Foto: ©Nic MacMillan, unsplash

Bagi Anda yang sedang merintis karir berarsitektur, Anda diharapkan untuk dapat menjalin relasi yang baik dengan klien Anda. Menjalin relasi yang baik dengan klien tidak hanya akan menciptakan sinergi selama keberjalanan proyek namun bisa juga membuka jalan bagi seorang arsitek kepada proyek-proyek selanjutnya. Untuk mencapai hal tersebut, arsitek perlu membangun rasa kepercayaan klien terhadap kemampuan yang ia miliki. Arsitek Enoch Muljono dari dasquadrat sempat membagikan beberapa tips untuk membangun relasi yang baik dengan klien dalam ARCHINESIA Academy di Surabaya pada bulan April lalu. Dilengkapi juga dengan rujukan dari buku Client & Architect: Developing the Essential Relationship yang diterbitkan oleh RIBA, berikut tips-tips bagaimana membangun relasi dengan klien.

1.     Kenali karakter klien

Menjadi pribadi yang luwes dalam berinteraksi dengan orang lain adalah kemampuan yang sangat penting. Sepanjang karir, seorang arsitek akan bertemu dengan klien dengan rentang umur dan latar belakang yang beragam yang menuntut arsitek untuk berinteraksi dengan pendekatan yang berbeda. Contohnya, tata krama formal penting untuk ditunjukkan saat menghadapi klien korporat yang lebih senior dan karakter supel diperlukan saat menemui klien-klien muda.

Seorang arsitek juga perlu memperhatikan penampilan. Sebagai Arsitek, pastikan Anda selalu rapi, bersih, dan berbusana sesuai dengan kesempatan. Meskipun banyak yang meyatakan penampilan itu bukan segalanya, klien Anda akan menilai Anda pertama kali berdasarkan dengan penampilan Anda saat itu.

2.     Tunjukkan kemampuan

Talenta arsitek dalam mendesain dan keseriusannya dalam bekerja adalah hal yang perlu ditunjukkan untuk memperkenalkan arsitek kepada masyarakat. Untuk mempromosikan kemampuan Anda sebagai arsitek, rajinlah mengikuti sayembara atau mendaftarkan karya Anda dalam pameran.

Selain itu, Anda dapat memanfaatkan media publikasi cetak maupun online sebagai tempat mempromosikan karya Anda. Banyak klien memilih arsitek dari media publikasi yang mereka temukan sebelumnya. Aktif di sosial media seperti Instagram dan membuat website portfolio juga merupakan salah satu cara yang banyak ditempuh oleh arsitek untuk memperkenalkan diri dan berhubungan dengan calon klien.

3.     Gunakan people skill

Arsitek perlu menjaga keseimbangan di antara otoritas terhadap proyek, tanggung jawab memimpin visi desain, serta kolaborasi dalam pekerjaan. Peran arsitek sebagai pemimpin proyek, perancang, sekaligus subjek yang berhubungan dengan seluruh pihak yang berperan dalam proyek (contohnya: desainer, konsultan mechanical electrical, dan lain-lain) menuntut seorang arsitek untuk memiliki people skill ―kemampuan berinteraksi dengan manusia― perlu diperhatikan dan selalu diterapkan.

Dalam berhubungan dengan klien, seorang arsitek tidak hanya perlu mengambil peran sebagai perancang yang datang dengan visi, namun juga pendengar yang memahami kebutuhan klien. Kemampuan arsitek dalam mendemonstrasikan pemahaman mengenai bisnis dan investasi dapat menjadi hal yang menimbulkan rasa percaya dari klien terhadap arsitek. Jangan mengumbar janji yang sulit ditepati. Janji-janji semacam kesediaan melakukan supervisi dalam intensitas yang tinggi, apabila gagal untuk ditepati, akan mengurangi kredibilitas seorang arsitek.

Lebih baik bagi seorang arsitek untuk memperhatikan minat dan hobby klien secara personal. Kegiatan seperti olah raga bersama akan mendekatkan relasi antara klien dengan arsitek sehingga komunikasi dalam proyek dapat terjalin dengan lancar.

