Foto: Arsitek Achmad Noerzaman dalam acara Forum Arsitektur ARCHINESIA

Arsitek Achmad Noerzaman membuka rahasia bagaimana caranya arsitek dapat membuka “pintu” klien. Pada presentasi arsitektur di Forum Arsitektur Archinesia ke-26 di Jakarta Design Center 6 Juli 2017 lalu, arsitek yang juga direktur utama biro arsitektur ARKONIN, perusahaan biro arsitektur besar dengan 300 staf dan sudah berusia 50 tahun ini menyebutkan tiga hal penting yang haris dilakukan arsitek:
1. Menyiapkan Portofolio
2. Mengikuti sayembara arsitektur
3. Melakukan publikasi

1. Portofolio
Dalam dunia arsitektur, portofolio adalah sebuah media yang dipakai arsitek untuk merepresentasikan secara visual siapakah pribadi arsitek tersebut. Melalui portofolio, target pembaca—dalam hal ini klien—dapat secara sekilas melihat ciri khas arsitek yang bersangkutan dan setidaknya menilai apakah arsitek tersebut cocok dengan keinginan dan kebutuhan klien.

Portofolio arsitek sebaiknya dibuat menarik dan mudah dipahami
Foto: Portofolio arsitek sebaiknya dibuat menarik dan mudah dipahami ©rucativava on flickr

Ada beberapa hal penting tentunya yang harus diperhatikan arsitek dalam menciptakan sebuah portofolio yang efektif untuk menarik klien:
a. Usahakan untuk menunjukkan proyek nyata dan terbangun karena dengan begitu, calon klien dapat menangkap bahwa arsitek yang bersangkutan pernah diberi kepercayaan untuk merancang sesuatu dan selesai dibangun.  
b. Kualitas presentasi yang menarik dan mudah dipahami orang awam.
c. Lakukan pembaharuan berkala terhadap portofolio.
d. Pilih media yang tepat sesuai dengan calon klien yang dituju.

2. Sayembara
Sayembara telah menjadi sebuah esensi dalam profesi arsitektur. Baberapa bangunan ternama di dunia seperti Centre Pompidou oleh Renzo Piano dan Guggenheim Museum Bilbao oleh Frank Gehry adalah buah dari sayembara arsitektur. Melalui sayembara, sebuah biro arsitektur atau arsitek secara pribadi dapat mengasah proses kreatif dan melatih disiplin melalui timeline dan tuntutan sayembara yang pada umumnya cukup ketat. Arsitek A. Noerzaman juga menyebutkan ketika arsitek atau biro arsitektur menjadi pemenang sayembara, banyak penghargaan dan pengakuan yang menanti.

Umumnya, tujuan untuk ikut serta dalam sayembara arsitektur adalah untuk memperoleh pengakuan di khalayak yang lebih luas. Pemenang saymebara dapat langsung dikenal secara nasional bahkan internasional tergantung pada skala sayembara yang diikuti. Tidak jarang, sayembara-sayembara yang diadakan bahkan memiliki tujuan akhir pembangunan proyek tersebut. Hasilnya tentu dapat mendongkrak portofolio arsitek yang bersangkutan. Selain itu, keikutsertaan dan keberhasilan arsitek dalam sebuah sayembara dapat menjadi kebanggaan arsitek ketika memperkenalkan diri kepada calon klien. Calon klien juga akan semakin meyakini bahwa arsitek yang mengikuti dan/atau memenangkan sayembara adalah arsitek yang lebih berkompeten.

Lantas apa yang harus dilakukan arsitek agar dapat memenangkan sayembara arsitektur? Berikut tipsnya:
a. Ikutilah sayembara yang tepat dan sesuai dengan kemampuan anda
b. Pilih tim yang benar-benar dapat bertanggung jawab untuk porsi kerja masing-masing
c. Pelajari dengan sungguh-sungguh Term of Reference (TOR) sayembara dan pastikan karya anda tidak menyalahi satupun aturan yang ada.
d. Hasilkan presentasi semenarik mungkin sehingga dapat menyentak juri ketika sekilas melihat karya anda.
e. Undang pihak luar untuk menilai karya anda.
f. Pastikan anda mengikuti timeline sayembara dengan benar untuk menghindari keterlambatan.

