Logo Bluprin Blog

I-House - Andy Rahman Architect

ARCHITECTURE - PROJECTS / 11 months ago / By Bluprin

I-House - Andy Rahman Architect

ARCHITECTURE - PROJECTS / By Bluprin - 11 months ago

Arsitek                      : Andy Rahman Architect

Lokasi Proyek          : Gayung Sari, Surabaya

Luas Tanah              : 297 m2

Tahun Terbangun     : 2017

Fotografer                : Mansyur Hasan

 

Deskripsi oleh Andy Rahman Architect

Rumah rancangan Andy Rahman Architect yang berlokasi di Gayungsari, Surabaya ini bisa disebut sebagai I-House (baca: Ai-House), dan bisa dimaknai dari berbagai sisi yang berbeda. Pertama, rumah ini adalah rumah yang sangat personal, dan sangat khusus rancangannya diperuntukkan bagi si pemilik rumah, maka dinamakan I-House: Aku yang menyatu dengan Rumah.

I House

Bisa juga dimaknai sebagai Introvert-House, karena pemilik rumah adalah seorang yang introvert. Lalu, rumah ini sekaligus sebagai Introduction-House atau pengenalan awal agar tamu atau orang luar bisa lebih familiar dengan pemiliknya. Selain itu, juga bisa dianggap sebagai Implosive-House (yang “meledak” di dalam) yang menjadikan pemilik semakin merasa bahwa inilah (dan hanya inilah) rumahnya: I-House.

Introvert

Sebagai Introvert-House, maka secara sengaja di rumah ini memang tidak banyak bukaan yang menghadap ke depan secara frontal, tetapi justru dibuat bukaan yang sifatnya menyamping (menghadap ke samping).


Misalnya entrance untuk menuju ke ruang tamu, bukaan pintu utama dari arah samping. Juga jendela besar kamar tidur utama di lantai atas, sengaja dihadapkan ke samping. Dengan demikian, pemilik rumah tidak merasa berhadapan langsung dengan suasana luar, jadi merasa lebih nyaman dan aman.

I House

Secara umum, bentuk yang diolah dalam desain rumah ini adalah kotak, yang simple dan lugas. Tetapi bentuk kotak tersebut diwujudkan dalam berbagai varian yang berbeda. Tampak dari depan, bentuk kotak putih besar di depan yang dipadukan dengan kotak abu-abu semen yang agak mundur ke belakang. Pagarnya juga unik, terdiri dari tumpukan kotak-kotak juga yang pada beberapa bagian dimiringkan sedemikian rupa sehingga membentuk pola acak, sekaligus memunculkan celah-celah kecil untuk masuknya aliran udara ke dalam rumah. Sementara itu, warna bata pada dinding luar ruang tamu memberi kesan hangat dan ramah, mengatasi dinginnya dominasi warna beton.

I House

Introduction

Introduction, sebagai pengenalan akan pribadi yang berbeda. Yang unik dari rumah ini, bagian tengah rumah bukan sebagai sebuah sekuens dari depan belakang, tetapi menjadi gerakan bolak-balik, karena rumah ini punya dua orientasi, ke depan dan ke belakang. Seperti orang dengan dua wajah, maka bagian depan dan belakang sama-sama punya sisi menarik.
I House

Di bagian tengah inilah, dieksplorasi kemungkinan-kemungkinan desain. Intinya adalah lorong penghubung, tetapi diberi sentuhan yang menarik. Di sini ada dapur bersih untuk menyediakan makanan bagi pemilik rumah, juga ada mushola yang sewaktu-waktu bisa berubah fungsi menjadi kamar tidur tamu. Meskipun sebagai transisi, bagian tengah ini cukup dinamis, warna-warna dan material yang digunakan bermacam-macam, ada warna putih yang ringan berpadu dengan warna beton yang cenderung berat, menciptakan keseimbangannya sendiri.

