Logo Bluprin Blog

4 Pilihan Material Meningkat Rumah

INTERIOR - HIGHLIGHTS / 11 months ago / By Bluprin
INTERIOR - HIGHLIGHTS / By Bluprin / 11 months ago

4 Pilihan Material Meningkat Rumah

Foto: Vertical Courtyard House ©DDAP Architect

Ada berbagai macam material yang bisa Anda pilih untuk menambah lantai atau meningkat rumah. Material yang paling sering digunakan adalah dak beton. Material ini banyak digunakan karena kekuatannya. Tapi risikonya, pengerjaan dak beton membutuhkan area yang cukup luas untuk aktivitas pencampuran material dan akan membuat area rumah Anda kotor.

Sebagai solusinya, kini sudah banyak material dak yang bisa Anda gunakan dan pengerjaannya bisa lebih cepat serta relatif lebih bersih. Berikut 3 material yang bisa Anda pilih untuk meningkat rumah atau ngedak.

Beton Cor Konvensional

Meskipun prosesnya cenderung agak merepotkan dan relatif lama, yaitu memerlukan waktu pengerasan beton sekitar 28 hari, tetapi masih banyak orang yang memercayai bahwa beton cor konvensional menghasilkan bangunan berkualitas, kuat, dan tahan lama.

Kelebihan dari metode konvensional dengan pengecoran beton adalah hasilnya yang menjadi satu kesatuan, karena dikerjakan langsung di tempat. Yang harus diperhatikan adalah proses pencampuran adukan beton karena menurutnya sering kali pekerja lapangan mencampurkannya dengan sembarangan.

Material

Foto: Vertical Courtyard House ©DDAP Architect

Kandungan air yang tepat itu sejumlah separuhnya dari kandungan semen. Misalnya, kalau untuk per meter kubik, semen yang dibutuhkan adalah 8 sak. Nah, 1 sak ini memiliki berat 40kg. Jadi, total semen yang dibutuhkan adalah 320 kg. Otomatis, air yang dibutuhkan adalah sejumlah 160 liter.

Baca Juga: Pentingnya Mengecek Struktur Sebelum Meningkat Rumah

Beton Ready mix

Jika tak ingin menggunakan tenaga tukang untuk proses pengadukan beton cor, maka Anda bisa menggunakan beton ready mix yang siap digunakan tanpa perlu pengolahan di lapangan. Jenis cor dengan menggunakan beton ready mix ini beragam, tergantung tingkat kepadatan dan kualitasnya masing-masing. Dengan menggunakan beton ready mix ini Anda akan mendapatkan campuran yang tepat sehingga kualitas pelat yang dihasilkan akan lebih baik.

Tingkat kualitasnya biasanya diberi kode huruf “K” yang berarti kualitas. Semakin tinggi angka setelah huruf “K” pada kode produk, maka jumlah semen yang dicampurkan pun makin banyak. Untuk rumah tinggal, biasanya jenis cor yang digunakan adalah K225.  Harga produk beton ready mix ini mulai dari Rp800.000/m3 (per tanggal penulisan artikel).

Dak Keraton

Kalau Anda mau menggunakan material lain yang praktis dan bersih, Anda bisa memilih dak keraton (keramik beton). Material ini memiliki beban konstruksi yang ringan namun punya kekuatan yang tak kalah dengan dak beton. Begitu juga soal rangka, bila dak beton biasanya menggunkaan rangka dari besi, lain dengan dak keraton yang bisa menggunakan besi atau bambu sebagai rangka penopangnya. Tapi Anda tak perlu khawatir, bambu juga memiliki kekuatan yang baik untuk menjadi penopang sehingga bisa lebih hemat biaya.

Namun belum banyak produsen yang mengeluarkan produk dak keraton. Sehingga tidak semua tukang mahir mengaplikasikannya. Pemasangan dak keraton membutuhkan tukang khusus yang memiliki pengalaman karena sistem dak keraton yang berbeda dan sistem pemasangan dak lainnya. Bila cor beton menghabiskan biaya Rp700.000/m2, maka keraton hanya menghabiskan biaya Rp500.000/m2 (termasuk ongkos aplikasi, bambu, dan tukang). Hemat, kan?

Baca Juga: Meningkat Rumah Cepat dan Hemat

Metal Deck

Metal deck atau pelat baja berfungsi sebagai floor decking dalam membuat dak. Bentuknya bergelombang dan memiliki tonjolan (embossment). Embossment tersebut fungsinya untuk mencegah pergeseran beton dan mencegah beton dari risiko retak rambut.

Material

Foto: Askaria House ©Delution Design

Ketebalan pelat baja biasanya ditentukan dari bentangan dak yang ingin dibuat. Semakin besar bentangan, semakin tebal pelat baja yang digunakan. Untuk rumah, umumnya ketebalan yang digunakan 6—8mm, sementara untuk perkantoran biasanya menggunakan pelat baja yang lebih tebal, yakni 8—10mm.

#tanyabluprin tanpa biaya!

Artikel Menarik Lainnya

7 Alasan Mengusung Interior Bergaya Skandinavia

Siapa yang tidak ingin huniannya tampil indah? Hunian yang baik secara visual tentunya dapat memberikan rasa betah kepada pemilik rumah. Ada banyak cara untuk mempercantik rumah, salah satunya dengan menerapkan gaya interior hunian. Dari tampilan “kasar” dengan gaya rustik, tampilan feminin dengan gaya shabby chic, sampai tampilan simpel namun tetap cantik dengan gaya Skandinavia, bila diterapkan dengan baik tentu akan memperindah interior rumah.

INTERIOR | By Bluprin - 11 months ago

Menilik Tren Interior 2018: Alami dan Serba Praktis

Tren interior dan material selalu mengalami pergantian dari tahun ke tahun. Melihat tren interior tahun ini, pengolahan ruang dengan aksen tipografi dan pola-pola geometris tampak mendominasi beberapa area kafe dan hunian. Dari sisi gaya, Skandinavia amat berjaya di tahun 2017. Lantas, bagaimana tren interior tahun mendatang?

INTERIOR | By Bluprin - 11 months ago

Ruangan Luas dengan Konsep Open Plan

Sekarang ini, untuk memiliki hunian yang luas sudah terasa sulit mengingat sudah jarangnya lahan kosong yang luas untuk dibangun perumahan. Akhirnya, rumah mungil bermunculan dan didesain dengan konsep ruang terbuka atau dikenal dengan istilah open plan. Konsep open plan adalah konsep yang dapat membuat rumah mungil jadi tampak luas dengan cara tidak menggunakan batas ruang seperti dinding dan pintu.

INTERIOR | By Bluprin - 1 year ago

Desainer Interior: Lebih dari Seorang Dekorator

“Mendandani” rumah tidak berhenti sampai pada tampilan bangunannya saja. Lebih dari itu, untuk menciptakan suasana yang nyaman dan membuat penghuni betah di dalamnya, rumah pun perlu ditata, ruang demi ruangnya. Namun, menata ruang rumah memang bukanlah perkara yang mudah, dibutuhkan perencanaan yang matang agar semua sesuai dengan yang diharapkan dan selaras dengan seluruh konsep rumah.

INTERIOR | By Bluprin - 1 year ago