Logo Bluprin Blog

Casa de Montana, Hunian Unik dengan Lahan Trapesium dan Dua Sumbu Site

ARCHITECTURE - PROJECTS / 1 month ago / By Bluprin
ARCHITECTURE - PROJECTS / By Bluprin / 1 month ago

Casa de Montana, Hunian Unik dengan Lahan Trapesium dan Dua Sumbu Site


Prinsipal Arsitek:Patrisius Marvin Dalimartha



Tim Arsitek
:Pamela Jouwena, Anna Silalahi
Lokasi
:Babakan Madang, Bogor
Luas Bangunan
:500 m2
Tahun Terbangun
:2017
Fotografer
:Mario Wibowo
Manufaktur
:TOTOPalomaRoman CeramicsCisangkan, Dulux, Magnus Aluminium, Niro Granite, Lysaght




Deskripsi oleh Studio Lawang

Rumah ini terletak di kaki Gunung Pancar, berhadapan langsung dengan salah satu anak sungainya. Lokasi di hoek memberi keuntungan besar, yaitu view yang tidak terhalang ke arah sungai, juga potensi memaksimalkan sinar matahari untuk penerangan di dalam rumah. 

Casa de Montana Studio Lawang

©Mario Wibowo

Casa de Montana Studio Lawang

©Mario Wibowo

Artikel Lainnya: ETC Hobby House, Tempat Bermain Basket di Rumah Tinggal 

Sejak awal eksplorasi bentuk denah, arsitek mencoba untuk merespon bentuk trapesium tapak dan dua sumbu site yang berbeda yakni garis sumbu yang sejajar dengan dinding tetangga dan sumbu yang sejajar dengan jalan.   

Casa de Montana Studio Lawang

©Mario Wibowo

Casa de Montana Studio Lawang

©Mario Wibowo

Setiap ruangan dalam rumah ini berusaha untuk memaksimalkan sinar matahari, sehingga menghemat penggunaan listrik di siang hari.  Posisi taman yang berada di tengah dikelilingi tiga sisi bangunan membuat manfaat dari area terbuka ini dapat dinikmati oleh lebih banyak ruangan, termasuk area servis.

Artikel Lainnya: R+K House - Rumah dengan View Lautan Dewata

Casa de Montana Studio Lawang

©Mario Wibowo

Casa de Montana Studio Lawang

©Mario Wibowo

Casa de Montana Studio Lawang

©Mario Wibowo

Tantangan yang harus dihadapi adalah muka terpanjang yang menghadap sisi barat. Hal ini disikapi dengan memunculkan tritis atap yang lebar.

Casa de Montana Studio Lawang

©Mario Wibowo

Pada lantai dasar, area keluarga dibuat terbuka, membuat seluruh ruangan terhubung dengan cair untuk mendukung komunikasi anggota keluarga. Pengolahan ini ditunjang dengan void yang memaksimalkan view dan sinar matahari masuk ke area utama.

Casa de Montana Studio Lawang

©Mario Wibowo

Casa de Montana Studio Lawang

©Mario Wibowo

Lihat foto proyek selengkapnya:
https://www.bluprin.com/project/casa-de-montana

Lihat profil Studio Lawang:
https://www.bluprin.com/studio-lawang

Artikel Lainnya: Anggrek Office - Pola Solid Void Balkon yang Harmonis

product bg

Produk & Material Arsitektural

Ribuan produk dan solusi untuk keperluan arsitek & desainer interior

Sekarang lebih mudah untuk memulai proyek Anda dengan fitur pencarian, Ideabook dan Outline Specification.

Artikel Menarik Lainnya

MO House, Mengubah Gaya Hidup Minimalis di Lahan Terbatas

Pertama-tama, MO House fokus pada sebuah tantangan, yaitu untuk membuat rumah yang terjangkau bagi pasangan baru yang ingin mengembangkan keluarga dalam lahan terbatas sambil mengubah gaya hidup. Mande Austriono, arsitek DFORM sekaligus pemilik rumah ingin mengadvokasi gaya hidup minimalis dalam arsitekturnya.

ARCHITECTURE | By Bluprin - 3 weeks ago

MP Office, Penerapan Wabi Sabi Style yang Iconic

Project Multi Production Office atau yang biasa disebut MP Office ini bermula saat klien kami mendatangi arsitek dan meminta untuk membuat bangunan kantor yang iconic serta memiliki estetika yang mampu bertahan lama (tidak cepat bosan termakan tren dan waktu). 

ARCHITECTURE | By Bluprin - 1 month ago

ETC Hobby House, Tempat Bermain Basket di Rumah Tinggal

Berlokasi di sebuah komplek perumahan, ETC Hobby House adalah bangunan seluas 150 m2 yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan tempat bermain basket pribadi bagi anak-anak si pemilik rumah. Ketiga anaknya tersebut memiliki hobi bermain basket dan teman-teman mereka pun sering berkumpul di situ untuk menghabiskan waktu luang mereka. 

ARCHITECTURE | By Bluprin - 1 month ago

R+K House, Rumah dengan View Lautan Dewata

Brief awal yang diberikan pemilik rumah kepada arsitek adalah untuk tidak menebang 3 pohon mangga yang ada di tanah existing dan menyatukan bangunan lama dengan bangunan baru tanpa membuat ketimpangan. Existing tanah baru tepat dibelakang bangunan lama yang dibangun sekitar pertengahan 90an, dengan view laut dan bandara Ngurah Rai embuat orientasi bangunan jelas untuk merespon pemandangan yang dimiliki.

ARCHITECTURE | By Bluprin - 1 month ago