Memiliki sebuah tim yang solid merupakan salah satu fundamental point dalam keberhasilan sebuah organisasi atau lembaga. Begitu juga dengan biro arsitektur. Dengan memiliki tim yang solid, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengkoordinasikan berbagai pekerjaan yang ada. Di samping itu, kekompakan tim juga bisa meningkatkan semangat kerja dan juga produktivitas. Dengan begitu, biro arsitektur Anda dapat menghasilkan produk desain yang maksimal.

Dalam acara ARCHINESIA Academy 2016 lalu di Bali, arsitek Jung Yat berbagi tips untuk membangun tim yang solid dalam sebuah biro arsitektur. Berikut tps-tips yang ia terapkan pada SHL Asia, biro arsitektur yang didirikannya sejak tahun 2010:

1.     Menjaga intensitas komunikasi dan koordinasi dengan tim

Untuk menciptakan sebuah tim yang solid, menjaga koordinasi dan komunikasi antar anggota tim merupakan hal yang sangat penting. Salah satu cara paling mendasar dan umum dilakukan yaitu dengan mengadakan rapat. Rapat harus dilakukan secara rutin, bisa setiap bulan atau setiap minggu. Menurut Jung Yat, rapat mingguan yang dilakukan bersama timnya terbilang efektif. Melalui rapat mingguan tersebut, setiap orang harus melaporkan capaian kerja mereka dan kendala yang mereka hadapi dalam sebuah proyek. Berdasarkan laporan tersebut, progress pekerjaan akan selalu bisa dipantau sehingga tim bisa merumuskan target yang ingin dicapai pada minggu berikutnya dan strategi untuk mencapainya.

Selain melalui rapat, koordinasi juga semakin mudah dilakukan dalam era teknologi modern ini. Anda bisa dengan mudah melakukannya via online chat tanpa langsung bertatap muka dengan tim. Perlu diingat juga bahwa komunikasi dan koordinasi dalam sebuah biro arsitektur tidak melulu terkait dengan masalah proyek. Perihal lain seperti manajemen dan finansial biro juga perlu dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan tim.

2.     Budayakan berdiskusi dalam mengerjakan setiap proyek

Saat ini, banyak sekali orang yang terlalu fokus pada pekerjaannya masing-masing tanpa mau tahu bagaimana pekerjaan teman di samping mereka. Hal ini tidak baik untuk sebuah tim dalam biro arsitektur. Terlebih jika ada salah satu anggota tim yang tidak masuk hingga pekerjaannya harus dilimpahkan kepada orang lain. Sedangkan tim lain tidak ada yang tahu tentang pekerjaan tersebut. Di sinilah gunanya saling berdiskusi. Dengan berdiskusi, orang lain yang tidak terlibat dalam pekerjaan setidaknya mengerti 50%-60% tentang pekerjaan tersebut. Sehingga saat terpaksa ada anggota tim yang berhalangan, pekerjaan masih bisa ditangani oleh orang lain.

Berdikusi berguna agar teman sekantor tahu tentang apa yang dikerjakan masing-masing

Foto: Berdikusi berguna agar teman sekantor tahu tentang apa yang dikerjakan masing-masing. ©Climate KIC, unsplash

3.     Terapkan kebijakan reward and punishment

Kebijakan reward and punishment juga boleh Anda terapkan pada biro arsitek Anda. Reward berguna sebagai motivasi bagi anggota tim dalam biro untuk bekerja lebih giat. Selain itu, reward juga merupakan sebuah bentuk apresiasi yang Anda berikan kepada mereka yang sudah mengabdikan waktunya untuk biro arsitektur Anda. Pada SHL Architect, Jung Yat juga menerapkan kebijakan reward and punishment ini. Ia memberikan reward kepada anggota timnya yang sudah mendedikasikan waktunya selama 4 tahun di SHL Architect dan menunjukkan kinerja serta prestasi yang baik.

Di sisi lain, punishment juga perlu diberlakukan untuk menimbulkan efek jera. Seperti pengurangan gaji misalnya. Dengan diberikan punishment, anggota tim biro Anda akan belajar untuk tidak mengulangi kesalahannya di masa lalu. Selain menimbulkan efek jera, punishment yang diberikan juga sekaligus bersifat mendidik baik bagi yang bersangkutan maupun bagi anggota tim lainnya.

4.     Sekali-kali lakukanlah jalan-jalan arsitektur bersama

Mengadakan acara jalan-jalan bersama mengunjungi karya-karya arsitekur juga bisa menjadi salah satu cara untuk memperkuat solidaritas antar tim. Selain menjadi sarana refreshing, mengunjungi karya-karya arsitektur juga bisa sekaligus memberikan pembelajaran tersendiri bagi tim Anda. Menurut Jung Yat, banyak anggota timnya yang awalnya hanya mengandalkan pengetahuan bahan material bangunan dari sampel yang ada di kantor saja. Dengan mengunjungi karya-karya arsitektur, mereka bisa lebih memahami efek yang ditimbulkan dari sebuah material terhadap ruang yang terbentuk pada sebuah bangunan yang telah terbangun.