Membangun Relasi

Foto: Menghabiskan waktu dengan klien untuk membahas hal di luar proyek dapat membantu untuk mengenal klien Anda. ©Clem Onojeghuo, unsplash

4.     Jalinlah komunikasi yang baik

Lancar atau tidaknya sebuah proyek berjalan sangat ditentukan oleh komunikasi antara seluruh pihak, terutama antara arsitek dengan klien. Sebagai penyedia jasa, arsitek harus menjadi seseorang yang mudah dihubungi oleh klien. Penting bagi arsitek untuk menyempatkan diri menjawab pertanyaan klien seputar suatu proyek ditengah kesibukan pekerjaan proyek lain. Sediakan waktu dan dengarkan kebutuhan klien Anda dengan senang hati.

Mempresentasikan rancangan kepada klien menjadi saat penting yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan dalam proyek. Seorang arsitek harus dapat berkomunikasi, tidak hanya dengan gambar, namun juga secara verbal. Hindari penggunaan kosakata rumit seperti ‘pengalaman ruang’, ‘ramp’, atau ‘gubahan massa’. Untuk klien awam, jelaskan rancangan Anda dengan kosakata umum dan mudah dikenali. Jelaskan setiap tahap rancangan dengan jelas dan sabar karena tidak semua orang dapat memahami gambar kerja yang dibuat oleh arsitek. Untuk mempermudah, visualisasi tiga dimensi seperti maket dan model digital akan membuat penyampaian informasi dapat dimengerti dengan mudah oleh klien.

5.     Selesaikan perkerjaan sebaik mungkin

Sangat penting bagi arsitek untuk konsisten dalam menjaga performa kerja dari awal hingga akhir proyek. Arsitek perlu menunjukkan perhatian terhadap proyek secara keseluruhan. Mempertimbangkan sistem perawatan bangunan terbangun sejak proses perencanaan dan melakukan survey pasca-huni akan menunjukkan integritas seorang arsitek dalam menjalankan praktiknya. Sebagai arsitek, hal semacam ini dapat menjadi nilai tambah yang menumbuhkan kepercayaan klien Anda dalam menjalin kerja sama dan dapat membuka banyak kesempatan peluang kerja sama pada proyek selanjutnya.

Penulis: Catharina Kartika Utami

Showcase your portfolio and let more people know about your company!

You May Also Like

9 Ide Desain Rumah Mewah Minimalis Modern dan Terbaru [Ide dan Gambar]

Desain rumah mewah minimalis sederhana memang sedang tren pada masa kini. Terlihat dari tampilannya yang modern dan menawan menambah kesan kenyamanan pada penghuninya. Update desain rumah terbaru ini bisa menginspirasi untuk membuat hunian masa depan Anda!

22 February 2018 / ARCHITECTURE / By Bluprin

Tipe Arsitek Manakah Anda?

Arsitektur merupakan sebuah bidang ilmu yang luas dan mencakup berbagai aspek, sehingga daya tarik arsitektur bagi praktisi, akademisi, maupun mahasiswa arsitektur juga berbeda-beda. Luasnya ruang lingkup arsitektur mengakibatkan para pelaku yang bergelut dalam bidang ini memiliki latar belakang, motivasi, karakteristik, keahlian, maupun selera yang beragam.

15 December 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

Tips Sukses Job Interview di Biro Arsitektur

Bagi fresh graduates dari Jurusan Arsitektur atau orang yang baru pertama kali akan menjalani tahap wawancara di biro arsitektur, tentu pernah memikirkan bagaimana wawancara akan terlaksana. Selain prosedur standar seperti perkenalan dan tanya jawab, terdapat beberapa keunikan yang dapat Anda temui dalam tahap wawancara di biro arsitektur. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hal ini, mari simak ulasan berikut!

17 November 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

6 Alasan Anda Memilih Menjadi Seorang Arsitek

Memilih untuk berkarir dalam dunia arsitektur merupakan keputusan bagi sebagian orang yang memang mendambakannya. Tentunya dibalik keputusan itu, pasti ada alasan-alasan tertentu yang mendasari hingga seseorang benar-benar ingin berkecimpung di dalam dunia arsitektur—sebuah bidang yang dikenal akan memakan banyak jam tidur untuk menyelesaikan berbagai macam gambar atau maket. Buku Architect: A Candid Guide to the Profession karya Roger K. Lewis memuat beberapa alasan-alasan yang banyak membuat orang tertarik untuk mendalami profesi ini.

3 November 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio