Logo Bluprin Blog

4 Cara Menggunakan Tanaman untuk Mereduksi Panas di Rumah

TIPS N IDEA / 3 months ago / By Bluprin
TIPS N IDEA / By Bluprin / 3 months ago

4 Cara Menggunakan Tanaman untuk Mereduksi Panas di Rumah

Tidak diragukan lagi, peranan taman dalam mengurangi panas pada hunian sangatlah besar. Dengan adanya taman, udara panas yang masuk ke dalam rumah dapat dihalau sehingga hawa ruangan tetaplah sejuk. Seharusnya, perbandingan antara bangunan dan area hijau adalah 60:40. Namun, banyak penghuni yang tidak menyediakan area khusus untuk taman di rumahnya. Akibatnya, udara panas pun merasuk ke rongga ruang dan udara panas menjadi lumrah dirasa penghuni.


Banyak penyebab mengapa penghuni tidak membangun taman, salah satunya ialah karena tidak adanya lahan yang dapat digunakan untuk dibuat taman. Namun, menggunakan tanaman agar berperan dalam mengurangi panas pun ada caranya. Agar efektif, harus cermat memilih jenis dan peletakannya. Berikut adalah tip menghadirkan tanaman atau taman agar efektif meredam panas untuk rumah dengan lahan terbatas Anda.


1. Bangun Taman di Lahan Sempit

Menyediakan ruang untuk dibangun taman tentu lebih baik dibanding melapisi seluruh lantai dengan keramik. Sesempit apapun lahan yang tersisa, manfaatkanlah sebagai area hijau. Bila benar-benar tak ada lahan, Anda perlu mengorbankan salah satu ruangan pada rumah.


Foto: House of Inside and Outside ©Tamara Wibowo Architects

Foto: Rumah Sentralungu ©StudioindoNEOsia

Artikel Lainnya: Lantai Kayu atau Lantai Parket? Kenali Tipe dan Perbedaannya untuk Rumah Anda

Ruang yang dapat digunakan untuk dibuat taman ialah area dapur atau garasi. Taman yang terletak dekat garasi atau dapur akan meyerap unsur karbon dari udara panas yang timbul oleh aktivitas di area tersebut.

Kalaupun tidak ada lahan untuk taman, Anda dapat membangun vertical garden atau taman vertikal pada dinding teras belakang. Taman vertikal ini dapat menjadi alternatif untuk lahan yang sempit karena Anda dapat membangunnya di samping rumah, belakang, maupun bagian depan yang melekat di tembok pagar dan halaman depan.

Foto: Tiara Residence ©BAMA Architects

Foto: T(h)ree House ©Andyrahman Architect

Tanaman yang cocok pada taman vertikal ialah tanaman yang tegap, berbunga, atau menjuntai, seperti lavender, kemuning, kembang sepatu, cendrawasih, dan pakis. Tanaman tersebut tetap perlu sinar matahari yang cukup agar proses fotosintesis dapat berjalan.

2. Letakkan Tanaman di Dalam Ruang

Foto: Martalena Green House ©Padupadani Architect

Foto: P House ©Guntur Haryadi Architecture Studio

Anda juga dapat meletakkan tanaman di dalam ruang karena dapat membantu penyegaran hawa dalam ruang. Oksigen yang dihasilkan dari proses fotosintesis pada tanaman dijamin membuat ruangan terasa lebih sejuk di siang hari. Namun, tanaman yang dipilih mestilah serasi dengan ruangan. Tanaman pun tak bisa terlalu banyak dipajang di dalam rumah. Kalau terlampau banyak, ia tak dapat tumbuh dengan baik.

Tanaman yang cocok berada di dalam ruangan ialah tanaman maranta, zebrina, jenggot nabi, dan pakis emas. Tanaman yang di letakkan di ruangan, sebaiknya setiap 2 atau 3 minggu sekali dikeluarkan, sebab tanaman juga butuh menghirup udara yang segar dan letak pada tempat yang posisinya terkena sinar matahari.

Artikel Lainnya: Desain Dapur Berbiaya Murah, Berikut Pilihan Materialnya!

3. Bangun Taman Atap (Roof Garden)
Membangun taman pada lantai dua sebuah hunian memang jarang dilakukan oleh penghuni. Umumnya, lantai dua dimanfaatkan untuk dibuat balkon. Padahal, taman yang biasa disebut sebagai roof garden ini dapat menurunkan suhu di bagian bawah rumah.


Taman atap ini dapat mengurangi panas radiasi sinar matahari yang berasal dari dinding bangunan. Kemampuannya menyerap panas di dalam bangunan dapat mencapai 10%. Suhu dalam ruangan bisa turun sampai 12oC. Ini berarti Anda dapat menghemat hingga 60% konsumsi energi yang digunakan untuk mendinginkan udara.


