Logo Bluprin Blog

Berikut 4 Pertimbangan Dalam Memilih Karpet

TIPS N IDEA / 1 year ago / By Bluprin
TIPS N IDEA / By Bluprin / 1 year ago

Berikut 4 Pertimbangan Dalam Memilih Karpet

Foto: Sesuaikan karpet dengan tema ruang. Bila ruang keluarga bergaya klasik modern, pilih karpet yang juga bergaya klasik modern. Rumah Katamaran Indah - PIK ©Virgo Oktaviano Design


Karpet alias permadani merupakan salah satu aksesori rumah yang kini banyak digunakan. Awalnya, karpet yang diletakkan di atas lantai untuk memberi kenyamanan saat duduk agar pakaian tidak kotor terkena debu lantai. Selain itu, karpet juga digunakan sebagai alas kaki agar tidak langsung merasakan dinginnya lantai rumah.


Kini, kehadirannya tidak lagi sekadar sebagai penutup lantai. Karpet juga dapat memberikan warna tersendiri bagi ruangan. Dengan pilihan motif dan warna yang mencolok, ia bisa digunakan sebagai aksen. Bahan karpet yang lembut, juga bisa menciptakan kenyamanan sehingga menjadikan suasana rumah terasa kian akrab.


Agar kehadiran karpet bisa memberi efek seperti yang diinginkan, maka memilih dan menata karpet tidak boleh asal. Jika pemilihannya tidak tepat, kehadirannya justru berdampak negatif pada ruangan. Karenanya, agar kehadirannya bisa membuat ruangan tampil menarik dan mampu menghangatkan suasana, pemilihan dan penataannya harus pas. Pasalnya, karpet yang beredar saat ini memiliki banyak variasi, mulai dari jenis bahan, panjang benang, ukuran, warna, dan motif. Ada 4 hal yang perlu diperhatikan dalam memilih karpet. Inilah hal-hal tersebut.


1. Tema Ruangan

Jenis karpet sebaiknya disesuaikan dengan tema atau konsep ruangan yang Anda ciptakan. Jika Anda memilih tema klasik, karpet Persia dan sejenisnya akan menjadi pilihan yang tepat. Akan tetapi jika Anda ingin menampilkan kesan klasik modern, pilihlah karpet berpola dari Eropa yang tidak terdapat banyak detail. Untuk tema ruangan modern bernuansa minimalis, Anda dapat memakai karpet dengan warna lembut dan bermotif, misalnya motif bergaris ataupun motif kotak-kotak.

Karpet

Foto: Bila furnitur dan dekorasi sudah terlihat polos, Anda bisa memberi aksen melalui corak karpet. DW House ©Blocstudio


Tema ruang berkaitan dengan pilihan bentuk, warna, dan motif karpet. Misalnya, jika Anda menginginkan penataan bergaya Skandinavia, sebaiknya pilih karpet bertema Skandinavia yang terkenal simpel.


Baca Juga: Menempati Rumah Baru? Waspadai Materialnya!


2. Furnitur Pengisi Ruang

Furnitur pengisi ruang ini memiliki ukuran dan warna, yang berpengaruh terhadap ukuran dan warna karpet. Misalnya, untuk ruang keluarga dengan sofa tiga dudukan, bisa menggunakan karpet berukuran 160cm x 230cm. Untuk ukuran furnitur lebih kecil, pilih yang berukuran 120cm x 170cm.

Karpet

Foto: Apabila ukuran furnitur sudah memenuhi ruangan, pilih karpet yang ukurannya kecil dan berfungsi untuk meng-highlight hanya coffee table. Mr Linggo Residence ©Kottagaris Interior Consultant


Soal warna, pilih yang selaras dengan warna furnitur atau sengaja “ditabrakkan” untuk memberi kesan kontras. Jadi, pilihan warna yang tepat tergantung dari konsep penataan ruang. Ruangan yang penuh dengan perabotan akan terasa kurang pas jika menggunakan karpet bermotif penuh warna dan gambar.

Karpet

Foto: Warna merah pada karpet dipilih menyeleraskan warna pigura yang tertempel di dinding. Coasta Villa ©Casa Dekora


3. Fungsi Ruang

Fungsi ruang tak kalah penting sebagai hal yang harus diperhatikan dalam memilih jenis karpet. Pertimbangkan, apakah karpet akan diletakkan di ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, atau kamar tidur. Secara umum, untuk ruangan yang intensitas orang yang berlalu lalangnya rendah, seperti kamar tidur, Anda bisa menggunakan karpet berbahan lembut dan mewah.

