Logo Bluprin Blog

White Cliff House, Kontur 30 derajat sebagai Kekuatan Desain

ARCHITECTURE - PROJECTS / 1 month ago / By Bluprin
ARCHITECTURE - PROJECTS / By Bluprin / 1 month ago

White Cliff House, Kontur 30 derajat sebagai Kekuatan Desain

Nama Prinsipal : Michael Marino, Noerhadi 
Tim Arsitek  : Aris Edson, Daddy K. Putra
Kontraktor : Kristian Budhianto
Interior : Astri C. Priatna
Lokasi Project : Bandung
Luas Lahan : 165 m2
Luas Bangunan : 212 m2
Tahun Terbangun
: 2017
Fotografer
: Nilai Asia
Manufaktur
: Kaii Living, Toto Lemuse, Keramik Ubin Badak, Ikea, Informa 

Deskripsi oleh RDMA

Di atas sebuah lahan miring dan memanjang 6,5x25 meter didirikan 3 buah program bangunan pada deretan anak-anak tangga yang disusun sedemikian sehingga menyerupai taman berundak yang bersambung dari ujung bawah hingga ke ujung atas, yaitu 2 unit loft yang diperuntukkan sebagai guest house dan 1 unit rumah 2 lantai untuk sang pemilik pada posisi paling atas

©Nilai Asia

©Nilai Asia

Artikel Lainnya: Rooms Inc – Hotel Instagramable Bergaya Industrial di Semarang

Lahan memiliki kontur yang sangat curam dengan kemiringan 30 derajat dan diapit oleh jalan pada kedua ujungnya, sehingga lahan ini memiliki dua muka bangunan dengan perbedaan ketinggian antara jalan di bagian depan dan belakang mencapai hingga 10 meter lebih

©Nilai Asia

©Nilai Asia

Kontur yang tidak bersahabat itu justru dilihat sebagai kekuatan dari site ini dan diangkat ke dalam site plan sebagai tema utama penyusunan gugus bangunan di dalamnya. Dengan strategi terasering, tiap gugus bangunan diatur sedemikan sehingga atapnya dapat dimanfaatkan sebagai teras balkon bagi lantai di atasnya. Hasilnya setiap lantai memiliki balkon pribadinya masing-masing

Keinginan pemilik untuk mendirikan rumah liburan yang dapat digunakan tidak hanya untuk tempat tinggalnya sendiri, melainkan juga memiliki fasilitas penginapan Bed and Breakfast, mengisyaratkan perlunya merancang tidak hanya sebuah bangunan biasa yang dapat mengakomodir fungsi yang diminta secara langsung, namun juga sangat perlu untuk membangun sebuah pengalaman bertinggal yang dapat dijadikan diferensiasi terhadap penginapan lain yang sudah ada terlebih dahulu di sekitarnya. Ditambah lagi keadaan kontur lahan terjal yang kebanyakan di situ belum termanfaatkan sehingga kali ini potensi tersebut tidak boleh terbuang percuma begitu saja

©Nilai Asia

©Nilai Asia

Berada di dalam sebuah komplek perumahan dengan sebagian latar di bagian belakangnya berupa permukiman padat penduduk yang sama-sama berdiri di atas lahan berkontur dengan eksotikanya tersendiri terutama dalam hal sirkulasi dan pencapaian di sela-sela gugusan massa yang muncul random tanpa keteraturan itu, maka menjadi menarik rasanya saat kualitas pengalaman ruang tersebut tercermin masuk di dalam site plan hingga menjadi sensasi tersendiri disepanjang saat berpindah di dalam lahan dari ujung yang satu ke yang lain.

Sebuah bangunan hunian yang didirikan di lahan yang sempit biasanya diolah dengan memaksimalkan klaim kebutuhan ruangan-ruangannya terhadap lahan. Namun di sini meskipun lahan yang ada hanya 6,5 meter saja lebarnya, pengolahan site plan justru dilakukan dengan meminimalisir klaimnya tersebut terhadap lahan. Menggantikannya dengan sirkulasi outdoor yang menghubungkan 3 unit hunian yang interdependen satu sama lain ini dengan taman jalan setapak dan suasana luar ruang yang melingkupinya sepanjang perjalanan.

©Nilai Asia

©Nilai Asia

Hasilnya sebuah interaksi yang unik saat manusia berpindah dalam pencapaiannya menuju unit hunian yang ditempatinya. Layaknya interaksi yang terjadi di dalam gang-gang permukiman yang dapat ditemukan di sekitar lahan atau juga seperti pada umumnya yang terjadi di daerah-daerah terjal di Bandung, hanya saja terjadi di dalam sebuah kapling kecil dengan luas kurang dari 200 m2 ini.

