Logo Bluprin Blog

Obaja Tour & Travel Office - DP+HS Architects

ARCHITECTURE - PROJECTS / 5 months ago / By Bluprin

Obaja Tour & Travel Office - DP+HS Architects

ARCHITECTURE - PROJECTS / By Bluprin - 5 months ago

Arsitek                      : DP+HS Architects

Lokasi Proyek          : Jakarta, Indonesia

Luas Tanah              : 403 m2

Tahun Terbangun     : 2016

Fotografer                : Mario Wibowo

Deskripsi oleh DP+HS Architects

Proyek Obaja Tour & Travel Office terletak di kawasan yang sangat padat dengan tapak bangunan yang menghadap arah utara dan barat sehingga intensitas cahaya matahari cukup tinggi. Secara fungsi, bangunan ini akan mewadahi aktivitas perusahaan yang bergerak di bidang Travel.

DP+HS Architects

Pendekatan rancangan desain digarisbawahi pada 4 aspek, yaitu kondisi tapak dan lingkungan, program ruang yang cukup padat, branding/image perusahaan dalam kaitannya dengan kegiatan perusahaan, dan bujet pembangunan.

DP+HS Architects

Setelah melakukan pendekatan dan study terhadap 4 aspek tadi, arsitek mengajukan konsep semi-permeable envelope. Secara sederhana, idenya adalah membuat box yang fungsional lalu menyelimutinya dengan selubung bangunan yang khusus. Melalui strategi konsep ini, bangunan disikapi sebagai susunan volume box massa yang optimal dengan struktur yang modular untuk memenuhi program ruang dan jumlah staf yang cukup besar serta menghemat biaya konstruksi pembangunan. 

DP+HS Architects

Alokasi bujet dialihkan pada selubung bangunan yang bersifat semi-permeabel yang membungkus/menyelimuti susunan box massa tadi. Selubung bangunan ini memiliki dua fungsi, pertama sebagai buffer terhadap cahaya matahari dan polusi suara yang konstan sepanjang jam kerja, serta sebagai pemberi bentuk dan image perusahaan.

DP+HS Architects

Selubung bangunan dikembangkan dari model secondary layer yang diberi jarak agar tidak langsung menempel ke kulit bangunan, lapisan ini kemudian dipotong-potong hingga tercipta pori-pori besar. Pori-pori ini berbentuk segitiga yang membatasi jumlah cahaya yang masuk ke dalam bangunan, agar ruang dalam tetap terang namun tidak terlampau panas, sehingga beban AC juga dapat direduksi.

DP+HS Architects

Pada Lantai 4 diciptakan ruang semi terbuka dengan aksen warna yang menjadi ciri perusahaan, ruang semi terbuka ini akan menjadi ruang makan bersama yang berfungsi sebagai ruang sosial bagi staf perusahaan.

DP+HS Architects

Untuk ruang dalam, konsep layout dibuat open plan dengan material-material yang diekspos seperti pada bagian dinding dan ceiling. Hal ini untuk menghemat penggunaan bahan finishing bangunan sekaligus memangkas bujet pembangunan.

DP+HS Architects

Lihat profil lengkap DP+HS Architects di sini:

http://bluprin.com/dphs-architects

Showcase your portfolio and let more people know about your company!

You May Also Like

House of Inside and Outside - Bukaan Maksimal dengan View Perbukitan

Berlokasi di sudut perbukitan di Kota Semarang, rumah yang berkonsep open house ini mempunyai view ke arah perbukitan. Hal ini memberikan ruang hidup yang nyaman di interior rumah. Rumah ini terdiri dari masa bangunan bewarna abu-abu yang memiliki bukaan berjajar yang disusun secara geometris berdasarkan fungsinya.

ARCHITECTURE | By Bluprin - 1 week ago

RUMAH GERBONG - Rumah Tumbuh dengan 3 Kompartemen untuk Tinggal, Bekerja, dan Berinteraksi

Rumah gerbong adalah salah satu contoh sebuah rumah tumbuh yang terekam dengan baik dalam perkembangan masyarakat urban, baik status sosial, lingkungan, dan ekonomi. Istilah rumah gerbong (gerbong = railway coach) diambil dari tipologi akhir bangunan yang memanjang.

ARCHITECTURE | By Bluprin - 2 weeks ago

WARUNG NAKO: Warung Nasi dan Kopi berkonsep Urban Desain

Terletak di Kota Bogor, Warung NASI dan KOPI atau yang biasa disebut Warung Nako ini merupakan perpaduan antara dua jenis makanan tersebut. Berkonsep urban desain dengan arsitektur tropis sebagai adaptasi bangunan WARTEG lokal Indonesia.

ARCHITECTURE | By Bluprin - 4 weeks ago

RUCKERPARK: The Future of Indonesian Coffee Space

Terletak di persimpangan Jalan Dr. Cipto, Dr. Rum, dan Dr. Gunawan, Ruckerpark Coffee & Culture berdiri diatas lahan rumah berbentuk trapesium tidak beraturan. Untuk menganggapi posisi lahan yang terletak di sebuah sudut jalan yang memiliki banyak bangunan lama, maka pengembangan gubahan massa dilakukan dengan prinsip untuk mempertahankan suasana lingkungan di sekitarnya; salah satunya dengan mempertahankan grid eksisting yang berbentuk diagonal, dengan memperpanjang massanya hingga ke arah jalan.

ARCHITECTURE | By Bluprin - 1 month ago