Logo Bluprin Blog

Obaja Tour & Travel Office - DP+HS Architects

ARCHITECTURE - PROJECTS / 8 months ago / By Bluprin

Obaja Tour & Travel Office - DP+HS Architects

ARCHITECTURE - PROJECTS / By Bluprin - 8 months ago

Arsitek                      : DP+HS Architects

Lokasi Proyek          : Jakarta, Indonesia

Luas Tanah              : 403 m2

Tahun Terbangun     : 2016

Fotografer                : Mario Wibowo

Deskripsi oleh DP+HS Architects

Proyek Obaja Tour & Travel Office terletak di kawasan yang sangat padat dengan tapak bangunan yang menghadap arah utara dan barat sehingga intensitas cahaya matahari cukup tinggi. Secara fungsi, bangunan ini akan mewadahi aktivitas perusahaan yang bergerak di bidang Travel.

DP+HS Architects

Pendekatan rancangan desain digarisbawahi pada 4 aspek, yaitu kondisi tapak dan lingkungan, program ruang yang cukup padat, branding/image perusahaan dalam kaitannya dengan kegiatan perusahaan, dan bujet pembangunan.

DP+HS Architects

Setelah melakukan pendekatan dan study terhadap 4 aspek tadi, arsitek mengajukan konsep semi-permeable envelope. Secara sederhana, idenya adalah membuat box yang fungsional lalu menyelimutinya dengan selubung bangunan yang khusus. Melalui strategi konsep ini, bangunan disikapi sebagai susunan volume box massa yang optimal dengan struktur yang modular untuk memenuhi program ruang dan jumlah staf yang cukup besar serta menghemat biaya konstruksi pembangunan. 

DP+HS Architects

Alokasi bujet dialihkan pada selubung bangunan yang bersifat semi-permeabel yang membungkus/menyelimuti susunan box massa tadi. Selubung bangunan ini memiliki dua fungsi, pertama sebagai buffer terhadap cahaya matahari dan polusi suara yang konstan sepanjang jam kerja, serta sebagai pemberi bentuk dan image perusahaan.

DP+HS Architects

Selubung bangunan dikembangkan dari model secondary layer yang diberi jarak agar tidak langsung menempel ke kulit bangunan, lapisan ini kemudian dipotong-potong hingga tercipta pori-pori besar. Pori-pori ini berbentuk segitiga yang membatasi jumlah cahaya yang masuk ke dalam bangunan, agar ruang dalam tetap terang namun tidak terlampau panas, sehingga beban AC juga dapat direduksi.

DP+HS Architects

Pada Lantai 4 diciptakan ruang semi terbuka dengan aksen warna yang menjadi ciri perusahaan, ruang semi terbuka ini akan menjadi ruang makan bersama yang berfungsi sebagai ruang sosial bagi staf perusahaan.

DP+HS Architects

Untuk ruang dalam, konsep layout dibuat open plan dengan material-material yang diekspos seperti pada bagian dinding dan ceiling. Hal ini untuk menghemat penggunaan bahan finishing bangunan sekaligus memangkas bujet pembangunan.

DP+HS Architects

Lihat profil lengkap DP+HS Architects di sini:

https://www.bluprin.com/dphs-architects

Showcase your portfolio and let more people know about your company!

You May Also Like

Wiyung House, Pemanfaatan Skylight sebagai Pencahayaan Alami Maksimal

Wiyung House adalah Rumah kediaman Bapak Prihandoyo yang berlokasi di Surabaya, Ibukota Jawa Timur. Awal mula proses desain dimulai dengan desakan agar proses pembangunan rumah ini diselesaikan sesegera mungkin karena kebutuhan untuk pindah kediaman yang sangat mendesak. Alhasil, strategi yang dihasilkan adalah bagaimana menghasilkan desain yang bertumbuh, sehingga ketika pembangunan rumah ini belum selesaipun sudah bisa untuk ditempati.

ARCHITECTURE | By Bluprin - 6 days ago

Green Garden House, Susunan yang Geometris pada Massa Bangunan

Green Garden House mulai di desain di tahun 2012. Tahun penting untuk disebutkan karena nominal tahun akan menjadi frame untuk melihat konteks yang terjadi pada rentang masa tersebut.

ARCHITECTURE | By Bluprin - 1 week ago

CL House, Konsep Pinhole Glass pada Fasad

Rumah yang berlokasi di Jakarta selatan dibangun diatas tanah seluas 425m2, berada di pertigaan jalan yang padat lalu lintas dan bersebrangan dengan area ruko komersil.

ARCHITECTURE | By Bluprin - 2 weeks ago

S House, Kayu sebagai Material Utama Sebuah Hunian

Terletak di kota Surabaya, rumah yang berdiri di lahan seluas 190 m2 memiliki fasad bangunan dengan kisi-kisi (louvre) yang disusun vertikal sebagai penanda arsitektur modern. Klien S House ini telah bergelut selama kurang lebih 15 tahun sebagai pengusaha kayu. Hal inilah yang menjadi inspirasi arsitek menjadikan kayu sebagai material utama rumah ini. Penggunaan kayu sebagai bagian dari konsep desain bangunan dapat terlihat pada tampilan bangunan. Trap tangga utama beton cor yang dilapis dengan multipleks, lantai parket kayu pada kamar tidur utama, deck kayu pada lantai teras, foyer dan balkon lantai atas, serta pada hampir semua custom furniturnya. 

ARCHITECTURE | By Bluprin - 3 weeks ago