I House

Implosive

Rumah yang implosive atau “meledak ke dalam”, utamanya mengacu pada bagian paling belakang dari rumah ini. Di sini seolah kita menemukan sebuah oase. Jika dilihat dari depan, kelihatannya rumah ini memiliki lahan terbatas. Jika kita masuk, ternyata di dalamnya terdapat taman yang luas, sebagai view ketika menikmati ruang bersama di bagian belakang rumah.

I House

Ruang bersama ini juga terasa sangat homey, lantainya bermotif seperti tegel kunci yang random, lalu dinding di sisi utara berupa bata ekspos penuh, lalu ada seperangkat meja makan dan sofa untuk bersantai, sehingga suasananya benar-benar informal. Ruang ini diberi bukaan lebar di kedua sisi, sehingga semakin memanjakan pemilik untuk menikmati gemercik kolam dan indahnya hamparan taman secara leluasa.

I House

I atau Aku

I atau Aku, rumah ini hanya kontekstual untuk penghuni yang ini, sangat personal. Sebagai sebuah penanda, sekaligus sebuah penyatuan antara penghuni dan rumahnya. Penghuni yang introvert pun mampu mengejawantahkan jati dirinya secara arsitektural. Bukankah rumah adalah cermin jiwa pemiliknya? Dan di sinilah kita bisa tahu wujud nyatanya.

I House

Rumah untuk pemilik yang introvert tidak harus menutup diri, tetapi dengan solusi desain yang kontekstual bisa dilakukan terobosan-terobosan agar “terbuka” dan “membuka diri” ke arah lain. Ini sekaligus sebagai sebuah kompromi, bahwa manusia yang introvert pun sebetulnya juga bisa terbuka dengan orang lain, dengan caranya sendiri, yang khas dan otentik.

I House

Lihat profil lengkap Andy Rahman Architect di sini:

https://www.bluprin.com/andyrahman-architect

Showcase your portfolio and let more people know about your company!

You May Also Like

Wiyung House, Pemanfaatan Skylight sebagai Pencahayaan Alami Maksimal

Wiyung House adalah Rumah kediaman Bapak Prihandoyo yang berlokasi di Surabaya, Ibukota Jawa Timur. Awal mula proses desain dimulai dengan desakan agar proses pembangunan rumah ini diselesaikan sesegera mungkin karena kebutuhan untuk pindah kediaman yang sangat mendesak. Alhasil, strategi yang dihasilkan adalah bagaimana menghasilkan desain yang bertumbuh, sehingga ketika pembangunan rumah ini belum selesaipun sudah bisa untuk ditempati.

ARCHITECTURE | By Bluprin - 6 days ago

Green Garden House, Susunan yang Geometris pada Massa Bangunan

Green Garden House mulai di desain di tahun 2012. Tahun penting untuk disebutkan karena nominal tahun akan menjadi frame untuk melihat konteks yang terjadi pada rentang masa tersebut.

ARCHITECTURE | By Bluprin - 1 week ago

CL House, Konsep Pinhole Glass pada Fasad

Rumah yang berlokasi di Jakarta selatan dibangun diatas tanah seluas 425m2, berada di pertigaan jalan yang padat lalu lintas dan bersebrangan dengan area ruko komersil.

ARCHITECTURE | By Bluprin - 2 weeks ago

S House, Kayu sebagai Material Utama Sebuah Hunian

Terletak di kota Surabaya, rumah yang berdiri di lahan seluas 190 m2 memiliki fasad bangunan dengan kisi-kisi (louvre) yang disusun vertikal sebagai penanda arsitektur modern. Klien S House ini telah bergelut selama kurang lebih 15 tahun sebagai pengusaha kayu. Hal inilah yang menjadi inspirasi arsitek menjadikan kayu sebagai material utama rumah ini. Penggunaan kayu sebagai bagian dari konsep desain bangunan dapat terlihat pada tampilan bangunan. Trap tangga utama beton cor yang dilapis dengan multipleks, lantai parket kayu pada kamar tidur utama, deck kayu pada lantai teras, foyer dan balkon lantai atas, serta pada hampir semua custom furniturnya. 

ARCHITECTURE | By Bluprin - 3 weeks ago