3. Publikasi
Seiring perkembangan zaman, publikasi arsitektur juga terus berkembang dan dapat dilakukan melalui berbagai media. Berikut media yang dapat dimanfaatkan arsitek untuk memperkenalkan keberadaannya atau biro arsitekturnya kepada kalangan yang lebih luas:
a. Media cetak
Merupakan media yang sejak lama dipakai arsitek untuk mempublikasikan karyanya. Majalah menjadi salah satu media cetak yang paling berprestise di kalangan arsitek. Karya arsitek yang terpilih untuk diliput majalah tentunya telah diakui kualitasnya dan dengan mudah dapat diketahui orang banyak. Arsitek juga dapat mempublikasikan karya-karyanya melalui buku—baik berupa monograf ataupun kompilasi karya beberapa arsitek.

Media cetak masih menjadi pilihan publikasi yang umum dipakai arsitek
Foto: Media cetak masih menjadi pilihan publikasi yang umum dipakai arsitek

b. Media online
Saat ini, media online menjadi salah satu media yang paling mudah dijangkau. Media online yang dimaksud berupa website khusus arsitek atau biro arsitek yang bersangkutan. Website tentunya harus dibuat interaktif dan mudah dimengerti, juga berisi informasi-informasi yang merepresentasikan arsitek yang dimaksud. Isi website dapat mencakup hampir semua informasi yang dibutuhkan calon klien seperti portofolio, profil biro arsitek dan tim yang ada di dalamnya, prinsip-prinsip atau etos kerja, dan tentunya informasi untuk bagaimana dapat dihubungi.

c. Media sosial
Media sosial adalah media yang paling murah untuk melakukan publikasi. Tanpa membutuhkan biaya registrasi dan pembayaran berkala seperti website, media sosial dapat dibuat oleh siapapun dan menjadi hal wajib yang dimiliki arsitek saat ini. Karena media sosial dipakai setiap saat oleh begitu banyak orang, media sosial dapat menjadi alat yang tepat bagi arsitek-arsitek yang baru start up untuk mulai memperkenalkan diri mereka kepada orang banyak. Instagram menjadi salah satu contoh media sosial yang saat ini paling marak dipakai dan cocok untuk arsitek atau biro arsitektur memperkenalkan diri, yaitu melalui visual. Media sosial dapat berisi gambar-gambar yang menunjukkan portofolio, bahkan gambar progress proyek yang digarap dari perencanaan hingga selesai dibangun.

Penulis: Imelda Akmal, Daniel Jiang

Showcase portfolio and let more people know about your company!

You May Also Like

9 Ide Desain Rumah Mewah Minimalis Modern dan Terbaru [Ide dan Gambar]

Desain rumah mewah minimalis sederhana memang sedang tren pada masa kini. Terlihat dari tampilannya yang modern dan menawan menambah kesan kenyamanan pada penghuninya. Update desain rumah terbaru ini bisa menginspirasi untuk membuat hunian masa depan Anda!

22 February 2018 / ARCHITECTURE / By Bluprin

Tipe Arsitek Manakah Anda?

Arsitektur merupakan sebuah bidang ilmu yang luas dan mencakup berbagai aspek, sehingga daya tarik arsitektur bagi praktisi, akademisi, maupun mahasiswa arsitektur juga berbeda-beda. Luasnya ruang lingkup arsitektur mengakibatkan para pelaku yang bergelut dalam bidang ini memiliki latar belakang, motivasi, karakteristik, keahlian, maupun selera yang beragam.

15 December 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

Tips Sukses Job Interview di Biro Arsitektur

Bagi fresh graduates dari Jurusan Arsitektur atau orang yang baru pertama kali akan menjalani tahap wawancara di biro arsitektur, tentu pernah memikirkan bagaimana wawancara akan terlaksana. Selain prosedur standar seperti perkenalan dan tanya jawab, terdapat beberapa keunikan yang dapat Anda temui dalam tahap wawancara di biro arsitektur. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hal ini, mari simak ulasan berikut!

17 November 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio

6 Alasan Anda Memilih Menjadi Seorang Arsitek

Memilih untuk berkarir dalam dunia arsitektur merupakan keputusan bagi sebagian orang yang memang mendambakannya. Tentunya dibalik keputusan itu, pasti ada alasan-alasan tertentu yang mendasari hingga seseorang benar-benar ingin berkecimpung di dalam dunia arsitektur—sebuah bidang yang dikenal akan memakan banyak jam tidur untuk menyelesaikan berbagai macam gambar atau maket. Buku Architect: A Candid Guide to the Profession karya Roger K. Lewis memuat beberapa alasan-alasan yang banyak membuat orang tertarik untuk mendalami profesi ini.

3 November 2017 / ARCHITECTURE / By IAAW Studio