Karpet

Foto: Gunakan karpet bulu untuk kamar tidur agar terasa nyaman. Jangan lupa sesuaikan warna karpet pada warna ruang yang mendominasi. Residential Project at Sunter ©Lucid Interior


Sedangkan ruangan lain yangtraffic lalu lalangnya tinggi, misalnya ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan, dapat menggunakan karpet yang mudah dibersihkan, seperti karpet berbahan polyprophylene. Untuk ruang tamu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah ukurannya. Ukurannya ada 2 pilihan yaitu karpet berukuran besar, yang bisa muat untuk semua furnitur (kursi dan meja), atau yang berukuran lebih kecil untuk meng-highlight hanya satu furnitur, misalnya karpet kecil di bawah meja pajangan atau coffee table.

Karpet

Foto: Untuk ruang tamu atau ruang keluarga, pilih bahan karpet yang mudah dibersihkan. Gading Greenhill ©Studioku Design Asia


Sedangkan untuk ruang keluarga, pilihannya bisa menghadirkan karpet tipe benang panjang (shaggy rugs). Jenis karpet yang lebih tebal ini bisa memberi kenyamanan dan suasana hangat saat digunakan untuk duduk.


Baca Juga: Desain Ruang Tamu Minimalis - Mungil dan Istimewa


4. Ukuran Ruangan

Ukuran ruang berpengaruh terhadap ukuran karpet. Perbandingan ukuran yang terlalu jauh—ruang terlalu besar atau karpet terlalu kecil, atau sebaliknya—dapat memberi kesan njomplang alias tak seimbang. Jadi, seandainya Anda memiliki ruang keluarga berukuran 4m x 5m misalnya, dapat menggunakan karpet dengan ukuran 160cm x 230cm. Jika ukuran ruang lebih kecil, gunakan karpet ukuran 120cm x 170cm.

Karpet

Foto: Dari segi bentuk, sesuaikan dengan luas ruangan yang akan diletakkan karpet. Menggunakan karpet berbentuk bulat dapat membuat suasana berbincang menjadi lebih bersahabat. Villa Gunung Geulis ©Residence Evonil Architecture


#tanyabluprin tanpa biaya!

Artikel Menarik Lainnya

Gunakan Pencahayaan Alami, Hemat Energi di Rumah Sendiri

Sudah bukan rahasia lagi, pasokan energi yang dimiliki bumi tengah menurun drastis. Semakin banyak manusia yang menghuni bumi, semakin banyak pula energi yang mereka konsumsi untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya sehari-hari. Bahkan, tanpa disadari, hal ini disebabkan pula oleh kebiasaan sepele yang sering kita lakukan. Salah satunya, menyalakan lampu secara berlebihan, bahkan di siang hari sekalipun. 

TIPS N IDEA | By Bluprin - 1 day ago

9 Inspirasi Desain Penggunaan Kaca di Hunian

Mungkin Anda tidak pernah membayangkan bahwa kaca pernah dipajaki. Setidaknya itulah yang terjadi di Inggris. Pajak ini diperkenalkan pada 1746, dan bertahan hingga seratus tahun, sampai pada 1845. Pajak dihitung berdasarkan berat kaca (kaca saat itu berat-berat). Ini pun ditambah pajak jendela yang memungkinkan pemerintah memungut pajak berdasarkan jumlah jendela dari sebuah rumah. Setelah kaca dibebaskan dari pajak, industri kaca pun subur. Desain kaca untuk gedung dan desain kaca rumah, termasuk desain kaca jendela,  pun mulai berkembang.  

TIPS N IDEA | By Bluprin - 4 days ago

Cerdas, Inilah Inspirasi Manis Tirai Bambu dan Tirai Kayu

Jika rumah telah rampung dibangun, furnitur telah berada di tempat yang Anda inginkan, maka saatnya untuk melakukan window treatments. Jendela mungkin menjadi satu item yang sering terlupakan saat membenahi interior. Namun itulah, maksudnya window treatments, yang harus Anda lakukan untuk membuat rumah tambah manis secara komprehensif. 

TIPS N IDEA | By Bluprin - 6 days ago

Mural Kece yang Siap Menggantikan Tembok Polos Anda

Satu alternatif untuk menghias dinding adalah mural. Mural dinding atau wall mural. Mirip-mirip wallpaper, namun beda. Mural lebih kontemporer dan bisa di-custom sesuai keinginan pemesan. Dengan kata lain, desain mural bisa dicetak sesuai keinginan Anda, sehingga bisa ukuran dan komposisinya bisa sangat sesuai dengan dinding ruangan Anda.  

TIPS N IDEA | By Bluprin - 1 week ago