5.     Jangan lupa untuk bersenang-senang bersama

Acara jalan-jalan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan arsitektur juga bisa menjadi salah satu cara untuk membangun sebuah tim yang solid pada biro arsitektur Anda. Misalnya saja melalui acara outbound, bermain paintball, rafting, atau sekedar makan bersama di luar kantor. Hal-hal tersebut bisa meningkatkan hubungan dan kerja sama antar tim Anda. Menurut Jung Yat, acara refreshing bersama seperti itu juga bisa meningkatkan kekompakan serta membebaskan diri dari segala kepenatan di kantor.

Bersama melakukan hal yang di luar arsitektur dapat menjadi refreshing yang baik dan meningkatkan kekompakan

Foto: Bersama melakukan hal yang di luar arsitektur dapat menjadi refreshing yang baik dan meningkatkan kekompakan. ©Austin Ban, unsplash

Lima hal di atas merupakan tips-tips untuk membangun sebuah tim yang solid dalam sebuah biro arsitektur dari Jung Yat. Tidak hanya mengutamakan koordinasi dan komunikasi dalam hal pekerjaan, ternyata berdiskusi dan jalan-jalan bersama juga bisa meningkatkan kekompakan dalam tim. Kebijakan reward and punishment juga diberlakukan oleh Jung Yat untuk menjaga profesionalitas tim dalam bironya. Untuk membangun solidaritas dalam tim Anda sendiri, Anda bisa mengikuti jejak Jung Yat untuk menerapkan tips-tips di atas. Selamat mencoba!

Penulis: Raudina Rachmi

Showcase your portfolio and let more people know about your company!

You May Also Like

Kain Furnitur Terkena Noda! Apa yang Harus dilakukan?

Bayangkan jika kain sofa Anda terkena noda seperti tumpahan kopi, teh atau jus. Noda tersebut akan merusak keindahan dan keawetan sofa Anda jika tidak dibersihkan dengan cara yang benar. Jadi bagaimana cara membersihkan noda tersebut dengan benar? Tiffani Casa Moda akan membagikan beberapa tips untuk membersihkan noda natural dari kain furnitur Anda dengan menggunakan produk yang mudah ditemukan di rumah Anda.

Sponsored Article

Tips Sukses Job Interview di Biro Arsitektur

Bagi fresh graduates dari Jurusan Arsitektur atau orang yang baru pertama kali akan menjalani tahap wawancara di biro arsitektur, tentu pernah memikirkan bagaimana wawancara akan terlaksana. Selain prosedur standar seperti perkenalan dan tanya jawab, terdapat beberapa keunikan yang dapat Anda temui dalam tahap wawancara di biro arsitektur. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hal ini, mari simak ulasan berikut!

17 November 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

6 Alasan Anda Memilih Menjadi Seorang Arsitek

Memilih untuk berkarir dalam dunia arsitektur merupakan keputusan bagi sebagian orang yang memang mendambakannya. Tentunya dibalik keputusan itu, pasti ada alasan-alasan tertentu yang mendasari hingga seseorang benar-benar ingin berkecimpung di dalam dunia arsitektur—sebuah bidang yang dikenal akan memakan banyak jam tidur untuk menyelesaikan berbagai macam gambar atau maket. Buku Architect: A Candid Guide to the Profession karya Roger K. Lewis memuat beberapa alasan-alasan yang banyak membuat orang tertarik untuk mendalami profesi ini.

3 November 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

Event Highlights - IYA Exhibition 2017 - 1 Are House

Pada tanggal 28 Oktober lalu, pameran Rumah 1 Are oleh Indonesian Young Architect dibuka. Berlokasi di Uma Seminyak Bali, pameran konsep arsitektur oleh 40 tim arsitek ini bertujuan untuk memberi pemahaman bahwa lahan yang terbatas pun dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi dan skenario. Pameran Rumah 1 Are akan berlangsung sampai pada tanggal 12 November 2017. Rangkaian kegiatan seperti Architalks, project visit, dan presentasi karya juga akan terus diadakan di setiap akhir minggu sampai pameran ini berakhir.

31 October 2017 / ARCHITECTURE / By Bluprin

4 Tips Memaksimalkan Komunikasi Dalam Proyek Arsitektur

Komunikasi adalah proses pertukaran informasi yang berlangsung secara dua arah. Prinsip umum komunikasi yaitu bagaimana menyampaikan pesan agar dapat diterima tanpa ada salah paham di antara kedua belah pihak yang terlibat. Jika terjadi kesalahpahaman, maka dapat dipastikan bahwa ada yang salah dengan proses komunikasi yang berlangsung. Komunikasi menjadi suatu hal vital dalam sebuah proyek yang ditangani oleh arsitek. Sebagai seorang konseptor, arsitek harus mampu mengomunikasikan gagasan desainnya dengan baik tanpa terjadi salah paham dengan pihak stakeholder seperti klien, kontraktor, atau tukang. Dengan begitu, desain yang nantinya terbangun akan sesuai dengan konsep awal arsitek.

30 October 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio