Logo Bluprin Blog

Tipe Arsitek Manakah Anda?

ARCHITECTURE - HIGHLIGHT / 9 months ago / By IAAW Studio

Tipe Arsitek Manakah Anda?

ARCHITECTURE - HIGHLIGHT / By IAAW Studio - 9 months ago

Arsitektur merupakan sebuah bidang ilmu yang luas dan mencakup berbagai aspek, sehingga daya tarik arsitektur bagi praktisi, akademisi, maupun mahasiswa arsitektur juga berbeda-beda. Luasnya ruang lingkup arsitektur mengakibatkan para pelaku yang bergelut dalam bidang ini memiliki latar belakang, motivasi, karakteristik, keahlian, maupun selera yang beragam.

Keberagaman ini melahirkan tipe arsitek yang berbeda-beda. Robert K. Lewis melakukan observasi dan menyimpulkan bahwa terdapat sekelompok-sekelompok arsitek yang memiliki kesamaan sehingga melahirkan stereotip arsitek. Berikut tipe-tipe arsitek menurut Robert K. Lewis dalam bukunya yang berjudul Architect: A Candid Guide to the Profession.

1.    Tipe Elite

Terlahir dengan status sosial yang memadai, arsitek tipe ini biasanya juga memiliki “modal” yang dapat memudahkannya melakukan praktek arsitektur. Terlepas dari kemampuan intelektual dan artistiknya, “modal” tersebut dapat berupa koneksi yang berpotensi untuk menjadi klien atau mendukung praktiknya dalam berarsitektur. Tentu tidak semua arsitek memiliki “modal” ini. Tipe ini biasanya tidak menjadikan arsitektur sebagai karir atau mata pencaharian utama, namun hanya sebagai wadah untuk melakukan praktik seni dan budaya. Contoh dari arsitek tipe ini adalah Eero Saarinen, anak dari Eliel Saarinen yang sudah menjadi praktisi arsitektur di Finlandia sebelum Eero lahir.

2.    Tipe Artiste

Flamboyan dan tidak konvensional merupakan dua sifat yang paling menonjol dari tipe arsitek ini. Arsitek tipe ini biasanya memilih untuk mengekspresikan seleranya melalui cara berpakaian dan gaya hidupnya yang unik dan cenderung ekstrim. Arsitek tipe ini mungkin membranding dirinya untuk terlihat sangat serius atau santai—yang pasti, tipe ini tidak pernah terkesan pemalu. Andra Matin yang selalu identik dengan pakaian berwarna hitam, putih, dan karya-karyanya yang khas bisa dikategorikan ke dalam arsitek tipe ini.    

3.    Tipe Primadonna

Snobby. Tipe ini biasanya tidak mempedulikan, atau bahkan memandang rendah ide, prinsip, dan eksistensi orang lain apabila tidak berhubungan dengan dirinya. Bagi arsitek tipe ini yang sudah berhasil, mereka umumnya senang memamerkan pencapaian-pencapaiannya, dan menikmati menjadi pusat perhatian.

4.    Tipe Fantasizer

Arsitek tipe ini selalu memikirkan ide-ide yang tidak konvensional dan menciptakan rancangan yang menantang teori dan bisa dibilang tidak realistis. Keahlian arsitek tipe ini memang menciptakan konsep-konsep yang out of the box, namun sayangnya sebagian besar dari konsep-konsep tersebut tidak akan pernah menyentuh realita. Arsitek tipe ini biasanya lebih memilih hidup dalam fantasi ketimbang realita. Biasanya arsitek tipe ini lebih sering mengikuti sayembara konseptual seperti Evolo Skyscraper Competition yang bersifat ‘angan-angan’ daripada mengerjakan proyek nyata.

 

Foto: Kemampuan berangan-angan dan menciptakan karya yang tidak masuk akal dapat disalurkan menjadi ide ketika mengikuti sayembara seperti Evolo Skyscraper Competition. ©Evolo

5.    Tipe Practical 

Pragmatis, down to earth, dan realtistis. Tipe ini lebih memilih realita dibandingkan dengan fantasi, tidak seperti tipe Fantasizer. Sekilas, mungkin arsitek tipe practical terlihat anti-intelektual, namun tipe ini pada umumnya berpegang teguh pada konsep intelektual yang sudah terbukti berguna dan efisien. Di sisi lain, arsitek tipe ini harus berhati-hati karena praktikalitas dapat menghalangi pemikiran merancang yang inovatif.

6.    Tipe Compulsive

Dalam melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan arsitektur, sikap kompulsif yang terukur sering kali dibutuhkan, karena pekerjaan arsitektur membutuhkan komitmen yang intens. Hal ini tentunya menguntungkan untuk dimiliki, namun, apabila sikap kompulsif yang berlebih dapat mengarah kepada kebutaan emosional dan intelektual, mengasingkan rekan kerja dan klien dengan bersikeras menolak kompromi intelektual.

7.    Tipe Worker

Gigih namun tidak obsesif, tipe ini merupakan tipe yang paling sering ditemukan di kantor-kantor arsitek. Mereka rela melakukan pekerjaan-pekerjaan yang monoton, melelahkan, bahkan mungkin membosankan. Pada umumnya, tipe ini mampu menyesuaikan diri dengan hambatan dan keadaan yang dihadapi di kantor. Tipe ini juga cenderung menghormati otoritas, dan bisa menerima masukan serta instruksi.

8.    Tipe Manager

Bertanggung jawab dan menyukai otoritas, arsitek ini biasanya pandai dalam mengatur dan mengelola orang lain. Tipe ini biasanya memiliki soft skill yang baik, namun apabila disalahgunakan, tipe ini dapat menghambat produktivitas kantor dengan mengganggu sistem kantor yang sudah ada.

9.    Tipe Entrepreneur

Risk-taker. Arsitek tipe ini adalah arsitek yang bisa menerima kemungkinan untuk rugi, juga kemungkinan mendapatkan untung Salah satu keahlian arsitek ini adalah networking. Biasanya, arsitek tipe ini adalah ekstrovert yang suka berpartisipasi dalam kegiatan organisasi masyarakat.

10. Tipe Renaissance

Generalis dan spesialis disaat yang bersamaan. Layaknya tokoh-tokoh terkenal pada era itu, arsitek tipe ini merupakan arsitek yang serba bisa dan memiliki talenta yang beragam. Tipe ini bisa menjadi seniman, pujangga, insinyur, sosiolog, wirausahawan, dan juga diplomat. Tipe ini lah yang paling sering menjadi panutan bagi para arsitek.

.

Tentu saja tidak seluruh arsitek dapat dikotak-kotakkan ke dalam kategori-kategori diatas sepenuhnya, karena setiap individu mempunyai kualitas-kualitas unik yang hanya ada pada dirinya. Namun, tipe-tipe diatas dapat merepresentasikan tipe-tipe arsitek yang klise. Tipe arsitek mana yang paling mendekati diri Anda? 

Penulis: Ilona Inezita

Showcase your portfolio and let more people know about your company!

You May Also Like

YAX 2018 Exhibition Highlights

Yogyakarta – 5 s.d 28 Mei 2018, Young Architect Exhibition 2018 atau disingkat YAX 2018 mengambil tema ‘Liberating Space: Negasi Ruang Kebas’. Pameran ini diinisiai oleh Yogyakarta Young Architect Forum (YYAF) dengan CDS dan Videshiiya Studio, beserta JP Studio yang pada kesempatan ini berkesempatan menjadi penyelenggara pameran.

ARCHITECTURE | By Bluprin - 4 months ago

Nongkrong Bareng Arsitek (NBA) - Achmad Tardiyana

Pekanbaru - Jumat, 20 April 2018, Nongkrong Bareng Arstektur (NBA) Pekanbaru menghadirkan salah satu principal dari Urbane Indonesia yaitu Achmad D. Tardiyana atau yang sering disapa dengan Mas Apep. Senior arsitek yang menyelesaikan pendidikan sarjana di Program Studi Arsitektur ITB dan mendapat gelar MMUD di University of South Wales, Sydney Australia ini menjadi pembicara di acara NBA-Pekanbaru yang diselenggarakan di L'Cheese Factory. Beliau mempresentasikan karyanya bersamma Urbane Indonesia di antaranya yaitu Rasuna Epicentrum, Rektorat Universitas Tarumanagara, The Grand Mosque of The West Sumatera, Tsunami Museum of Banda Aceh, Nipah Mall Makasar dan IISP Jakarta. Adapun diskusi tentang kota, baginya kota yang baik walaupun padat tetap harus bisa menaungi kegiatan dan penghuni di dalamnya agar bisa bereksistensi.

ARCHITECTURE | By Bluprin - 4 months ago

Tips Sukses Job Interview di Biro Arsitektur

Bagi fresh graduates dari Jurusan Arsitektur atau orang yang baru pertama kali akan menjalani tahap wawancara di biro arsitektur, tentu pernah memikirkan bagaimana wawancara akan terlaksana. Selain prosedur standar seperti perkenalan dan tanya jawab, terdapat beberapa keunikan yang dapat Anda temui dalam tahap wawancara di biro arsitektur. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hal ini, mari simak ulasan berikut!

ARCHITECTURE | By IAAW Studio - 10 months ago

6 Alasan Anda Memilih Menjadi Seorang Arsitek

Memilih untuk berkarir dalam dunia arsitektur merupakan keputusan bagi sebagian orang yang memang mendambakannya. Tentunya dibalik keputusan itu, pasti ada alasan-alasan tertentu yang mendasari hingga seseorang benar-benar ingin berkecimpung di dalam dunia arsitektur—sebuah bidang yang dikenal akan memakan banyak jam tidur untuk menyelesaikan berbagai macam gambar atau maket. Buku Architect: A Candid Guide to the Profession karya Roger K. Lewis memuat beberapa alasan-alasan yang banyak membuat orang tertarik untuk mendalami profesi ini.

ARCHITECTURE | By IAAW Studio - 10 months ago