Artikel Lainnya: Nouve House – Minimum Site Maximum Space

Membawa suasana outdoor masuk ke dalam sebagian lahan ternyata tidak hanya memperkaya pengalaman ruang di dalamnya, namun juga menjadikan lahan yang memiliki lebar cukup sempit ini menjadi terlihat dan terasa relatif lebih luas dikarenakan berbagai potensi yang dirasakan seharusnya dapat muncul dari suasana outdoor tersebut. Kemungkinan-kemungkinan ruang yang biasanya hanya dapat dimunculkan pada lahan-lahan yang relatif luas.

©Nilai Asia

Konsekuensi dari keterlibatan jalan setapak yang notabene outdoor ke dalam lahan berkontur adalah isu penanggulangan limpahan air dari sisi atas di saat hujan. Harus disiasati agar air dapat terserap secepat mungkin ke dalam tanah tidak jauh dari titik di mana ia jatuh. Maka di sini hampir keseluruhan anak-anak tangga menerapkan detil resapan air pada tekukan sisi bagian dalam yang kemudian ditutup dengan batu split. Ditambah lagi dengan beberapa titik bak tanaman di sepanjang jalan setapak yang ikut menambah jumlah area resapan di dalam lahan.

©Nilai Asia

Dengan kata lain meskipun tidak banyak terlihat hamparan hijau terbuka seperti sebuah area resapan pada umumnya, namun dalam hal meresapkan air hujan kembali ke tanah ternyata masih dapat tergantikan dengan penerapan detil semacam ini.

Anak-anak tangga dibuat dari beton rabat dengan kombinasi material ubin semen lokal bermotif sisik berukuran 30x30 cm yang biasa disebut ‘ubin badak’ pada bagian bordesnya, yang diaplikasikan juga pada teras balkon dan ampiteater kecil sebagai material yang konsisten mengisi area-area terbuka. Sebenarnya ubin ini bisa kita lihat banyak dipergunakan di trotoar jalan di Bandung.

©Nilai Asia

©Nilai Asia

Hal ini dilakukan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan fungsionalnya sebagai lantai yang tidak boleh licin, melainkan juga sebagai usaha yang sama dalam menghadirkan familiaritas ruang outdoor setelah sebelumnya menyerupakan jalan setapak di dalam lahan dengan konsep gang yang terdapat pada permukiman di sekitarnya.

Lihat foto proyek selengkapnya:https://www.bluprin.com/project/white-cliff-house

Lihat profil RDMA: https://www.bluprin.com/rdma

Artikel Lainnya: Rumah Sedap Malam Atap Miring untuk Konsep Arsitektur Tropis

product bg

List arsitek dan desainer interior

Ratusan profesional siap membantu proyek bangun / renovasi anda

Temukan ide, inspirasi, dan gambar yang bisa kamu simpan di ideabook, moodboard, atau outline specification.

Artikel Menarik Lainnya

Anggrek Office, Pola Solid Void Balkon yang Harmonis

Mendesain sebuah kantor yang kemudian dapat dialihfungsikan menjadi rumah tinggal menjadi tantangan bagi arsitek untuk menciptakan ruang yang nyaman untuk bekerja dan tinggal. Rukan tipikal biasanya memiliki site memanjang dengan tangga pada bagian belakang dengan bukaan yang hanya ada pada fasad bangunan. Proyek yang berlokasi pada sebuah lingkungan perumahan di Jakarta Selatan ini berdiri di lahan yang memanjang. 

ARCHITECTURE | By Bluprin - 2 days ago

TSDS Maker Space, Bengkel TSDS dengan Fasad Natural yang Sejuk

Di belakang area kantor TSDS di The Icon, sebuah massa bangunan seluas 132m2 berdiri beriringan dengan semilir angin, tarian untaian tanaman jalar dan suara gemeresik lebah sibuk menyerbuki bunga-bunga.  Tony Sofian, pemimpin TSDS Interior Architects mendirikan maker space ini untuk mendukung aktivitas berkreasi dari para desainernya. 

ARCHITECTURE | By Bluprin - 1 week ago

105 House, Karat sebagai Tampilan Fasad

105 House adalah sebuah bangunan yang berada di permukiman padat Kota Bandung. Dengan keterbatasan lahan, biaya dan kondisi lingkungan yang padat, bangunan ini menjadi harapan bagi pemilik untuk tinggal dengan nyaman dengan konsep yang sederhana. Luas lahan 105 m2 menjadi tapak didirikannya bangunan seluas 146 m2. 

ARCHITECTURE | By Bluprin - 2 weeks ago

M Boutique Hostel, Hotel Kapsul dengan Sentuhan Vintage

Deskripsi oleh Garis Miring Studio M Boutique Hostel dibangun mulai tahun 2014 dengan merenovasi dan mengalihfungsikan bangunan yang ada. Proses renovasi banguan ini tanpa mengubah massa dan struktur bangunan yang ada. Renovasi meliputi fasad bangunan serta fungsi-fungsi ruangan yang ada di dalamnya. Perubahan fungsi dari tempat tinggal menjadi banguan dengan fungsi penginapan komersil. 

ARCHITECTURE | By Bluprin - 3 weeks ago