Logo Bluprin Blog

Rumah Tumbuh, Solusi Bangun Rumah Sesuai Budget

TIPS N IDEA / 10 months ago / By Bluprin
TIPS N IDEA / By Bluprin / 10 months ago

Rumah Tumbuh, Solusi Bangun Rumah Sesuai Budget

Rumah tumbuh adalah salah satu cara untuk merencanakan dan membangun rumah dengan cara bertahap. Rumah tumbuh biasanya dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Dana yang belum mencukupi adalah alasan yang paling sering digunakan saat seseorang memilih membangun rumah tumbuh.


Mereka yang membangun rumah dengan konsep rumah tumbuh biasanya berasal dari kalangan pekerja dengan usia tanggung atau keluarga muda yang anggota keluarganya masih berjumlah dua atau tiga orang. Membangun rumah tumbuh cocok bagi Anda yang ingin memiliki rumah milik sendiri, tapi kondisi keuangan tidak memungkinkan untuk sekaligus membangun rumah secara keseluruhan.


Foto: Ben House ©GeTs Architects

Bila diperhatikan, rumah tumbuh merupakan salah satu konsep rumah yang marak ditawarkan pengembang akhir-akhir ini. Dari segi ukuran, rumah tumbuh biasanya memiliki luas tanah yang besar namun luas bangunan yang kecil. Lazimnya, rumah tumbuh terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Selain itu, pondasi bangunan ini dibuat dengan kemampuan untuk menyangga rumah dua lantai.


Ketika proses pembangunan dimulai, Anda tidak membabat habis lahan yang ada, namun menyisakan sedikit ruang untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penghuni di waktu yang akan datang. Itulah mengapa konsep ini dinamakan rumah tumbuh, karena rumah akan “tumbuh” di masa depan. Dari situ, dapat kita ketahui bahwa untuk membangun rumah tumbuh dibutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi, rumah yang ideal, sesuai dengan keinginan pemilik, bisa didapatkan.


Dua Jenis Rumah Tumbuh


Foto: Doctor House ©Armeyn Ilyas

Rumah tumbuh memiliki dua jenis, yaitu rumah tumbuh horizontal dan rumah tumbuh vertikal. Rumah tumbuh horizontal tentunya cocok jika lahannya luas. Rumah tumbuh jenis ini biasanya tidak membutuhkan struktur bangunan yang sangat kuat karena penambahannya menyamping. Proses pembangunannya pun cenderung lebih cepat dan mudah.


Jenis kedua adalah rumah tumbuh vertikal. Jenis rumah tumbuh ini paling banyak disediakan oleh developer karena tak memakan banyak lahan. Jika Anda memilih rumah tumbuh vertikal, artinya Anda harus meningkat rumah. Pada umumnya, pengembangan vertikal akan dipilih orang-orang yang memiliki lahan kecil. Pengembangan rumah tumbuh vertikal harus direncanakan dengan sangat matang, terutama kekuatan struktur bangunannya. Jika memang Anda memiliki rencana menambah lantai, membeli rumah tumbuh vertikal bisa menjadi pilihan.


Rencana Anggaran Biaya Rumah Tumbuh


Foto: Nakula House ©BAMA Architects

Setelah selesai menyusun rencana akan seperti apa pembangunan rumah tumbuh Anda nanti, langkah selanjutnya adalah menyusun RAB untuk rumah tumbuh. RAB adalah perkiraan biaya material bangunan, upah tukang bangunan, dan biaya ekstra lain yang dibutuhkan untuk mendirikan bangunan, dalam hal ini anggaran untuk rumah tumbuh. RAB sangat berguna sebagai pedoman dalam pembangunan agar proses pembangunan rumah tumbuh berjalan dengan efisien, efektif, dan lancar.


Karena proses pembangunan rumah tumbuh terjadi dalam jarak dan jangka waktu yang panjang, Anda perlu memperhitungkan laju inflasi agar anggaran yang Anda siapkan tidak jauh berbeda dengan total pengeluaran sebenarnya. Masukkan jumlah kenaikan harga bahan bangunan ataupun upah tukang bangunan pada RAB sebesar 5-10% setiap tahunnya. Dengan cara ini, Anda dapat memperhitungkan kenaikan biaya pada pembangunan rumah tumbuh tahap selanjutnya.


Manfaatkan Diskon


Foto: Rumah Prisma ©RDA

Cara lain untuk mengendalikan anggaran adalah dengan memanfaatkan potongan harga. Ada saatnya toko bahan bangunan memberikan potongan harga. Pada saat itu, Anda dapat membeli material dan fitur bangunan untuk digunakan di kemudian hari saat membangun rumah tumbuh. Jangan lupa memikirkan di mana akan menyimpannya. Cara seperti apapun yang digunakan dalam memiliki rumah tumbuh impian Anda, jangan lupakan kualitas. 


Artikel Menarik Lainnya

Gunakan Pencahayaan Alami, Hemat Energi di Rumah Sendiri

Sudah bukan rahasia lagi, pasokan energi yang dimiliki bumi tengah menurun drastis. Semakin banyak manusia yang menghuni bumi, semakin banyak pula energi yang mereka konsumsi untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya sehari-hari. Bahkan, tanpa disadari, hal ini disebabkan pula oleh kebiasaan sepele yang sering kita lakukan. Salah satunya, menyalakan lampu secara berlebihan, bahkan di siang hari sekalipun. 

TIPS N IDEA | By Bluprin - 1 day ago

9 Inspirasi Desain Penggunaan Kaca di Hunian

Mungkin Anda tidak pernah membayangkan bahwa kaca pernah dipajaki. Setidaknya itulah yang terjadi di Inggris. Pajak ini diperkenalkan pada 1746, dan bertahan hingga seratus tahun, sampai pada 1845. Pajak dihitung berdasarkan berat kaca (kaca saat itu berat-berat). Ini pun ditambah pajak jendela yang memungkinkan pemerintah memungut pajak berdasarkan jumlah jendela dari sebuah rumah. Setelah kaca dibebaskan dari pajak, industri kaca pun subur. Desain kaca untuk gedung dan desain kaca rumah, termasuk desain kaca jendela,  pun mulai berkembang.  

TIPS N IDEA | By Bluprin - 4 days ago

Cerdas, Inilah Inspirasi Manis Tirai Bambu dan Tirai Kayu

Jika rumah telah rampung dibangun, furnitur telah berada di tempat yang Anda inginkan, maka saatnya untuk melakukan window treatments. Jendela mungkin menjadi satu item yang sering terlupakan saat membenahi interior. Namun itulah, maksudnya window treatments, yang harus Anda lakukan untuk membuat rumah tambah manis secara komprehensif. 

TIPS N IDEA | By Bluprin - 6 days ago

Mural Kece yang Siap Menggantikan Tembok Polos Anda

Satu alternatif untuk menghias dinding adalah mural. Mural dinding atau wall mural. Mirip-mirip wallpaper, namun beda. Mural lebih kontemporer dan bisa di-custom sesuai keinginan pemesan. Dengan kata lain, desain mural bisa dicetak sesuai keinginan Anda, sehingga bisa ukuran dan komposisinya bisa sangat sesuai dengan dinding ruangan Anda.  

TIPS N IDEA | By Bluprin - 1 week ago