Foto: Permata Buana Residence ©HMP Architects


Foto: Rumah Minimalis Tropis ©SIGIARCHITECTS


Namun, dalam membangun taman di atap rumah membutuhkan konstruksi atap dak yang kuat. Jika dibuat taman, konstruksi atap dak nantinya bukan hanya menyangga beratnya sendiri, tapi juga berat tanah, tanaman, air, dan tentu saja penghuni. Perhatikan juga utilitasnya agar tidak terjadi masalah di kemudian hari, seperti bocor dan lembab.

Sebaiknya, pilihlah tanaman yang ringan, seperti rumput, semak belukar, dan tanaman yang tidak berbunga agar tidak membuat beban berlebih pada atap. Karena tanaman di atas terkena sinar matahari secara langsung dan tiupan angin yang lebih kencang maka penyiraman harus dilakukan secara berkala.

4. Letakkan Tanaman Dekat Bukaan

Letakkan tanaman hijau di sekitar bukaan (jendela). Pilih tanaman yang daunnya cukup lebat dengan tinggi sejajar dengan jendela. Tinggi tanaman 90-180cm (untuk jendela di lantai bawah). Jika rumah Anda bertingkat kombinasikan 2 jenis tanaman yang rendah dan tanaman yang sangat tinggi—untuk diletakkan di dekat jendela.


Foto: Martalena Green House ©Padupadani Architect


Foto: Kisi Asri ©Future Architects Studio


Menggunakan tanaman yang tingginya kurang dari 90cm misalnya semak-semak tak akan bisa memblokir angin. Begitu pun dengan pohon yang daunnya jarang- jarang juga tidak berfungsi optimal karena sela-sela antardaun bisa meloloskan angin.


Agar bisa berfungsi sebagai pembelok angin maka penempatan tanaman harus berada di salah satu sisi. Hati-hati dengan penempatannya karena jika salah, aliran udara malah terhambat.


Itulah empat cara yang bisa dijadikan inspirasi kala Anda membangun taman di rumah. Untuk hasil yang maksimal, Anda dapat menemukan ribuan inspirasi desain lainnya dan desain interior terpercaya di Bluprin. Selamat bereksplorasi untuk mendekor rumah Anda! 


Artikel Lainnya: Tips Ciptakan Rumah Ramah Lingkungan 


Artikel Menarik Lainnya

12 Kain Interior yang Harus Anda Ketahui

Pada mulanya, kain interior hanya berfungsi sebagai penutup atau penghalau terik matahari. Kain difungsikan untuk meningkatkan privasi Anda, seperti menjadi tirai atau gorden. Namun dalam perkembangannya, kemudian kain juga menjadi bahan penambah kesan estetik. Kain untuk membuat rumah menjadi lebih keren. Dan kain bukan hanya untuk gorden atau tirai saja. 

TIPS N IDEA | By Bluprin - 1 hour ago

5 Inspirasi Rumah Mewah Minimalis yang Kekinian

Ada banyak konsep atau tema rumah yang bisa diterapkan pada hunian Anda. Salah satunya ialah rumah mewah minimalis. Konsep rumah mewah minimalis biasanya dipilih untuk hunian yang ukurannya luas. Pemilik rumah memilih konsep rumah mewah minimalis karena tampilannya dianggap memberi kesan yang wah dan tak lekang oleh waktu. 

TIPS N IDEA | By Bluprin - 22 hours ago

Membuat Tampilan Jadi Cantik, Inilah Beragam Inspirasi dari Solid Surface

Ada beragam material yang bisa digunakan untuk membuat furnitur atau perabotan dalam rumah. Namun, beberapa tahun terakhir ini, hadir material yang marak sekali digunakan sebagai top table pada meja dapur (meja island). Ya, namanya solid surface. Dilihat dari tampilannya, solid surface memiliki kemiripan dengan granit dan marmer. Maka tak heran bila material solid surface dikatakan sebagai tiruan dari kedua material tersebut.

TIPS N IDEA | By Bluprin - 4 days ago

Inspirasi Decking Kayu untuk Mempercantik Rumah Anda

Kalau di dalam rumah ada flooring kayu atau parket, maka di luar rumah ada decking kayu. Karena pemasangannya di luar ruangan, decking kayu ini seringkali juga disebut decking outdoor. Orang Barat menggunakan decking kayu sebagai agar garden mereka tampak stylish  saat barbeque party, dinner, atau nge-teh sore hari. Jenis lantai outdoor ini juga digunakan sebagai decking kolam renang. 

TIPS N IDEA | By Bluprin - 5 days ago