuk mendapatkan privasi dalam studio. Bukaan ke arah jalan hanya berupa ribbon window dengan detail kaca yang terlepas dari massa bangunan untuk memasukkan udara segar dari bawah ke dalam studio.

SUB Office 04

Lantai 3 dijadikan roof garden sebagai ruang terbuka multifungsi. Pemandangan 360 derajat dari lantai ini sangat menarik dengan masih banyaknya area hijau di sekitar site. Pagar roof garden terbuat dari tanaman merambat sehingga memberikan kesan hijau ke lingkungan sekitar.

SUB Office 05

Studio kecil ini diharapkan dapat berbaur dengan lingkungan di sekitarnya melalui penggunaan material yang sederhana dengan detail dan bahasa baru arsitektur tropis.

SUB Office 06

Lihat profil lengkap SUB di sini:

http://bluprin.com/sub

Showcase your portfolio and let more people know about your company!

You May Also Like

Obaja Tour & Travel Office - DP+HS Architects

Proyek Obaja Tour & Travel Office terletak di kawasan yang sangat padat dengan tapak bangunan yang menghadap arah utara dan barat sehingga intensitas cahaya matahari cukup tinggi. Secara fungsi, bangunan ini akan mewadahi aktivitas perusahaan yang bergerak di bidang Travel.

2 January 2018 / ARCHITECTURE / By Bluprin

Inset House - Delution Architect

Inset House terbentuk dari konsep intersection yang terjadi pada sebuah bangunan rumah tinggal dengan “taman melayang” yang sengaja diselipkan ke muka bangunan untuk memberikan beragam manfaat saat dihuni.

18 December 2017 / ARCHITECTURE / By Bluprin

Park 5 Hotel - Bitte

Konsep Park 5 berpedoman pada sebuah gerakan yang dibangun dengan ide sederhana yaitu komunitas. Park 5 mencoba menghadirkan sebuah living space untuk mewadahi aktivitas dalam sebuah komunitas yang menghargai sesama manusia dan juga lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, Park 5 diharapkan dapat menjadi tempat 'bernapas' dan berinteraksi kembali bersama kerabat dan alam, yang dapat menghilangkan penat dari sibuknya aktivitas dan padatnya bangunan di perkotaan.

11 December 2017 / ARCHITECTURE / By Bluprin

Char Char Bar & Grill - MINT-DS

Char Char Bar & Grill merupakan restoran yang terletak di Seminyak, Bali dengan luas tapak 1375 m² dan luas bangunan 696 m². Klien proyek ini merupakan sebuah perusahaan kuliner yang telah menghasilkan beberapa restoran yang sangat terkenal baik di Jakarta dan Bali. Satu hal yang ingin dicapai dalam proyek ini adalah kesinambungan konsep antara jenis kuliner yang dihidangkan dengan bentukan yang dihasilkan arsitektur dan desain interiornya. Pada proyek ini, klien menginginkan restoran dengan jenis makanan yang berbeda, yaitu Asia Pasifik, dibanding dengan restoran lainnya yang rata-rata didominasi oleh makanan barat.

4 December 2017 / ARCHITECTURE / By Bluprin