Logo Bluprin Blog

Kantor SPPI oleh Delution Architect

INTERIOR - PROJECTS / 2 years ago / By Heni Nurmawanti
INTERIOR - PROJECTS / By Heni Nurmawanti / 2 years ago

Kantor SPPI oleh Delution Architect

Konsep desain kantor yang dapat menampilkan identitas perusahaan merupakan hal yang terpenting. Sama halnya dengan konsep yang diterapkan pada desain Kantor SPPI yang terletak di Kota Kasablanka, Jakarta. Delution sebagai tim arsitek dalam proyeknya kali ini ingin merepresentasikan SPPI melalui penggunaan unsur-unsur yang terdapat pada logo perusahaan.

Desain Kantor Minimalis

©Bluprin

Konsep yang diterapkan oleh Delution pada proyek kali ini disesuaikan dengan dengan aspek yang selalu mereka utamakan, yaitu Branding Identity. Dalam proyek ini klien memberi kebebasan Delution untuk lebih mengeksplor desain namun tetap mengutamakan penerapan unsur-unsur yang dapat menjadi identitas dari SPPI.

Desain Kantor Minimalis

©Bluprin

Desain Kantor Minimalis

©Bluprin

Menyesuaikan identitas SPPI sebagai perusahaan penyedia sertifikasi profesi pembiayaan di Indonesia, desain interior kantor diciptakan dengan tetap mengacu pada logo perusahaan yang terdiri dari dua warna yaitu biru muda dan biru tua, selain itu juga terdapat logo bintang kecil berwarna merah dan bentuk orang yang menyerupai busur. Semua unsur yang terdapat pada logo SPPI menjadi dasar penerapan dalam mendesain interior kantor.

Desain Kantor Minimalis

©Bluprin

Salah satu poin penting dalam desain ini adalah dapat menunjukan identitas dari SPPI itu sendiri. Dominasi warna biru dan putih mewarnai kantor SPPI yang terinspirasi dari warna pada logo perusahaan. Selain itu unsur yang menonjol dan dapat dilihat langsung pada area kantor yaitu adanya penggunaan material batu bata tempel pada dinding kantor yang disusun dengan pola maju mundur. Penyusunan ini dimaksudkan sebagai visualisasi dari tangan yang memberi dan menerima sesuai dengan filosofi logo yang mewakili identitas perusahaan.

Desain Kantor Minimalis

©Bluprin

Pada bagian lantai sendiri di pilih penggunaan material kayu dan karpet yang di bentuk menyerupai busur. Bentuk busur juga dapat dilihat penerapannya pada langit-langit yang berada di area ruang kerja.


©Bluprin

Selain penggunaan batu bata tempel, pada area ruang kerja juga digunakan panel cermin yang berfungsi untuk membuat kesan luas pada sisi kanan dan kiri ruangan mengingat areanya yang relatif kecil.


Artikel Menarik Lainnya

Rooms Inc, Hotel Instagramable Bergaya Industrial di Semarang

Dibuka pada tanggal 9 September 2017 lalu, Rooms Inc. adalah hotel gaya hidup bintang tiga yang terletak di atas DP Mall, Semarang. Hotel ini ditujukan untuk kaum milenial dan wisatawan bisnis muda. Bekerja sama dengan konsultan branding berbasis di Jakarta, kami mengembangkan konsep “smart urban” yang menawarkan suasana muda dan santai. Kami menerapkan konsep "Day and Night", dua variabel waktu dan ruang yang dekat dengan kehidupan wisatawan bisnis muda. Sebagai konsultan desain interior, kami mencoba menggabungkan kontinum dari dua waktu dan ruang yang berbeda dalam bentuk elemen interior dan tata letak dari hotel bisnis ini.

INTERIOR | By Bluprin - 1 month ago

ZHUMA Senayan City - Einstein & Associates

Ide dan konsep di balik Zhuma adalah restoran tradisional Jepang yang sangat kental dengan budaya dan filosofi Jepang. Restoran ini menggunakan lambang tradisional Jepang atau yang oleh orang Jepang disebut ‘Kamon’ sebagai salah satu elemen tradisional utama di seluruh restoran. 

INTERIOR | By Bluprin - 7 months ago

Calibrate Coffee - Desain Cafe Bergaya Eklektik Kontemporer

Berlokasi di daerah Puri Kembangan, Jakarta Barat, proyek desain cafe bergaya eklektik kontemporer ini dirancang oleh Mile Atelier dengan luas area 140 meter persegi dan diberi nama Calibrate Coffee oleh sang pemilik.

INTERIOR | By Ratna Puspa Dewi - 1 year ago

Desain Apartemen Cerah & Hangat Bergaya Scandinavian Interior

Mengusung konsep simplicity, unit apartemen yang terletak di daerah Jakarta Pusat ini menganut gaya Scandinavian Interior yang dipadukan dengan elemen dan filosofi budaya Jepang. Tentunya konsep ini bukan semata-mata mengikuti tren, namun lebih kepada esensi dari karakteristik penghuni yang dituangkan ke dalam ruang kosong (bare space).

INTERIOR | By Bluprin - 1 year ago